
Selamat datang! Sesi pembelajaran penggunaan PECS dimulai dengan memperkenalkan sistem pertukaran pada anak, yang akan Anda pelajari di sesi ini.
Setelah mengenal sistem pertukaran, kita akan meningkatkan spontanitas komunikasi pada anak di sesi ini.
Di tahap 3A kita akan mulai mengajarkan anak membedakan antara satu gambar dengan gambar lain.
Di tahap terakhir ini, kita berharap anak dapat membawa dan memaksimalkan buku komunikasi yang berisi gambar untuk berkomunikasi.
Pertolongan lebih lanjut, atau jika Anda tertarik untuk mempelajari tahap lanjutan penggunaan PECS, dapat menghubungi brightbrittle.my.canva.site
Dalam kursus ini, Anda akan mempelajari secara mendalam dasar-dasar PECS (Picture Exchange Communication System), yaitu sebuah sistem komunikasi alternatif yang berbasis pada pertukaran gambar. Sistem ini dirancang khusus untuk mendukung individu dengan keterbatasan komunikasi verbal agar mereka dapat mengekspresikan keinginan, kebutuhan, dan pikirannya secara lebih efektif. Kursus ini akan membahas langkah demi langkah setiap tahapan PECS, dimulai dari tahap 1 (Pertukaran Fisik) hingga tahap 3B (Diskriminasi Gambar Tingkat Lanjut). Anda juga akan mempelajari teknik mengajarkannya dengan benar serta bagaimana menyesuaikan strategi pendekatan berdasarkan kebutuhan unik masing-masing individu yang menggunakan PECS.
Kursus ini dirancang agar bersifat praktis, aplikatif, dan mudah diikuti, bahkan oleh pemula. Dengan menyajikan contoh nyata dari praktik lapangan, latihan langsung yang bisa dipraktikkan di rumah atau di sekolah, serta materi visual yang menarik, kami berupaya agar Anda dapat memahami konsep PECS secara menyeluruh dan menyenangkan. Harapan kami, Anda tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga merasa percaya diri untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kursus ini dikembangkan oleh Johana A. Santoso, MSc, yang memiliki latar belakang dalam Kesehatan Mental Anak dan Remaja dari King’s College London. Ia berkomitmen menyediakan sumber daya yang mudah diakses untuk mendukung individu neurodivergen, keluarga mereka, dan para penyedia layanan di Indonesia, demi menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli.