Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Sales Mastery
1 students

Sales Mastery

Teknik Pemasaran Hard dan Soft Selling
Created byAcademy Dbeyond
Last updated 4/2021
Indonesian

What you'll learn

  • Hard selling
  • Soft selling
  • Perbedaan hard selling dan soft selling
  • Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan hard selling dan soft selling
  • Hard selling dan soft selling dari cara marketing

Course content

6 sections19 lectures1h 38m total length
  • Pendahuluan6:05

Requirements

  • Pekerja bagian sales dan marketing

Description

Setiap brand penting untuk mengkomunikasikan campaign yang dibuat untuk disampaikan ke seluruh target sasaran mereka. Campaign tersebut dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian target sasaran.

Berbagai cara dan strategi dibuat dan disesuaikan dengan tujuan produk dan juga target sasaran. Brand juga dapat memilih pendekatan untuk mengkomunikasikan brand lewat hard selling atau soft selling. Dua pendekatan itu memiliki dampak dan juga cara tersendiri untuk menghasilkan nilai yang maksimal untuk sebuah campaign.

Pendekatan soft selling mengkomunikasikan campaign dengan memberikan nilai-nilai yang akan didapat dari brand. Terkadang pendekatan ini digunakan untuk menyampaikan pesan tersirat dengan cerita-cerita inspiratif yang menyentuh hati.

Dalam mengkomunikasikan campaign, pendekatan ini tidak langsung mengajak audiens untuk langsung membeli. Target sasaran diajak untuk memikirkan kembali nilai-nilai yang akan didapatkan dari produknya.

Pendekatan hard selling mengkomunikasikan campaign dengan menunjukkan brand dapat mudah dijangkau oleh target sasaran. Pendekatan ini mengkomunikasikan secara langsung (to the point) tujuan dilakukan pemasaran dari campaign tersebut.

Hard selling ini dapat langsung menunjukkan harga atau promo yang sedang diadakan oleh brand. Melalui pendekatan hard selling, audiens tidak perlu memikirkan nilai-nilai sebuah produk, karena itu prosesnya juga akan lebih singkat. Pendekatan hard selling ini tidak selalu tentang harga, tapi juga mempersingkat proses atau user consideration-nya.

Pendekatan hard selling dan soft selling ini sangat bertolak-belakang dan memiliki cara penggunaan yang berbeda. Dalam mengkomunikasikan campaign terkhusus di Indonesia, apabila harganya dapat dijangkau oleh target sasaran, maka menggunakan hard selling menjadi lebih efektif.

Apabila harga dari produk tersebut cukup tinggi maka soft selling adalah pilihan yang tepat. Melalui soft selling, target sasaran akan diajak untuk melihat keseluruhan nilai dan manfaat yang akan didapatkan dari produk tersebut.


Trainer:

Bambang Mulyadi

-Penulis buku Nugget is a Big Market

-Asistant P.T. Primafood International sister Company P.T. Charoen Pokphand Indonesia yang bergerak dalam produk FMCG yaitu Chicken Nugget dengan merk

Fiesta.

Who this course is for:

  • Sales
  • Supervisor
  • Manager pemasaran