
Obesitas adalah masalah dunia dan masalah di Indonesia. Upaya dalam penanganan obesitas sangat diperlukan. Salah satunya adalah melalui program penurunan berat badan. Yuk, cari tahu apa saja yang akan kamu pelajari pada Kelas Program Penurunan Berat Badan ini.
Instrukturmu pada kelas ini adalah Harry Freitag LM, PhD, RD. Beliau adalah seorang akademisi independen dari Gizi Gama, seorang peneliti, penulis, dietisien dan pengajar gizi di beberapa universitas di Indonesia.
Ada beragam dimensi yang bisa digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami kelebihan lemak dalam tubuh atau tidak. Berikut ini adalah bagaimana kita bisa menentukan status obesitas dengan menggunakan informasi tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggang.
Kegemukan dapat disebabkan oleh beragam faktor. Ada faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan. Berikut ini adalah 3 faktor yang meningkatkan risiko kita untuk. mengalami kegemukan.
Kegemukan dapat disebabkan oleh beragam faktor. Ada faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat kita kendalikan. Mengenali faktor ini dapat mengoptimalkan upaya penurunan berat badan. Pelajari bagaimana menentukan densitas energi makanan sehingga kamu bisa menentukan makanan yang terbaik bagimu.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kegemukan dapat meningkatkan kemungkinan kita untuk mengalami beragam masalah kesehatan. Pelajari bagaimana.
Memulai diet bukanlah hal yang mudah. Kami mengakui tersebut. Oleh karena itu, sebelum menjalani diet untuk menurunkan berat badan, yuk pahami bagaimana memperbaiki hubungan kita dengan makanan.
Memulai untuk bergerak bukanlah hal yang mudah. Cari tahu kenapa aktif bergerak adalah bagian penting dalam program penurunan berat badanmu.
Pada video ini akan dibahas bagaimana menyusun program penurunan berat badan. Secara umum kita mendesain perubahan gaya hidup yang melibatkan aspek makanan/ diet, latihan fisik dan perilaku.
Sebelum memberikan program diet, komponen penting yang harus dilakukan adalah menghitung kebutuhan individu klien. Setelah dihitung, proses selanjutnya adalah mengurangi dengan beberapa ratus kalori agar tercapai kondisi kalori defisit. Setelah menjalani kalori defisit, diharapkan simpanan lemak dalam tubuh klien dapat digunakan sebagai sumber energi.
Energi yang kita konsumsi tidak datang dengan sendirinya. Kita memperoleh energi dari zat gizi makro seperti protein, lemak dan karbohidrat. Pada bagian ini, peserta akan mempelajari bagaimana mengubah hasil perhitungan kalori menjadi zat gizi.
Setelah dapat mengetahui kebutuhan zat gizi dalam sehari, proses berikutnya adalah menyusun menu. Pada bagian ini peserta akan mempelajari bagaimana menerjemahkan kebutuhan zat gizi harian menjadi perencanaan menu dalam sehari.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyusun menu dan memastikan bahwa menu yang sudah kita susun memiliki nilai gizi dan kalori yang sesuai. Pada bagian ini kita akan membahas bagaimana kita dapat menggunakan calorie counter untuk membantu kita menyusun menu bagi klien.
Program Penurunan Berat Badan bukan hanya soal makan lebih sedikit. Program ini juga berarti klien diharapkan menjadi lebih aktif. Di video ini peserta akan mengetahui mengapa demikian, serta bagaimana menjelaskan klien yang suka mager.
Tidur adalah bagian penting dari kehidupan. Diperkirakan 1/3 hidup kita dihabiskan untuk tidur. Gangguan tidak dapat berpengaruh buruk pada program diet yang dijalankan oleh klien. Oleh karena itu mengawasi durasi dan frekuensi tidur pada klien menjadi begitu penting.
Obesitas adalah masalah kesehatan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap beberapa jenis penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskuler dan diabetes tipe 2. Penatalaksaan gizi pada individu dengan obesitas dan kelebihan berat badan tidak hanya bertujuan untuk menurunkan berat badan tetapi juga untuk meningkatkan status kesehatan dan mencegah berbagai risiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu meskipun belakangan ini semakin banyak berkembang terapi penanganan obesitas melalui pembedahan dan pemberian obat, penatalaksanaan gizi dengan life style intervention masih menjadi rekomendasi badan kesehatan dunia (WHO). Pada individu yang mengalami kegemukan dan obesitas, WHO menyarankan penurunan berat badan setidaknya 10% melalui life style intervention yang didalamnya berupa terapi diit, aktivitas fisik dan perilaku sebagai pilihan utama.
Low calorie diet (LCD) dan peningkatan aktivitas fisik merupakan komponen utama dalam life style intervention dengan perubahan perilaku sebagai pendukung perubahan perilaku jangka panjang. Penurunan jumlah energi yang dikonsumsi merupakan bagian utama dari diet yang diberikan. Meskipun demikian hal ini harus disertai dengan perubahan komposisi diet dalam komponen makanan yang dikonsumsi seperti meningkatkan konsumsi bahan makanan yang kaya serat serta mengurangi asupan makanan tinggi karbohidrat.
Pada Kelas ini, peserta akan mempelajari teknik pengaturan diet dalam membantu klien menurunkan berat badan. Tujuan dari pembelajaran pada kelas ini adalah :
Peserta dapat mengetahui definisi obesitas, mengapa dapat terjadi dan dampak buruk bagi kesehatan.
Peserta dapat menyusun menu kalori defisit untuk membantu klien menurunkan berat badan (fase Weight Loss)
Peserta dapat membantu klien memodifikasi gaya hidup agar program diet tercapai
Peserta dapat membantu klien mempertahankan berat badan paska program penurunan berat badan selesai (fase Weight Maintenance)