
Halo! Selamat datang di kursus “Growth Conversation: "Teknik Percakapan untuk Memfasilitasi Pertumbuhan Optimal". Pernahkah kamu merasa bahwa ada orang lain yang tampak mengalami kesulitan untuk berkembang, padahal kamu melihat adanya potensi yang dimilikinya? Permasalahannya, kamu tidak mengetahui bagaimana caranya untuk membuka potensi mereka sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan dapat bertumbuh menjadi versi terbaik mereka yang selaras dengan pertumbuhan organisasi tempat mereka bekerja.
Pertumbuhan sebuah organisasi, pasti diiringi dengan pertumbuhan individu yang ada di dalamnya. Didalam kursus ini, kami akan berbagi bagaimana cara memfasilitasi orang lain untuk bertumbuh sesuai dengan keunikan mereka dengan menggunakan metode Growth Conversation. Ingin tahu pembahasannya lebih lanjut? Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Selamat datang di kursus Growth Conversation, “Teknik Percakapan Untuk Memfasilitasi Pertumbuhan Optimal”. Pada kursus ini, kita akan belajar mengenai Growth Conversation sebagai sebuah teknik memfasilitasi orang lain untuk bertumbuh sesuai dengan kekhasan yang dimiliki berbasis data. Kita akan belajar secara komprehensif mengenai Coaching sebagai Fondasi melakukan Growth Conversation, Growth Management dan Growth Inventory. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan belajar mengenai filosofi coaching. Untuk dapat melaksanakan coaching yang efektif dan optimal. Terdapat beberapa kompetensi menurut ICF atau International Coaching Federation yang teman teman butuh untuk kuasai. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai Mindset Seorang Coach. Mindset apa sih yang dibutuhkan sebagai coach. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai 4 Kompetensi Penting Seorang Coach. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Video ini merupakan lanjutan dari pembahasan video sebelumnya, yaitu Kompetensi Penting Seorang Coach [Bagian 1]. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai bagaimana cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Memfasilitasi Pertumbuhan. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai Model iGrow. Model iGrow yaitu model yang sangat umum digunakan untuk coaching. Model iGrow ini terdiri dari lima tahapan, apa saja kelima tahapan tersebut? Yuk, langsung kita masuk kedalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai Definisi Growth Management.
Pada sesi ini kita akan membahas mengenai growth management. Sesi sebelumnya teman teman sudah belajar banyak belajar tentang teknik coaching yang akan digunakan sebagai salah satu pendekatan yang dipakai di growth conversation. Sementara growth conversation itu sendiri adalah bagian dari konsep besar yang disebut dengan growth management. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Setelah mempelajari apa itu growth management, kali ini kita akan membahas mengapa kita menggunakan growth management. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Setelah mempelajari mengapa kita menggunakan growth management, kali ini kita akan membahas bagaimana model kepemimpinan di Kompas Gramedia. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Video ini merupakan lanjutan dari pembahasan video sebelumnya, yaitu Model Kepemimpinan Kompas Gramedia [Bagian 1]. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Setelah mempelajari bagaimana model kepemimpinan di Kompas Gramedia, kali ini kita akan membahas bagaimana penerapan growth management. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Setelah mempelajari bagaimana penerapan growth management, kali ini kita akan membahas apa saja prinsip prinsip dasar growth management. Dalam melakukan Growth conversation akan lebih banyak proses proses reflektif yang membantu seorang individu untuk bertumbuh sesuai dengan versi terbaik nya. Untuk melakukan growth conversation Ada 5 prinsip yang harus menjadi acuan pada saat kita melakukan growth conversation. Prinsip dasar ini dibutuhkan untuk memahami coachee kita sebagai manusia yang utuh. Bahwa setiap manusia pasti memiliki sesuatu yang mendorong mereka untuk melakukan sesuatu. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Video ini merupakan lanjutan dari pembahasan video sebelumnya, yaitu Prinsip Dasar Growth Management [Bagian 1]. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Setelah mempelajari apa saja prinsip prinsip dasar growth management, kali ini kita akan membahas referensi topik dialog di dalam growth conversation. Topik yang biasanya akan menjadi dialog dalam growth conversation ada purpose alignment, meaning making. Bagaimana ia memaknai dirinya hari ini, kegiatan kegiatannya, role nya atau apapun yang dialami. Kemudian apa interest dan passionnya, bagaimana impact based performancenya. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai dasar dan definisi growth inventory. Kali ini saya akan membawakan tentang growth inventory sebagai pengukuran dan beberapa research findings nya. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan growth inventory. jadi Growth inventory adalah kumpulan traits asesmen. terkait asesmen ini sudah didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh growth center secara ekstensif. Di dalam grup inventori ini terdapat tujuh trit yang diukur yang pertama adalah Mindset, Grit, Curiosity, Humility, creativity, meaning making and purpose in life. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Video ini merupakan lanjutan dari pembahasan video sebelumnya, yaitu Definisi dan 7 Traits dalam Growth Inventory [Bagian 1]. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Pada video kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai hubungan antar traits dalam growth inventory. Traits merupakan satu kesatuan yang tidak berdiri sendiri sendiri. Melalui penelitian yang dilakukan oleh growth center dengan jumlah responden cukup banyak menemukan adanya hubungan antara ke tujuh traits ini. Berikut beberapa contoh yang menunjukkan bahwa traits traits ini berhubungan dengan satu dengan yang lainnya. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Di dalam asesmen-asesmen sendiri ada beberapa traits yang memiliki dimensi, ada yang dua dimensi ada yang tiga dimensi dan ada juga yang bentuknya range. Traits yang pertama adalah mindset. Mindset disini sifatnya kontekstual dan bentuknya spektrum. Traits selanjutnya adalah grit, grit disini memiliki dua dimensi yang pertama adalah consistency of interest atau passion dan yang kedua adalah perseverance. Kedua dimensi tersebut akan berkontribusi terhadap tipologi yang ada. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Merupakan lanjutan pembahasan dari video sebelumnya. Yuk, langsung kita masuk ke dalam materinya!
Kita sudah sampai di akhir pembelajaran. Sebelum kita tutup, mari kita simpulkan pembelajaran kita. Semoga materi kami dapat membantu lebih banyak individu untuk bertumbuh sesuai dengan keunikannya masing masing dan bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka yang selaras dengan pertumbuhan organisasi.
Terima kasih sudah belajar bersama kami dalam kursus “Growth Conversation: Teknik Percakapan untuk Memfasilitasi Pertumbuhan Optimal". Sampai berjumpa dilain kesempatan.
Terima kasih dan selamat! Kamu telah menyelesaikan kelas ini hingga tahap akhir. Untuk meningkatkan kualitas baik produk atau layanan Kognisi.id kami butuh pendapat dan masukkan dari Anda dengan mengisi form evaluasi kelas berikut ini.
Profil Pengajar:
Arki Sudito
CEO Growth Center Kompas Gramedia
Pengalaman Arki Sudito sebagai praktisi HR dan manajemen strategi sudah tidak diragukan lagi. Sebelum menggeluti karirnya di Kompas Gramedia, beliau juga memiliki pengalaman di beberapa perusahaan ternama seperti Unilever dan Accenture. Dengan purpose membantu orang menemukan keberanian mereka untuk tumbuh dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri untuk menjadikan dunia ini lebih baik dan inklusif, Arki Sudito terus mengembangkan Growth Center menjadi sebuah platform untuk mengoptimalisasi pertumbuhan dan keunikan individu.
Andrea Lusi Anari
Co-Founder & COO Growth Center
Praktisi HR yang sudah pernah mengelola fungsi HR di beberapa unit bisnis dan industri di Kompas Gramedia. Dengan purpose mendefinisikan kembali segala aturan yang ada dengan memberikan ruang kepada manusia untuk bertumbuh, Andrea Lusi Anari saat ini mengembangkan Growth Center menjadi sebuah platform untuk mengoptimalisasi pertumbuhan dan kekhasan manusia.
Aviana Handoko
Assessment Analyst Growth Center
Setelah menekuni bidang psikologi pada masa kuliah, Aviana Handoko memiliki ketertarikan dalam mendalami bidang HR untuk dapat membantu banyak individu bertumbuh dan berkembang sesuai dengan versi terbaik dari diri mereka masing-masing. Oleh karena itu, saat ini Aviana Handoko berperan sebagai Assessment Analyst di Growth Center (powered by Kompas Gramedia) dan aktif terlibat dalam penelitian, pengembangan, dan melakukan analisa data dari beberapa traits assessments.
Deskirpsi Kelas
Setiap orang pasti selalu ingin terus bertumbuh. Baik dalam konteks pekerjaan, maupun dalam konteks pribadi. Namun, tidak semua orang mengetahui ke arah mana ia ingin bertumbuh atau bahkan tidak mengenal karakteristik pribadinya yang dapat menunjang pertumbuhan mereka. Kursus ini akan membantu kamu untuk memfasilitasi pertumbuhan orang lain dengan lebih optimal melalui metode Growth Conversation. Growth Conversation adalah metode yang dikembangkan oleh Growth Center melalui proses reflektif terstruktur untuk membantu individu bertumbuh menjadi versi terbaik dirinya dan selaras dengan pertumbuhan organisasi.
Kondisi Ideal dan Faktual
Banyak dari pimpinan/ seorang atasan/ lead/ supervisor/ manager di perusahaan-perusahaan Indonesia mengalami tantangan dalam mengoptimalkan potensi karyawan melalui teknik coaching. Menurut artikel SWA Online (2023), terdapat kebiasaan-kebiasaan buruk dalam pelaksanaan coaching yang masih umum terjadi. Beberapa di antaranya termasuk ketidakmampuan menjadi pendengar yang baik, memberikan terlalu banyak informasi, solusi, dan instruksi, menyalahkan orang lain, memaksakan pendapat, serta hanya fokus pada masalah. Dampak dari kurangnya perhatian terhadap pelaksanaan coaching yang tepat adalah rendahnya efektivitas coaching dalam mengoptimalkan potensi karyawan. Hal ini berpotensi mengakibatkan karyawan tidak merasakan manfaat yang seharusnya mereka peroleh dari sesi coaching, yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan karir mereka dan memengaruhi hubungan interpersonal di lingkungan kerja.
Secara ideal, di era transformasi masa kini terdapat narasi bahwa pekerjaan tidak lagi hanya mengandalkan satu jenis kompetensi saja. Menurut data dari World Economic Forum, dalam lima tahun mendatang, sebagian besar dari kita akan memerlukan reskilling atau penambahan kompetensi baru agar tetap relevan dalam dunia industri yang terus berubah. Oleh karena itu, karyawan dan pekerja perlu mencapai pertumbuhan yang optimal, baik dalam hard skill maupun soft skill dari waktu ke waktu. Dalam konteks ini, investasi perusahaan dalam pengembangan karyawan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi dinamika perubahan yang terus berlangsung di dunia kerja. Salah satu cara untuk mengoptimalkan pengembangan karyawan adalah dengan memberikan coaching pada karyawan. Coaching merupakan proses menggali dan membantu orang lain dalam mencapai suatu tujuan atau goalsnya. Sebuah penelitian oleh Maharani dan Widiartanto (2017) juga menunjukkan bahwa coaching pada karyawan memiliki dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan keterampilan, motivasi, kepuasan kerja, serta membantu dalam pengembangan karir dan memperbaiki hubungan interpersonal.
Peluang Karier dari Apa yang akan dilatih
Dalam era perubahan saat ini, kebutuhan untuk meningkatkan potensi karyawan semakin meningkat. Salah satu metode untuk mencapai hal ini adalah dengan memberikan bimbingan, dorongan, dan panduan kepada karyawan melalui proses coaching yang dilakukan oleh atasan mereka. Sayangnya menurut penelitian yang dilakukan oleh University of California pada tahun 2015, tidak semua perusahaan mengintegrasikan coaching dalam manajemen kinerja mereka. Dampak dari hal ini adalah kurangnya pemanfaatan potensi karyawan di dalam perusahaan.
Hasil temuan ini menyoroti pentingnya memiliki seorang atasan/ lead/ supervisor/ manager yang memiliki kemampuan untuk memberikan coaching sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas dan potensi karyawan di perusahaan tersebut.
Metode Pembelajaran
Self-Paced Learning atau metode pembelajaran mandiri yang dapat diakses selama 24 jam secara fleksibel dimana saja dan kapan saja.
Aktivitas Pembelajaran
Megakses Growth Inventory
Menyaksikan 23 Video Materi
Mengerjakan 20+ Soal Kuis
Membaca Ringkasan Materi
Mengerjakan Uji Keterampilan
Mengisi Survei Kepuasan Belajar dan Evaluasi Kursus
Estimasi Durasi Kelas
Total Durasi belajar 9 jam, dari:
Mengisi Growth Inventory: 30 Menit
Video: 2 Jam, 30 Menit
Kuis: 2 Jam
Ringkasan Materi: 1 Jam
Uji Keterampilan: 3 Jam
Isi Survei: 30 Menit
Materi yang Akan Dipelajari
Definisi Coaching
Pilar Kompetensi Coaching
Mindset Seorang Coach
iGrow Model
Growth Management
Growth Inventory
Game Based Assessment
Perlengkapan yang Perlu Disiapkan
Laptop/PC yang terhubung ke internet
Koneksi internet yang stabil
Aplikasi pembuka file *PDF