
Dalam course ini, kita akan membahas AutoCAD Revit LT suite mulai dari konsep, workflow/ alur kerja BIM dengan low-cost software, cara penggunaan tools, contoh/ soal latihan untuk penyelesaian suatu proyek sederhana, manajemen model, standarisasi BIM, serta strategi pemodelan untuk menyiasati keterbatasan fitur, keakuratan, dan adaptabilitas pemodelan terhadap revisi di tahap desain. Topik pembahasan didasarkan pada fitur pada AutoCAD Revit LT Suite 2025.
File contoh di dalam buku ini dapat di-download di sumber daya eksternal
Dalam suatu proyek, sering kali kita selalu bekerja dengan disiplin yang berbeda-beda dan saling menukar informasi yang berbeda, umumnya dalam bentuk file CAD (*.dwg). Pada tahap pre-design, kita akan menggunakan data seperti peta untuk memahami suatu site. Pada tahap skematik, data CAD dapat juga berupa denah skematik.
Autodesk Revit memiliki 100 % kompatibilitas untuk dapat membaca dan memanfaatkan data CAD ini sebagai referensi untuk tahap desain selanjutnya. Namun demikian, data CAD yang kita dapatkan sering kali belum memberikan informasi yang presisi dan dapat langsung dimanfaatkan pada langkah pemodelan lebih lanjut di Autodesk Revit.
Revit LT memiliki hampir semua kemampuan pemodelan arsitektur beserta komponennya. Pemodelan komponen struktur dasar seperti kolom, balok, pondasi, juga dapat dilakukan di dalam Revit LT.
Pembahasan bagian ini meliputi:
User Interface
Concept: Object Hierarchy
Concept: Work Plane & Constraints
Concept Sketch
Navigation
Selection
Properties
Modify/ Contextual Tab
Setiap View memiliki Properties yang berbeda (Instance Properties) yang mengatur cara kita menampilkan gambar dan objek di suatu View. Dengan demikian, setiap View dapat kita atur untuk menampilkan/ mengkomunikasikan informasi desain tertentu.
Object Styles mengatur cara penggambaran garis suatu Category di semua view, termasuk ketebalan dan style garis. Material pada objek menentukan tampilan dari notasi, pola permukaan, warna, dan tekstur material objek
File baru dapat dibuat dengan cara:
1. Di Homepage/ startscreen, bagian Model, klik New, atau
Klik File > New > Project
2. Kotak dialog New Project akan muncul dan kita akan diminta untuk memilih file Revit Template (.rte)
File Revit Template berisi:
1. Preset setting seperti Project Unit, parameters, Project Browser, semua pengaturan display control, view template, System Family Type dan Properties-nya
2. Preloaded Component/ Loadable Family
Walaupun mungkin saja memulai file baru tanpa template, file Revit Template sangat penting untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan karena kita tidak perlu men-setting semua dari awal. Setiap company sudah sepatutnya mengembangkan Revit Template-nya sendiri sesuai standar. Beberapa institusi dan asosiasi resmi seperti BCA Singapore, sudah mengeluarkan standar Revit Template yang harus diikuti untuk berbagai keperluan seperti submission perijinan.
Link dan Import tools dalam Insert tab digunakan untuk memasukkan data file lain ke dalam model
Link FIle dapat diatur lebih lanjut dengan:
Klik Insert tab > Link panel > Manage Links
Sebuah Building Information Model memuat semua informasi dari proyek yang dikerjakan di dalam model, termasuk: lokasi, koordinat, dan posisi/ orientasi.
Lokasi proyek akan ditampilkan pada Project Information dan sangat menentukan arah sinar matahari yang akan berpengaruh terhadap performa bangunan secara keseluruhan.
Revit menggunakan 3 macam Coordinate System:
Internal Origin
Project Base Point
Survey Point
Pembahasan bagian ini meliputi:
Location
Coordinates & Positions
Properties
Position & Orientation
Datum adalah objek yang menjadi Work Plane atau referensi bagi peletakan objek lainnya. Terdapat 2 Datum: Level dan Grid.
Level merupakan bidang penggambaran dan peletakan secara default bagi semua objek. Setiap objek memiliki parameter di dalam Instance Properties yang menunjukkan Level tempat diletakkannya.
Grid merupakan elemen datum yang menjadi referensi bagi elemen-elemen struktur seperti kolom dan balok secara langsung dan elemen-elemen non-struktural lain secara tidak langsung.
Selain Datum default Level dan Grid, Work Plane suatu objek dapat juga di-set ke Reference Plane.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Level
Grid
Reference Plane
Elemen arsitektur dan struktur merupakan dasar komponen BIM di dalam Revit LT. Yang termasuk ke dalam komponen arsitektur dalam suatu bangunan antara lain: dinding, lantai, ceiling, dan atap. Sedangkan yang termasuk ke dalam komponen struktur antara lain: kolom, balok, dan pondasi.
Beberapa object di dalam Autodesk Revit dibedakan menjadi 2: arsitektural dan struktural. Objek yang memiliki pembedaan fungsi arsitektur dan struktur tersebut adalah: kolom, dinding, dan lantai.
Pada dasarnya, baik komponen arsitektur maupun struktur tetap harus digambarkan dalam dokumentasi arsitektural. Kedua jenis objek akan tetap terlihat di gambar dan memengaruhi ruang. Struktur beton harus di-join dengan dinding sehingga gambar dan volumenya menjadi tepat.
Arsitek umumnya akan memberikan komponen struktur di awal sebagai acuan. Namun setelah engineer struktur menghitung dan memberikan dimensi dan posisi yang lebih tepat, model struktur dapat disesuaikan kembali, terutama untuk kolom yang terlihat langsung di denah. Pembalokan umumnya hanya akan terlihat di potongan, sehingga penyesuaian tidak akan terlalu krusial selama posisi dan ukurannya sudah sesuai secara garis besar. Pada proyek skala besar, dokumentasi struktur tetap akan ada tersendiri dan menjadi acuan.
Dinding merupakan elemen dengan System Family yang sudah ditetapkan dalam preset Autodesk Revit. Terdapat 3 System Family untuk dinding: Basic Wall, Curtain Wall, dan Stacked Wall. Ketiga Family dinding memiliki perbedaan dalam Type Properties-nya. Ketiga System Family dinding ini dapat dilihat pada Type Selector.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Wall Tool
Wall Properties
Material Layers
Section Preview
Wall Profile
Wall Joins
Stacked Wall
Floor, Ceiling, dan Roof merupakan komponen arsitektur dasar yang berupa bidang horizontal yang menjadi batas ruang/ Room. Walaupun memiliki kategori dan dibuat dengan tool yang berbeda, ketiganya dibuat dengan metode yang sama: Sketch. Sama seperti Basic Wall, ketiga komponen tersebut juga memiliki susunan material yang dapat diatur ketebalan dan notasinya.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Tools
Boundary Line
Slope
Properties
Material Layers
Shape Editing
Roof by Extrusions
Attach & Detach
Terdapat 3 objek yang memiliki aksesoris: dinding, atap, dan lantai.
Dinding
Sweep
Membuat tonjolan pada dinding seperti plinth dan cornice
Reveal
Membuat lining coakan pada dinding.
Atap
Fascia
Membuat lis plank atap
Gutter
Membuat talang
Soffit
Membuat plafon eksterior
Lantai/ Slab
Slab Edge
Membuat akhiran lantai struktur untuk menutup pinggiran lantai cantilever, atau untuk parapet
Pembahasan bagian ini meliputi:
Wall Sweep & Reveal
Fascia, Gutter, Slab Edge
Selain melalui Edit Boundary/ Sketch, bukaan/ void dapat pula dibuat menggunakan tool-tool di Architecture tab > Opening panel
By Face Opening
Ø Bukaan yang dibuat tegak lurus suatu permukaan
Ø Dapat dibuat pada hampir seluruh permukaan yang rata, termasuk elemen struktur, kecuali dinding
Ø Tool: Architecture > Opening panel > By Face
Vertical Opening
Ø Bukaan yang tegak lurus dengan bidang Ground
Ø Hanya dapat dibuat pada lantai, ceiling, dan atap
Ø Tool: Architecture > Opening panel > Vertical
Shaft Opening
Ø Bukaan vertikal yang dapat menembus banyak lantai, ceiling, dan atap sekaligus
Ø Memiliki parameter ketinggian di Instance Properties
Ø Tool: Architecture > Opening panel > Shaft
Wall Opening
Ø Bukaan untuk melubangi dinding secara rectangular
Ø Satu-satunya cara melubangi dinding melengkung
Ø Tool: Architecture > Opening panel > Wall
Pembahasan bagian ini meliputi:
Face, Vertical, & Shaft Openings
Wall Openings
Components adalah objek yang merupakan Component/ Loadable Family dimana file family-nya (rfa) harus di load ke dalam file project (rvt) dengan cara:
Insert tab > Load from Library panel > Load Family atau Load Autodesk Family
Termasuk di dalam Component/ Loadable Family yaitu:
Ø Door & Window
Ø Column: Structural & Architectural
Ø Framing: Beam & Brace
Ø Foundation: Isolated
Ø Component
Ø Site Component & Parking Component
Pembahasan bagian ini meliputi:
Placement
Door & Window Tool
Component Tool
Model Text
Komponen struktur terdiri dari: kolom struktur balok, bracing, , lantai struktur, dinding struktur, dan pondasi. Seluruh tool untuk membuat komponen struktur terdapat pada Structure tab di Ribbon. Komponen struktur juga merupakan bagian yang harus diinformasikan dalam gambar kerja oleh arsitek sebagai acuan untuk menentukan desain struktur yang lebih detail oleh structural engineer.
Pada struktur baja, profil dan bentuk 3D dari kolom/ balok baja hanya dapat dilihat jika Detail Level View Medium atau Fine.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Column
Framing: Beam
Framing: Brace
Foundation: Isolated
Foundation: Wall
Stair terdiri dari beberapa komponen di dalamnya, yaitu: Run, Landing, dan Support. Tiap komponen ini dapat dipilih dengan meng-highlight tangga dengan kursor dan menekan tab pada keyboard.
Berdasarkan material dan konstruksinya, terdapat 3 System Family tangga di dalam Revit: Assembled (tangga baja dan kayu), Cast-in-Place (beton cor di tempat), dan Precast (beton precast).
Pembahasan bagian ini meliputi:
Stair Tool
Stair Properties
Straight Runs
Spiral Runs
Winder Runs
Custom Runs
Landings
Sub-Component Properties
Multistory
Ramp merupakan objek sirkulasi vertikal yang menghubungkan 2 lantai dengan bidang miring/ slope. Pada saat membuat sketsa Ramp, terdapat keterangan panjang INCLINED RAMP CREATED dan INCLINED RAMP REMAINING pada Drawing Area.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Sketch
Properties
Other Slope
Railing untuk tangga dan ramp secara default akan dibuat otomatis oleh Revit (hosted). Namun demikian, railing pada balkon dan void (free-standing) harus kita modelkan sendiri melalui Sketch/ Edit Mode. Terdapat 2 cara untuk membuat railing, yaitu: Sketch Path dan Place on Stair/ Ramp.
Railing yang ditempatkan pada tangga/ ramp dengan tool Place on Host tetap dapat diedit sketsanya melalui Modify/ Railings tab > Mode panel > Edit Path saat railing tersebut dipilih. Railing yang dibuat dengan Sketch juga dapat ditempatkan pada Host berupa: Stair, Ramp, Wall, Floor, Roof, dan Toposolid.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Sketch Path
Place on Stair/ Ramp
Properties
Rail & Baluster
Top Rail/ Handrail
Curtain Wall merupakan Family dinding arsitektur yang memiliki Sub-Component: Curtain Panel, Curtain Grid, dan Mullion. Secara default, terdapat 3 tipe Curtain Wall yang disediakan Revit: Curtain Wall, Exterior Glazing, dan Storefront.
Curtain Wall
Ø Tidak terdapat preset curtain grid dan mullion. Hanya berupa 1 curtain panel
Exterior Glazing
Ø Terdapat preset pola curtain grid tanpa mullion
Storefront
Ø Terdapat preset pola curtain grid dan mullion
Cara untuk membuat Curtain Wall sama dengan cara untuk membuat dinding arsitektural biasa. Cukup dengan mengganti Family/ Type dinding menjadi Curtain Wall di Type Selector.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Properties
Grid
Mullion
Panels
Sloped Glazing Roof
Room
Merupakan salah satu objek ruang (3D)
Secara default, tidak terlihat secara langsung pada View mana pun
Tetap dapat diseleksi dan memiliki luas dan volume
Digunakan untuk memberi nama ruangan dan menghitung luasannya
Berperan penting dalam analisa performa bangunan seperti kebutuhan energy dan cahaya matahari
Menjadi ruang bagi Component yang diletakkan di dalamnya dan dapat didata di Schedule Quantity
Dibatasi oleh Room Boundary:
Samping: dinding, kolom, Room Separator
Bawah: lantai
Atas: ceiling, atap, lantai atas
Komponen batas ruang ini memiliki parameter: Room Bounding di Instance Properties
Pembahasan bagian ini meliputi:
Room Tool
Room Separation
Room & Area Computations
Properties
Area
Merupakan salah satu objek ruang (2D)
Hanya dapat dibuat dan terdapat dalam Area Plan View: Gross Building/ Rentable
Menunjukkan kelompok ruang berdasar kesamaan tertentu
Digunakan untuk mengetahui luas bangunan yang dapat disewakan, area bersama, servis, sirkulasi, dsb.
Hanya memiliki luas dan tidak memiliki volume
Dibatasi oleh Area Boundary yang harus kita definisikan manual atau berdasar dinding yang ada
Sebaiknya sudah didefinisikan pada Schematic Design
Pembahasan bagian ini meliputi:
Area Plan
Area Boundary
Area
Properties
Toposolids merupakan tool dan Category baru sejak Revit 2024 untuk memodelkan dan merepresentasikan topografi, menggantikan tool dan Category Toposurface sebelumnya.
Toposolids
Ø Sama seperti Floor/ Ceiling/ Roof:
o Dibuat dengan sketch
o Dapat memiliki kemiringan dari Slope Arrow atau Define Slope (1 sisi)
o Membatasi ruang (Room Bounding)
o Punya susunan Material Layer
o Dapat dibentuk dengan Shape Editing
o Dapat di-Cut/ Join dengan objek lain
o Materialnya dapat memiliki Surface Pattern yang dapat diatur orientasinya
o Dapat diberi Slab Edge seperti Floor
Ø Dapat menjadi host untuk:
o Site Component
o Parking Component
o Railing
o Floor-based Component
Ø Berbeda dari Floor/ Ceiling/ Roof:
o Dapat dipisah dengan tool Split Element
o Shape Editing dapat dibentuk secara otomatis berdasarkan file CAD atau CSV seperti halnya Toposurface
Ø Berbeda dari Toposurface:
o Memiliki Material Layer dan ketebalan secara otomatis
o Tidak dapat otomatis diratakan dengan Building Pad. Tool Building Pad sudah tidak ada
Ø Cut & Fill Toposolid:
o Cut: Cut dengan Void Form atau objek
o Fill: tambah Toposolid lain dan Join
Pembahasan bagian ini meliputi:
Create from Sketch
Create from Import
Simplify Toposolid
Sub-Divide Toposolid
Split Toposolid
Label Contour
Property Line
Graded Region
Cut & Fill
Excavate
Pemodelan dengan elemen 3 dimensi di Revit umumnya bertujuan untuk mengkomunikasikan bagaimana tampilan keseluruhan bangunan dan hubungan antar elemen. Untuk keperluan konstruksi, detail dan simbol tiap elemen juga perlu untuk dikomunikasikan sesuai dengan standar dalam gambar kerja 2 dimensi. Elemen-elemen detail dan simbol tersebut dikenal dengan nama anotasi. Seluruh elemen anotasi hanya terdapat pada View tempat anotasi tersebut digambar. Selain umumnya diletakkan pada View 2D, anotasi juga dapat diletakkan pada View 3D setelah View tersebut dikunci dan tidak dapat digerakkan.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Dimensions
Constraints
Symbol & Detail Component
Region
Text
Tag
Color Schemes
Displace Elements
3D View Annotation
Selain view utama denah, tampak, potongan, kita memerlukan view-view dengan skala yang lebih besar untuk menampilkan detail. Detail view di Revit dapat dibuat dengan berbagai cara:
Callout
Ø Digunakan untuk membuat blow-up view dari Plan/ Section/ Elevation View
Ø Terhubung dengan 3D model sebagai basis gambarnya sehingga terupdate sesuai model
Ø Langkah selengkapnya untuk membuat Callout dapat dilihat di Bab 5.1.3
Drafting View
Ø Digunakan untuk membuat detail prinsip dan general
Ø Hanya 2D dan tidak terkait dengan 3D model
Legend
Ø Digunakan untuk membuat schedule objek dengan gambar, seperti schedule pintu jendela
Ø Tidak terkait dengan 3D model bangunan
Ø Berdasarkan family objek yang di load ke dalam Project
Pembahasan bagian ini meliputi:
Drafting View
Legend
Schedule adalah tabel yang menampilkan informasi yang diambil dari properti elemen di dalam project file. Sebuah Schedule dapat memuat daftar setiap Instance dari Type yang dibuat Schedule-nya, atau memuat banyak Instance dalam satu baris berdasar Schedule Grouping
Setiap objek di Revit dapat dibuat Schedule-nya. Terdapat beberapa jenis Schedule yang dapat dibuat, yaitu:
Schedule/ Quantities
Menampilkan daftar, parameter, dan jumlah dari tiap objek
Material Takeoff
Menampilkan daftar, parameter, dan jumlah dari tiap material yang digunakan dalam suatu objek
Sheet List
Menampilkan daftar Sheet
Note Block
Menampilkan daftar catatan yang dibuat pada Objek
View List
Menampilkan daftar View yang ada dalam Project
Pembahasan bagian ini meliputi:
Create Schedule/ Quantity & Material Take-off
Properties
Formula
Project Phase pada umumnya digunakan juga pembangunan suatu bangunan baru terdiri dari beberapa tahapan atau pada saat proyek renovasi bangunan lama
Walaupun fitur Project Phase pada Revit dapat mengkomunikasikan tahapan suatu pembangunan/ renovasi, namun sebaiknya Project Phase tidak digunakan untuk mensimulasikan secara detail tahapan/ penjadwalan proses konstruksi dan masing-masing pekerjaannya; seperti: pekerjaan struktur, façade, finishing interior, dsb. Hal ini dikarenakan Revit TIDAK memiliki fitur Time Scheduling untuk Construction Management.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Phase Settings
Component Phase
View Phase
Phase Filter
Fitur Design Options pada Revit dapat digunakan untuk membuat dan menunjukkan alternatif desain dari bagian bangunan tertentu atau konsep awal bangunan.
Design Options bukanlah fitur standar dalam Revit LT. Untuk dapat menggunakan Design Option, harus diaktifkan melalui:
1. File > Options
2. Kotak dialog Options akan terbuka. Aktifkan Enable Design Options di bagian User Interface
Pembahasan bagian ini meliputi:
Option Sets & Options
Object Options
Primary Option
Design Option Display
Sheet merupakan preview layout gambar pada kertas yang nantinya di-print, sama seperti pada Layout di AutoCAD. Kop gambar di dalam Sheet merupakan Component Family 2D yang disebut Title Block. Di Project Browser, semua Sheet dikelompokkan dalam hirarki Sheet dan dapat diatur pengelompokannya di Browser Organization.
Sebuah Sheet terdiri dari:
Sheet
Ø Sheet itu sendiri
Ø Memiliki Instance Properties yang dapat ditampilkan di Title Block
Title Block
Ø Component/ Loadable Family 2D kop gambar
Ø Memiliki Instance Properties yang sama dengan Sheet Properties
Ø Parameter yang ditampilkan dalam kop adalah Label yang menampilkan: Sheet Properties dan Project Information
Ø Anotasi dan family 2D lain (selain Tag) juga bisa ditambahkan di Sheet
Viewports
Ø View yang dimasukkan ke dalam Sheet
Ø 1 Sheet di dalamnya bisa terdapat banyak Viewport, tapi 1 Viewport tidak bisa masuk ke Sheet yang berbeda-beda
Ø Dapat di-crop di dalam Sheet
Ø Dapat ditukar/ switch dengan Viewport lain
Ø Memiliki Instance Properties yang sama dengan View Properties
Schedule Graphics
Ø Schedule yang dimasukkan ke dalam Sheet
Ø Schedule yang masuk ke Sheet dapat diatur langsung menggunakan ikon: lebar kolom dan split segmen jika tabel terlalu panjang
Ø 1 Sheet di dalamnya bisa terdapat banyak Schedule dan 1 Schedule bisa dimasukkan ke banyak Sheet
Pembahasan bagian ini meliputi:
New Sheet
Place View
Sheet Properties
Project Information
Guide Grid
Sheet List
Pembahasan bagian ini meliputi:
Publish Settings
Exporting
Printing
Pemodelan dengan elemen 3 dimensi di Revit umumnya bertujuan untuk mengkomunikasikan bagaimana tampilan keseluruhan bangunan dan hubungan antar elemen. Untuk keperluan konstruksi, detail dan simbol tiap elemen juga perlu untuk dikomunikasikan sesuai dengan standar dalam gambar kerja 2 dimensi. Elemen-elemen detail dan simbol tersebut dikenal dengan nama anotasi. Seluruh elemen anotasi hanya terdapat pada View tempat anotasi tersebut digambar. Selain umumnya diletakkan pada View 2D, anotasi juga dapat diletakkan pada View 3D setelah View tersebut dikunci dan tidak dapat digerakkan.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Create Walkthrough
Editing Walkthrough
Export Animation
Pada bagian ini, kita akan melihat bagaimana mendefinisikan geometri sebagai sebuah Family dalam Family Editor Environment: .rfa file. Family Editor Environment memiliki tool dan User Interface yang berbeda dari Project Environment. File .rfa, juga memiliki Family Template sebagai awalan untuk membuat suatu file Family baru. Dari Family Template inilah, sifat suatu Family terhadap elemen yang lain ditentukan misalkan host dari Family. Family Template juga menentukan Category dari Family, namun Category ini masih dapat diganti nantinya.
Pembahasan bagian ini meliputi:
New Family
Templates
User Interface
Yang termasuk ke dalam 2D Family adalah Annotation dan Title Block. Keduanya memiliki perintah tersendiri untuk membuat Family barunya. Yang termasuk Annotation adalah Element Tag, Generic Symbol, Detail Component, dan Profile.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Text & Label
2D Components
Sama seperti semua software CAD, geometri 3D di Revit adalah B-Rep yang dibentuk dari sketch yang diberi perintah operasi. Geometri 3D di dalam Revit dibedakan menjadi Solid dan Void. Keduanya dapat dibentuk dari 5 bentuk geometri dasar yang dapat dibuat pada Revit yaitu: Extrusion, Blend, Revolve, Sweep, dan Swept Blend. Masing-masing bentuk geometri memiliki Properties yang berbeda dan dapat diatur Visibility-nya masing-masing.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Workplane
Geometry
Extrusion & Blend
Revolve
Sweep & Swept Blend
Form Properties
Editing Form
Nested Family
In-Place Family
Revit memiliki sistem hirarki dan parameter seperti Mark/ Type Mark yang dapat digunakan untuk mengelompokkan objek di dalam Schedule/ Quantity dengan beragam cara/ parameter. Namun demikian, secara standar, terdapat sistem klasifikasi konstruksi untuk setiap komponen
Terdapat 2 macam klasifikasi yang dapat diberikan di Project: Assembly Code dan Keynotes; serta 1 macam di Family editor: OmniClass
Pembahasan bagian ini meliputi:
Assembly Code
OmniClass
Keynote
Terdapat 3 macam Parameter, yaitu:
Family Parameter
Ø Merupakan Parameter yang dapat diubah-ubah melalui Instance/ Type Properties dari elemen untuk memberikan variasi ukuran/ material/ dsb pada sebuah Family.
Ø Pada umumnya, Family/ Project Parameter, seperti ukuran dan material Furniture, tidak dapat tampil di dalam Schedule dan Tag.
Project Parameter
Ø Merupakan parameter yang dibuat di dalam Project dan dapat diaplikasikan pada semua Category
Ø Tidak dapat tampil dalam Schedule dan Tag
Shared Parameter
Ø Merupakan suatu Set Parameter yang dapat dipakai oleh berbagai Family dan Project. Shared Parameter ini diatur dalam file txt terpisah dan dapat di-load ke dalam file Project (.rvt) atau Family (.rfa).
Ø Dapat digunakan sebagai Reporting In Parameter yang hanya membaca nilai suatu dimensi
Ø Dapat pula digunakan sebagai Parameter harga satuan dari setiap komponen Material breakdown
Ø Dapat ditampilkan dalam Schedule dan Tag serta dijumlah/ dimasukkan ke dalam perhitungan Calculated Value sehingga berguna untuk mengetahui ukuran dari Custom In-Place Family atau perhitungan harga Material breakdown.
Ø Didefinisikan dalam suatu file .txt yang di-load ke dalam Project/ Family. File .txt ini HARUS ikut disertakan dalam susunan folder yang sama saat meng-copy file Revit yang bersangkutan
Ø HANYA SATU file .txt yang dapat di-load dalam suatu Project/ Family
Pembahasan bagian ini meliputi:
Project Parameters
Family Parameters
Shared Parameters
Revisi gambar di Revit diatu melalui setting Sheet Issues/ Revision, tool Revision Cloud, dan Revision Schedule pada family Titleblock.
Pembahasan bagian ini meliputi:
Sheet Issues/ Revisions Settings
Revision CLoud
Revision Schedule
Pembahasan bagian ini meliputi:
Transfer Project Standards
Purge Unused
Revit Template
Building Information Modeling (BIM) menciptakan metode sekaligus standar baru dalam proses desain dan dokumentasi bangunan, menggantikan dokumentasi oleh CAD. Namun demikian, software BIM umumnya memiliki harga yang sangat mahal, antara USD 2000an –3000an per tahun. Pada praktiknya banyak biro dan konsultan arsitek adalah kantor kecil yang tentunya tidak akan mampu membelinya.
Autodesk Revit merupakan salah satu software BIM Design Authoring yang komprehensif dari Autodesk dan paling banyak digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Model BIM yang dihasilkan Revit dapat digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari pemodelan 3D, dokumentasi gambar kerja 2D, visualisasi, pembuatan RAB, sampai memfasilitasi kerja sama antar disiplin yang berbeda dalam suatu proyek. Namun demikian, Autodesk Revit sebagai bagian dari Autodesk Architecture Engineering Construction (AEC) Collection memiliki harga subscription yang sangat mahal, yaitu sekitar IDR 30-40 juta/ tahun/ user. Beruntung bagi arsitek, terdapat versi lite/ murah dari Revit, yaitu AutoCAD Revit LT Suite. Fungsi-fungsi di dalam Revit LT banyak ditujukan untuk arsitek/ desainer yang dalam praktiknya banyak sebagai biro kantor/ konsultan kecil. Dengan demikian, diharapkan BIM semakin banyak menjangkau praktik arsitektur skala kecil dan menengah.
Dalam course ini, kita akan membahas AutoCAD Revit LT suite mulai dari konsep, workflow/ alur kerja BIM dengan low-cost software, cara penggunaan tools, contoh/ soal latihan untuk penyelesaian suatu proyek sederhana, manajemen model, standarisasi BIM, serta strategi pemodelan untuk menyiasati keterbatasan fitur, keakuratan, dan adaptabilitas pemodelan terhadap revisi di tahap desain. Topik pembahasan didasarkan pada fitur pada AutoCAD Revit LT Suite 2025.
Materi pembelajaran pada course ini didasarkan pada kompetensi yang terdapat di:
1. SKKNI BIM No 3 Tahun 2023, jabatan kerja Modeler BIM dan Juru Gambar BIM
2. Autodesk Certified User- Revit Architecture
Dalam Course ini, kita akan mempelajari:
BUILDING INFORMATION MODELLING
AUTOCAD REVIT LT SUITE
REVIT BASICS
REVIT PROJECT FILE
DISPLAY CONTROL
PROJECT MODELLING
PROJECT DOCUMENTATION
FAMILY MODELLING
REVIT MANAGEMENT
BIM MANAGEMENT
CATATAN:
Contoh file latihan dapat di download di bagian awal/ introduction. ada link untuk download filenya. FIle hasil akhir latihan adalah Project Sample.rvt dan setiap tahap latihan dapat dilihat di kelompok view yang sesuai
File Revit Template dan seluruh file latihan adalah Revit versi 2025. TIDAK dapat dibuka di versi yang lebih rendah
File template dan latihan ini bersifat OPSIONAL. File Latihan dan template hanya mempercepat komponen yang dibutuhkan dan sebagai pembanding hasilnya. Jika terdapat komponen/ family yang tidak ada di default library, family dapat dicari dan diunduh di internet website
jika memakai versi yang lebih rendah dari 2025, dapat memulai dari scratch atau template default. untuk file latihan dapat diikuti saja petunjuk pembuatannya dan file latihan ini berlanjut terus