
Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip desain visual adalah kunci untuk menciptakan desain UI dan prototype yang tidak hanya menarik secara visual tapi juga fungsional. Di video ini kita akan membahas salah satu prinsip desain yang paling krusial namun sering terlewatkan, yaitu 'emphasis'. Dengan mempraktekkan cara memberikan 'emphasis' pada desain UI, kita akan lebih mahir dalam mengarahkan perhatian pengguna ke tempat yang tepat. Di video berikutnya, kita akan menjelajahi prinsip desain visual lainnya, yaitu hierarki. Sampai jumpa di video selanjutnya.
Pada video kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting dalam dunia desain visual: hirarki. Apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana membuat desain yang menarik dan efektif? Jawabannya adalah dengan memahami hirarki dan cara mengarahkan perhatian pengguna dengan bijak. Dalam video ini, kita akan memahami secara detail esensi hirarki dalam desain visual. Kamu akan belajar bagaimana mengatur elemen-elemen visual secara strategis untuk menarik perhatian pada informasi yang paling penting, serta bagaimana mengatur urutan dan ukuran elemen-elemen untuk menciptakan hierarki yang jelas dan mudah dipahami. Pada Penjelasannya, Dr. Panca akan memberikan contoh konkret dan tips praktis tentang cara mengimplementasikan prinsip hirarki dalam desain grafis, web, dan media visual lainnya. Dengan memahami konsep ini, kamu akan dapat menciptakan desain yang lebih efektif, menarik, dan mudah dimengerti oleh pengguna.
Dalam dunia desain, memahami skala dan proporsi adalah kunci untuk menciptakan komunikasi visual yang efektif. Skala merujuk pada ukuran relatif suatu elemen terhadap elemen-elemen lain dalam desain, sementara proporsi mengacu pada hubungan harmonis antara bagian-bagian yang berbeda dalam suatu karya. Dalam video ini, kita akan dijelaskan oleh Dr. Panca seberapa pentingnya memahami skala dan proporsi dalam menciptakan desain yang menarik dan mudah dipahami oleh audiens. Kita akan membahas bagaimana memilih skala yang tepat untuk berbagai elemen desain, mulai dari teks hingga gambar, serta bagaimana proporsi dapat digunakan untuk menciptakan keselarasan visual yang memikat. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar skala dan proporsi, kita akan dapat mengarahkan perhatian audiens dengan lebih efektif, memperkuat pesan yang ingin disampaikan, dan meningkatkan daya tarik visual dari sebuah karya desain.
Dalam video ini, kita akan menjelajahi prinsip penting dalam desain visual: Unity (kesatuan) dan Variety (variasi). Dr. Panca, akan menjelaskan prinsip desain visual: unity & variety dan bagaimana mereka berperan dalam membentuk karya-karya visual yang menakjubkan. Dengan penekanan pada keseimbangan dan harmonisasi, kita akan belajar bagaimana mengidentifikasi dan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam proyek-proyek desain visual kita.
Kita yang akan membahas mengenai alat-alat desain yang sangat penting bagi UI/UX designer. Dr. Panca membahas tiga alat desain utama: Figma, Sketch, dan Balsamiq. Dengan pemahaman mendalam tentang alat-alat ini, kita akan siap untuk memulai perjalanan dalam dunia desain UI/UX. Jadi, saksikan video ini untuk mendapatkan wawasan yang berharga tentang Figma, Sketch, dan Balsamiq, dan tingkatkan keterampilan desainmu!
Dalam video ini, Dr. Panca Hadi Putra akan memandu Anda melalui seluruh proses pembuatan UI/UX desain sebuah aplikasi mobile, mulai dari tahap awal membuat wireframe, melanjutkan ke pembuatan mockup, hingga akhirnya menghasilkan prototipe yang interaktif. Cocok untuk pemula, video ini akan membantu Anda memahami konsep dasar dalam setiap langkah tersebut dan bagaimana menggunakan Figma untuk menciptakan desain visual yang menarik serta aplikasi yang berfungsi dengan baik.
Halo, selamat datang di Lumigi bersama saya Panca Hadi Putra. Pada video kali ini kita akan belajar menggunakan Figma dari 0 dengan mendesain user interface dan membuat prototype aplikasi mobile!
Tapi sebelum itu, apa sih bedanya UI dengan UX?
UI (User Interface) dan UX (User Experience) adalah dua aspek yang sangat berhubungan tetapi berbeda.
UI berkaitan dengan tampilan dan interaksi visual dari suatu produk atau aplikasi dengan pengguna. Dalam kata lain, tujuan dari UI lebih fokus pada tampilan seperti dalam elemen-elemen berbentuk tombol, icon, teks, warna, dan layouting.
Sementara itu, UX mencakup keseluruhan aspek pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan produk atau aplikasi, termasuk UI, perasaan, persepsi, dan efisiensi pengguna dalam mencapai tujuan mereka saat menggunakan produk tersebut.
Jadi pertama-tama, kita akan membuat wireframe atau low-fidelity design dari aplikasi kita. Wireframe ini biasanya sangat sederhana, fokusnya adalah pada fungsi, tata letak, dan navigasi, tanpa elemen-elemen desain grafis seperti warna atau gambar.
Setelah kita buat wireframe, kita akan membuat high-fidelity design atau mockup yang lebih mendetail dari wireframe. Pada desain mockup, kita sudah mulai mempertimbangkan desain visual seperti warna, gambar, dan tipografi. Tujuan dari mockup ini adalah untuk menunjukkan bagaimana desain akhir aplikasi kita akan tampak oleh pengguna, jadi aspek estetika visualnya adalah hal sangat penting.
Nah, terakhir, berdasarkan mockup yang sudah kita buat, kita merancang prototype yang interaktif dan siap diujicobakan dengan calon pengguna. Yuk, kita mulai desain!