
Peserta memahami definisi Resilience
Peserta mampu menerapkan 4 prinsip utama dalam membangun daya lenting ketika menghadapi masalah
Peserta mampu menerapkan prinsip "hippo time" saat menghadapi masalah / tantangan hidup yang sulit
Peserta mampu mengambil waktu "hippo time" untuk melakukan "wallow" secara efektif
Peserta mampu memilih teman cerita yang tepat saat "hippo time"
Peserta memahami cara menjadikan Hippo Time berkualitas
Peserta menimba inspirasi dari kisah Lizzie Velasquez perihal RESILIENCE yang luar biasa
Para tokoh dunia, orang-orang hebat dengan karyanya yang telah merubah dunia, juga memiliki masa-masa "sulit" dalam hidup mereka. Mulai dari penolakan, kegagalan dalam relasi, dianggap tidak mampu, dsb. Namun mereka mampu bangkit dan melewati itu semua. Segala kesulitan hidup yang mereka alami adalah bagian tak terpisahkan yang membentuk mereka menjadi pribadi kuat dan inspiratif yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Peserta mampu melakukan teknik relaksasi "The Eye of The Hurricane" untuk menciptakan kondisi tenang dan damai di tengah kesulitan yang dihadapi
Peserta memahami apa itu Optimisme
Peserta mengisi self-assessment optimisme diri
Peserta melakukan scoring dan analisa serta mendapatkan hasil dari self-assessment OPTIMISME DIRI
Peserta memahami unsur pertama dari Optimisme
Peserta memahami unsur kedua Optimisme
Peserta mampu menumbuhkan harapan saat berhadapan dengan situasi sulit
Peserta memahami unsur ketiga dalam Optimisme
Para peraih medali emas olimpiade adalah contoh orang-orang OPTIMIS yang senantiasa berjuang, gagal / kalah, belajar dari pengalaman, bangkit, dan akhirnya meraih kegemilangan. Mereka bukanlah orang-orang dengan kemampuan "super-human" yang sekali ikut lomba lalu langsung menang. Mereka adalah orang-orang biasa seperti kita yang memiliki disiplin fisik yang tinggi dan juga mindset yang OPTIMIS.
Sebelum meraih medali emas di suatu olimpiade, mereka adalah orang-orang yang PERNAH GAGAL di olimpiade sebelumnya. Yang membedakan adalah mindset OPTIMIS mereka yang menyebabkan mereka belajar dari pengalaman, bangkit dan akhirnya berhasil meraih medali emas olimpiade di periode berikutnya.
Anda dapat menggunakan worksheet ini dengan melakukan download dan print, kemudian menulis manual di bagian yang telah disediakan.
Atau anda juga bisa melakukan download terlebih dahulu dan kemudian mengisi secara langsung pada bagian yang telah disediakan.
Orang yang memiliki lebih banyak emosi positif, akan lebih resilience saat menghadapi berbagai kesulitan hidup.
BERSYUKUR adalah salah satu cara paling powerful dan merupakan favorit saya dalam menciptakan emosi positif ?. Ada KEAJAIBAN yang tercipta saat kita masuk dalam zona bersyukur. Yang perlu di-ingat mengenai bersyukur adalah bahwa kita perlu MENGEKSPRESIKANNYA. Tentu sangat baik jika kita membuat list secara spesifik hal-hal yang kita syukuri, namun itu belum cukup. Kita perlu sungguh MENGEKSPRESIKAN RASA SYUKUR kita dalam bentuk REKOGNISI bagi orang-orang terpenting dalam hidup kita.
Saya sungguh mengajak anda untuk merasakan sendiri KEAJAIBAN bersyukur, bukan hanya untuk diri anda saja - melainkan juga untuk menciptakan keajaiban tersebut bagi orang terpenting dalam hidup anda. Untuk itu, dengan penuh kesungguhan saya meminta anda untuk:
Pilih satu orang dari masa lalu anda yang bernilai penting, yang telah membuat perubahan besar positif dalam hidup anda - dimana anda belum sempat sepenuhnya mengucapkan rasa terima kasih kepadanya (jangan kacaukan pilihan ini dengan pacar baru yah... ?)
Tuliskan ungkapan rasa syukur dan terima kasih (kesaksian) anda pada selembar kertas folio. Ambil waktu khusus. Pikirkan dengan tenang, tidak perlu terburu-buru menuliskannya. Bisa jadi anda membutuhkan waktu beberapa hari / minggu untuk menyusun dan merancang-nya.
Undang orang yang bersangkutan ke rumah anda, atau kunjungi-lah dia. Bertemu muka adalah hal yang penting, jangan hanya lewat tulisan / WhatsApp / email atau telepon.
Jangan beritahukan tujuan kunjungan ini sebelumnya - katakan saja anda "ingin bertemu".
Anda boleh saja membawa hadiah / buah tangan, namun yang lebih penting bawalah lembar tulisan kesaksian anda yang sudah dilaminasi sebagai hadiah.
Ketika semua berjalan lancar, bacakan kesaksian anda dengan diiringi ekspresi dan kontak mata. Kemudian, biarkan orang tersebut memberikan reaksi secara perlahan-lahan.
Kenanglah bersama-sama peristiwa-peristiwa yang membuat orang tersebut penting bagi anda.
Jika anda berdua begitu tersentuh, tolong kirimi saya salinan kesaksian anda tersebut ke erick.iskandar@lighthousetraining.org
Dengan mengekspresikan rasa syukur kita melalui pemberian rekognisi bagi orang terdekat kita, secara langsung kita menciptakan emosi positif yang akan memampukan kita memiliki "tameng" ampuh untuk menetralisir emosi-emosi negatif yang muncul saat kita menghadapi berbagai tantangan permasalahan hidup.
To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you. (Lewis B. Smedes)
Salah satu tantangan tersulit dalam kehidupan kita adalah tantangan terkait relasi kita dengan orang lain. Setiap dari kita pasti pernah terluka oleh sikap / perilaku orang lain baik karena ia sengaja maupun tidak ia sengaja. Saat menghadapi luka dan kesulitan terkait relasi tersebut, kita akan mengalami emosi negatif terkait rasa kesal, kecewa, marah, bahkan benci dan dendam.
Memaafkan adalah mengenai MEMBEBASKAN diri kita dari emosi-emosi negatif tersebut. Rasa kesal / benci / dendam yang membebani hati kita merupakan racun yang perlu kita lepaskan. Seperti yang Nelson Mandela katakan bahwa "Kebencian dan dendam adalah ibarat seperti kita yang meminum racun dan berharap musuh kita akan mati karenanya".
Dengan memaafkan, kita mendapatkan kembali rasa bahagia kita yang sempat hilang. Dengan memaafkan, kita dapat melenting kembali dan move on dari luka dan kekecewaan yang kita alami. Para peneliti di bidang Psikologi telah menemukan begitu banyak dampak positif dari MEMAAFKAN. Dan yang menarik adalah: memaafkan tidak harus melibatkan dua orang, cukup diri kita sendiri dengan melakukan teknik powerful berikut seperti dalam tayangan video inspiratif ini:
Di bagian resources / sumber daya ini anda akan mendapati workbook yang disusun oleh Prof. Everett Worthington dengan menggunakan metode REACH. Workbook ini adalah alat bagi anda untuk melakukan Self-Coaching dan self directed learning.
REACH adalah akronim untuk:
R: Recall the hurt.
E: Empathize with the one who hurt you.
A: Altruistic gift of forgiveness.
C: Commit to the forgiveness you experienced.
H: Hold on to forgiveness when you doubt.
Anda dapat menggunakan workbook di bawah ini dengan melakukan download dan print, kemudian menulis manual di bagian yang telah disediakan.
Atau anda juga bisa melakukan download terlebih dahulu dan kemudian mengisi secara langsung pada bagian yang telah disediakan.
Tanggal 28 September 2018 Pk. 18.02 WITA terjadi gempa bumi Palu dengan kekuatan M7,4. Korban meninggal gempa itu mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar 1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berada di luar Sulawesi.
Sekarang Palu sudah bangkit. Mari, rileks sejenak dan terseraplah dalam alunan musik indah berikut ini.
Anda telah berada di akhir pembelajaran online course "SHINING THROUGH ADVERSITY" ini. Seperti warga Palu yang saat ini sudah bangkit, apapun yang pernah anda alami, waktunya sekarang untuk bangkit. Perjalanan kita masih panjang. Teruslah melangkah maju.
"Kita semua boleh jatuh, tapi harus bangkit kembali"
Kita memiliki kekuatan untuk bangkit dari rasa sakit, untuk melenting saat terbanting, untuk tetap berpengharapan ditengah keterpurukan, dan untuk maju melangkah kendati diri sedang goyah.
Pertanyaan pentingnya: bagaimana caranya mengakses kekuatan mental kita agar kita mampu menjadi pribadi yang BERDAYA TAHAN tinggi terhadap kesulitan yang hadir dalam keseharian hidup kita?
Atau pertanyaan penting lainnya:
• Bagaimana caranya untuk bisa cepat “Move-on” dari keterpurukan?
• Apa yang perlu dilakukan untuk tetap optimis saat sedang “jatuh”?
• Bagaimana cara mengelola emosi-emosi negatif yang muncul saat menghadapi kesulitan?
• Bagaimana cara menciptakan emosi yang lebih positif untuk menjadi penangkal stres?
• Apa yang perlu dilakukan untuk melepas beban emosi negatif di masa lalu?
Online course ini akan menjadi pendamping anda untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setiap content dalam course ini dirancang dan dikembangkan dengan pendekatan ilmu Psikologi Positif dan teknik Neuro Linguistic Programming yang memiliki dasar “scientific” yang terjamin dan bedampak bagi peningkatan daya lenting / resilience diri.
Online course ini bersifat PRAKTIKAL yang berisikan berbagai variasi metode pembelajaran, mulai dari video lecture, reflective learning, workbook, self-coaching, relaxation technique, assessment, dsb yang akan membantu anda melakukan perubahan perilaku untuk meningkatkan daya lenting / resilience anda.
Melalui online course ini, anda akan mampu untuk:
• Mengelola emosi negatif yang muncul saat menghadapi kesulitan.
• Memilih orang yang tepat untuk mendukung anda saat mengalami keterpurukan.
• Menumbuhkembangkan mindset OPTIMISME.
• Menggali dan menemukan MAKNA dari kesulitan yang dihadapi.
• Menciptakan RASA TENANG di tengah kegalauan / kekalutan.
• Menciptakan emosi positif sebagai penangkal rasa stress.
• Melakukan proses MEMAAFKAN terkait luka di masa lalu.
Online course ini bertujuan untuk membantu anda MENGAKSES kekuatan MENTAL dan PSIKOLOGI anda sendiri agar mampu tetap MELENTING saat menghadapi berbagai kesulitan dalam keseharian hidup.
Online course ini adalah untuk anda jika anda ingin menumbuhkembangkan daya lenting / resilience saat menghadapi berbagai tantangan kesulitan hidup dalam keseharian.