
KURIKULUM
KETRAMPILAN DASAR TELEMARKETING
1.Konsep Telesales
2.Sikap dan Perilaku Profesional Telesales
3.Ketrampilan Komunikasi Verbal
4.Menyusun Daftar Prospek Telesales
5.Teknik Bertilpon untuk Telesales
6.Menyusun Skrip Kontak
7.Melakukan Kontak dengan Prospek
8.Menggali Kebutuhan Prospek
9.Mengajukan Solusi dan Closing
10.Menghadapi Hambatan Penjualan dalam Telesales
Bagian 02:
Konsep Telesales
Pelajaran 02: Pengantar
Pelajaran 03: Apakah telemarketing lebih efektif?
Pelajaran 04: Hukum Sepertiga
Pelajaran 05: Jangan Menyerah
Pelajaran 06: Kemampuan Dasar Telemarketing
Pelajaran 03:
Apakah telemarketing lebih efektif daripada canvassing?
Rata-rata dalam 4 jam tilpon, anda bisa menghubungi 60-80 pelanggan (canvassing 20-40 outlet)
Manfaat terbaik tilpon adalah bisa menghubungi banyak pelanggan
Canvassing menemukan perusahaan “baru” dan mendapatkan alamatnya, yang sebenarnya sudah anda ketahui
Pelajaran 04:
Hukum SEPERTIGA
•300 bertilpon = 100 kontak.
•100 kontak = 30 target baru.
•30 target baru = 10 janji baru
•10 janji baru = 3 prospek mantap.
•3 prospek mantap = 1 LAKU !
Pelajaran 05:
Jangan Menyerah
•80% dari semua penjualan terjadi setelah 5 kali calls
•48% dari orang sales menyerah pada usaha pertama
•25% berikutnya menyerah pada usaha kedua
•12% berikutnya menyerah pada usaha ketiga
•5% berikutnya menyerah pada usaha ke empat
HANYA 10% DARI SEMUA ORANG SALES
YANG AKAN BERKOMPETISI DALAM BISNIS
Pelajaran 06:
KEMAMPUAN DASAR TELEMARKETING
1. Bersahabat (Friendliness)
1)Berusaha untuk meciptakan suasana positif
2)Mampu membina hubungan baik dalam beberapa detik
3)Bersikap bersahabat
4)Berkepribadian matang dan mau mendengarkan
5)Tidak pushy atau memaksa sehingga beresiko menakuti pelanggan potensial
6)Membangun kepercayaan antara telemarketer dengan pelanggan
2. Komunikasi yang Baik - Good Communication
1)Ketrampilan berkomunikasi sangatlah vital
2)Mudah memahami kemauan pelanggan
3)Santai dan tidak kaku yang terlatih
4)Mampu membaca tanda-tanda
5)Mudah membawa pelanggan dalam pembicaraan
6)Sabar
7)Berkemauan untuk menjelaskan secara rinci
8)Memberikan respons dengan positif atas pertanyaan pelanggan
3. Pengetahuan Produk - Product Knowledge
1)Pengetahuan produk sangat vital
2)Mengenal produks secara rinci akan mengarahkan pelanggan potensial
3)Jawaban akurat mengenai pertanyaan yang sering (FAQ) mencegah kehilangan pelanggan
4. Kemampuan Membujuk - Persuasiveness
1)Kemampuan membujuk terutama yang berkaitan dengan nilai dan pentingnya (alasan) membeli
2)Sikap dan kemampuan mengajukan value proposition
3)Berkemampuan mendemosntrasikan
4)Berkemampuan berada pada pandangan pelanggan, menangani keberatan, dan efektivitas closing the sales
Bagian 03:
Sikap dan Perilaku Profesional Telesales
Pelajaran 07: Pengantar
Pelajaran 08: Lakukan Sikap yang Benar
Pelajaran 09: Menggerakkan diri untuk Sukses
Pelajaran 10: Percaya pada diri-sendiri
Pelajaran 11: Jangan BERASUMSI
Pelajaran 12: Komunikasi dalam Telesales
Pelajaran 13: Selalu SIAP
Pelajaran 14: Menangani semua calls secara professional
Pelajaran 15: Tutup setiap tilpon dengan profesional
Pelajaran 16: Peningkatan Produktivitas dengan
Pengelolaan Waktu
Pelajaran 08: Lakukan Sikap yang Benar
1.Rasa kesuksesan
2.Bertindak telah sukses
3.Dan anda akan menjadi Sukses
4.Berpenampilan buat anda sendiri, bukan buat orang lain
5.Nikmati menjual dengan tilpon
6.Fokuskan pada kebutuhan pelanggan bukan anda
7.“Bekerja lebih jauh”
8.Selalu gunakan nama pelanggan
9.Mencatat setiap calls
10.Jaga janji anda
11.Tindak-lanjuti
1.Senyum
2.Hanya memerlukan sedetik namun terkenang selamannya
3.Memperpendek jarak antara 2 orang
4.Lengkung kecil yang membuat segalanya menjadi lancar.
Antusias – lakukan yang perlu dilakukan, karena “saya menjual diri sendiri”
Pelajaran 09:
Menggerakkan diri untuk Sukses
1.Mempunyai sasaran pribadi
2.Berapa target tilpon harian yang ditentukan
3.Berapa jumlah perjanjian yang dibuat
4.Berapa jumlah sales yang akan dibuat
5.Berapa kenaikan target yang harus dicapai
6.Berapa customer service calls yang dibuat
7.Tantang rekan satu shift untuk berkompetisi
8.Berikan hadiah bagi diri sendiri bila mencapai target
Pelajaran 10:
Percaya pada diri-sendiri
1.Mempunyai kepercayaan DIRI sendiri dan produk anda pengetahuan menimbulkan kepercayaan diri
2.KETAHUI segala hal yang berkaitan dengan produk, jasa, dan manfaatnya
3.Ketidakjelasan adalah benih ketidakpastian
4.Minta bukti testimoni atau referensi dari pelanggan yang puas – jadikan mereka referensi dalam tilpon anda
5.Berdiri untuk tilpon yang penting (masuk dan outbound)
1)Otak bisa berpikir 2-3 kali lebih cepat bila anda berdiri
2)Anda akan lebih kuat dan waspada (alert)
3)Anda juga bisa menghentikan gangguan dari orang lain karena mereka tau bahwa anda sedang menilpon yang penting
Pelajaran 11:
Jangan BERASUMSI
1.Dengarkan pelanggan dengan seksama
2.JANGAN BERASUMSI
3.Ketika Tuhan menciptakan manusia, Dia memberi dua telinga dan satu mulut, gunakanlah sesuai perintahNYA
4.Cari tahu sebisanya pelanggan anda
5.Semakin banyak mendengarkan semakin banyak pula anda menjual
6.Hindari interupsi
7.Semakin banyak anda mendengarkan maka anda akan mendapatkan sinyal membeli dan minat pelanggan
8.Semakin banyak anda berbicara, semakin mungkin mereka pergi...
9.Orang akan semakin banyak berbicara bila mengenai dirinya
10.Gunakan uji-coba penutupan secara reguler –
1)“Bila anda membeli mebel, warna apa yang sesuai ...”
2)“Bila anda order, kapan bisa dilakukan...?
Pelajaran 12:
Komunikasi Verbal dalam Telesales
1.Dalam tele marketing anda tidak bisa melihat sinyal non verbal
2.Dengan demikian anda hanya beroperasi secara efektif pada kurang dari 45%
3.Anda harus memperbaiki vokabulari dan cara anda mengatakannya
4.Ingat, pelanggan TIDAK MELIHAT anda
1.Anda tidak bisa menunjukkan suatu produk
2.Anda tidak bisa menunjukkan brosur tulisan
3.Mereka tidak bisa melihat bahwa anda jujur (sopan dan santun sepanjang hari)
4.Anda tidak bisa melihat reaksi mereka
5.Anda perlu untuk menunjukkan keberadaan anda dengan jelas dan meyakinkan, mendapatkan umpanbalik mereka, mengetahui kapan harus meminta order dan tetap terhubung.
6.Jangan:
1.Jangan berteriak
2.Jangan menggunam
3.Jangan bicara cepat
4.Jangan gunakan kata “mungkin”, “mudah-mudahan”, “barangkali”, “kebetulan”, “minggu depan”
7.Bersikap jujur
8.Buatlah prospek untuk mengatakan “YA” sesering mungkin dalam pembicaraan
9.Bungkukkan badan ketika mengajukan pertanyaan positif
10.Gunakan BAHASA POSITIF
•“Saya yakin” atau “saya pastikan” atau “saya tahu”
11.Banyak gunakan pertanyaan untuk tetap menjaga dan mendapatkan umpanbalik
12.Gunakan pertanyaan penutup seperti “akankah?”, “bukan?” , “jadi”
Pelajaran 13:
Selalu SIAP
1.P roper (benar)
2.P lanning (terencana)
3.P revents (terhindar)
4.P athetically (memahami)
5.P oor (jangan lemah)
6.P erformance (prestasi)
Dalam rangka melakukan penjualan dengan tilpon, membuat perjanjian, mengambil order, anda harus MENGUASAI:
1)Sejarah, jalannya perusahaan, dan staf
2)Apa yang dijual perusahaan
3)Fakta product/service, features, dan manfaat (benefits)
4)Daftar harga, formulir order, syarat dan ketentuan
5)Pesaing (competitors)
6)Mencatat semua tilpon
7)Mengkinikan catatan secara rutin
Pelajaran 14:
Menangani semua calls secara professional
1.Terdapat empat tipe tilpon masuk:
1)ORDERS
2)COMPLAINTS
3)SALES LEADS/ENQUIRIES (meminta informasi)
4)GENERAL QUERIES ABOUT ORDERS etc (pertanyaan umum)
2.Senyum, angkat tilpon sebelum dering ketiga
Lakukan:
1.5 S – Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun. Sabar
2.Tutup dengan TS – terima kasih dan salam
3.INGAT – JANGAN BERASUMSI APAPUN
3.IMPRESI AWAL berlaku selamanya
4.Katakan dengan nada hangat, bersahabat, positif, profesional, membantu, sopan santun, beretiket.
5.Jangan berkata dengan nada meledek, sibuk, “jauh” atau tidak berminat.
Pelajaran 15:
Tutup setiap tilpon dengan profesional
Langkah menutup tilpon dengan benar:
1.Konfirmasikan dengan penilpon, setuju dengan rinciannya
2.Berterima kasih atas tilponnya/permintaannya/ pembeliannya.
3.Meminta untuk tilpon kembali berikutnya.
4.Meminta bantuan (bila sesuai) – bagaimana menghubunginya, dsb
5.Tinggalkan kesan yang baik
6.Katakan salam
7.Letakkan tilpon belakangan
Pelajaran 16:
Peningkatan Produktivitas dengan Pengelolaan Waktu
1.Monitor bagaimana anda saat ini menggunakan waktu
2.Kalkulasikan berapa banyak waktu anda yang berharga
3.Buat jadwal harian
4.Buat prioritas
5.Belajar mengatakan tidak
6.Buang gangguan dan pemborosan waktu
7.Tetap jaga sesuai rencana
8.Pilih tempat dan waktu untuk istirahat
9.Satukan pekerjaan yang sama
10.Cegah interupsi
11.Usahakan terorganisir
Mengapa harus menunggu sukses bila anda bisa mengaturnya?
Bagian 04:
Ketrampilan Komunikasi Verbal
Pelajaran 17: Pengantar
Pelajaran 18: Apa Komunikasi?
Pelajaran 19: Proses Komunikasi
Pelajaran 20: Hambatan Komunikasi
Pelajaran 21: Memperbaiki Efektivitas Komunikasi
Pelajaran 18:
Apa Komunikasi?
Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi; ide-ide, dan sikap dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi adalah proses interaksi bermakna di antara manusia.
Bagaimana Kita Berkomunikasi?
1.Kata (verbal) – 7%
2.Suara (kualitas dan nada) – 38%
3.Visual (non-verbal) - 55%
ESENSINYA:
1.PROSES PRIBADI
2.TERJADI ANTAR MANUSIA
3.MELIBATKAN PERUBAHAN PERILAKU
4.BERMAKSUD MEMPENGARUHI ORANG LAIN
5.EKSPRESI PIKIRAN DAN EMOSI MELALUI KATA DAN TINDAKAN
6.ALAT UNTUK MENGKONTROL DAN MEMOTIVASI ORANG
7.PROSES SOSIAL DAN EMOSIONAL
Cara yang paling umum ketika kita berkomunikasi
1.Berbicara
2.Tertulis
3.Visual (gambar)
4.Bahsa Tubuh
Pelajaran 19:
PROSES KOMUNIKASI
Source (Sumber):
1.Mengapa berkomunikasi?
2.Apa yang dikomunikasikan
3.Kegunaan komunikasi
4.Akurasi informasi yang dikomunikasikan
Encoding:
1.Proses menyampaikan informasi dalam bentuk yang bisa dikirimkan
2.Kemampuan mengubah informasi
Saluran Komunikasi
1.Surat
2.e-Mail,
3.Memo,
4.Laporan
Decoding:
1.Mendengarkan aktif
2.Membaca informasi dengan hati-hati
3.Bertanya agar lebih mengerti
4.Audiens atau individu
Penerima:
1.Pengetahuan sebelumnya
2.Blokade pada pikiran penerima
3.Dilingkupi oleh gangguan
Umpan-balik:
1.Reaksi Verbal dan Reaksi Non-Verbal
2.Umpanbalik Positif dan Umpan balik Negatif
Konteks;
1.Berbagai budaya (korporasi, Internasional, Regional)
2.Bahasa
3.Lokasi atau tempat (Kantor, Auditorium, Ruang, dsb).
4.Situasi
Pelajaran 20:
Hambatan Komunikasi
1.Bising
2.Medium tidak sesuai
3.Asumsi/Misconceptions
4.Emosi
5.Perbedaan bahasa
6.Buruknya teknik mendengarkan
7.Gangguan
Pelajaran 21:
Memperbaiki Efektivitas Komunikasi
1.PERBAIKI STRUKTUR KALIMAT
2.PERBAIKI PENGUCAPAN (PRONUNCIATION)
3.MENYEMPURNAKAN MODULASI SUARA
4.PERHATIKAN BAHASA TUBUH
5.BANYAK MEMBACA
6.BANYAK MENDENGARKAN
7.HINDARI MEMBACA, MENONTON, ATAU MENDENGARKAN MEDIA, GOSIP ATAU LITERATUR YANG TIDAK BAIK
8.BERINTERAKSI DENGAN ORANG YANG BERKUALITAS
9.TINGKATKAN TOPIK DISKUSI
10.MEDITASI DAN BERPIKIR POSITIF
11.MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR DAN BERBICARA
12.JANGAN BICARA TERLALU CEPAT
13.GUNAKAN KATA YANG SEDERHANA
14.JANGAN BERBICARA HANYA UNTUK PAMER
15.TAMPIL PRESENTABLE DAN PERCAYA DIRI.
Ketrampilan Dasar Telemarketing
Program ini diperuntukan bagi petugas yang akan ditempatkan di bagian telemarketing dan belum mempunyai pengalaman dalam melakukan pekerjaannya atau sudah berpengalaman namun belum pernah diberi pelatihan yang memadai. Dengan dibekali pengetahuan, ketrampilan, sikap, perilaku yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan telemarketing.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan individu menjadi seorang telemarketer yang menguasai dasar-dasar tugas dan pekerjaan telemarketer secara profesional.
Manfaat/Tujuan:
· Mempunyai sikap dan perilaku profesional sebagai telemarketer yang menguasasi tugas dan tanggungjawabnya;
· Berkemampuan untuk berkomunikasi verbal
Telemarketing merupakan strategi marketing dengan menawarkan produk atau jasa kepada pelanggannya melalui telepon. Telemarketing hingga saat ini masih digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk mempromosikan produk atau jasa kepada pelanggan melalui telepon. Biasanya seseorang yang melakukan strategi ini disebut dengan Telemarketer.
Telemarketer tentu saja mempunyai tugas dan tanggung jawabnya dalam melakukan strategi ini, berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab sebagai Telemarketing :
· Berkomunikasi dengan pelanggan
Tugas utama seorang Telemarketer tentu saja berkomunikasi dengan pelanggan. Komunikasi yang dimaksud adalah mulai dari menerima pesanan, menjawab pertanyaan dari pelanggan, mengatasi keluhan dari pelanggan dan memberikan saran kepada pelanggan.
· Melakukan Follow up
Follow up menjadi tugas seorang Telemarketer yang harus dilakukan dengan maksimal. Memastikan kembali kepada pelanggan terkait keinginannya membeli produk atau jasa tersebut.
· Menerima Feedback
Pelanggan tentu saja akan memberikan kritik atau saran yang akan disampaikan terkait produk. Telemarketer berperan penting dalam hal ini untuk menerimanya dengan baik.
KURIKULUM
KETRAMPILAN DASAR TELEMARKETING
1.Konsep Telesales
2.Sikap dan Perilaku Profesional Telesales
3.Ketrampilan Komunikasi Verbal
4.Menyusun Daftar Prospek Telesales
5.Teknik Bertilpon untuk Telesales
6.Menyusun Skrip Kontak
7.Melakukan Kontak dengan Prospek
8.Menggali Kebutuhan Prospek
9.Mengajukan Solusi dan Closing
10.Menghadapi Hambatan Penjualan dalam Telesales