Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Pengantar BIM Bangunan Gedung
Rating: 4.6 out of 5(52 ratings)
259 students

Pengantar BIM Bangunan Gedung

Pengantar Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung
Last updated 12/2024
Indonesian
Indonesian [Auto],

What you'll learn

  • Peserta mampu menjelaskan apa itu Building Information Modeling (BIM)
  • Peserta mampu menjelaskan mengapa BIM penting bagi dunia industri konstruksi
  • Peserta mampu menceritakan perkembangan BIM
  • Peserta mampu menjelaskan filosofi BIM
  • Peserta mampu menjelaskan Dimensi dan Level of Development (LoD) dalam kerangka kerja BIM
  • Peserta mampu menjelaskan pembagian peran yang terdapat dalam kerangka kerja BIM
  • Peserta mampu menjelaskan manfaat BIM dan peta jalan penerapan BIM di Indonesia
  • Peserta mampu menjelaskan proses bisnis kolaborasi para pihak dalam kerangka kerja BIM
  • Peserta mampu menjelaskan contoh-contoh BIM Guidelines atau BIM National Standards beserta muatan isinya
  • Peserta mampu menjelaskan beberapa contoh BIM Authoring Tools

Course content

1 section • 13 lectures • 36m total length
  • Selamat Datang di BIM Team (Mindset Switch)2:17

    Selamat datang di BIM Team. Dalam materi pengantar ini kita akan mereviu kembali perbedaan antara drafting dan modeling, dimana dalam konteks pendekatan kerja BIM kita umumnya akan menggunakan pendekatan modeling 3 dimensional. Berbeda dengan drafting dimana drafter bertanggungjawab penuh terhadap tarikan garis yang dibuatnya, dalam pendekatan modeling komputer lah yang akan lebih banyak berperan membantu modeler untuk menyimpulkan tampilan gambar dari model 3 dimensi yang telah kita buat.

    Nah, dalam konteks perangkat lunak BIM, meskipun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan modeling 3 dimensional, umumnya perangkat lunak BIM juga dilengkapi dengan fitur drafting di dalamnya, seperti misalnya Autodesk Revit yang dilengkapi dengan Drafting View. Dengan demikian modeler atau pengguna perangkat lunak BIM tetap dapat melaksanakan pekerjaan drafting menggunakan perangkat lunak BIM dan memudahkan pengguna sehingga tidak perlu berpindah-pindah lagi ke perangkat lunak lainnya.

    Selain itu dalam materi ini didiskusikan juga mengenai pentingnya memahami BIM kaitannya dengan design intent atau maksud suatu model bangunan itu dibuat. Hal inilah yang membedakan antara building model pada umumnya yang seringkali hanya untuk kebutuhan visualisasi arsitektural bagi klien dengan model BIM bangunan gedung yang diperuntukkan bagi seluruh pihak terkait yang bekerja dalam suatu proyek konstruksi, mulai dari owner atau pemilik proyek, perancang atau arsitek, pengawas, manajemen konstruksi, dan kontraktor baik untuk kebutuhan prefabrikasi material, analisis clash detection, quantity takeoff, atau simulasi tahapan konstruksi. Selain itu model BIM juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai regulator, dalam konteks dokumen perijinan yang terkait dengan bangunan gedung (PBG, SLF, dsn sebagainya).

  • Pengantar BUilding Information Modeling3:48

    Sebelum kita belajar lebih jauh tentang perangkat lunak BIM, kita perlu tahu lebih dulu apa itu yang dimaksud dengan Building Information Modeling (BIM). Menurut Autodesk, BIM merupakan seluruh proses membuat serta mengelola informasi untuk suatu aset bangunan.

    Sedangkan menurut Azhar (2011) di dalam papernya "Building Information Modeling (BIM): Trends, Benefits, Risks, and Challenges for the AEC Industry", BIM adalah suatu proses virtual dimana satu model bangunan virtual/digital digunakan seluruh aktor pembangunan dari berbagai disiplin ilmu (pemilik proyek, arsitek, kontraktor, engineer) untuk berkolaborasi dalam memudahkan pekerjaan pada seluruh tahapan daur-hidup (life cycle) suatu bangunan.

    Lalu mengapa pendekatan dan teknologi BIM dikembangkan? Hal ini terkait erat dengan kenyataan bahwa sebelumnya suatu proyek konstruksi bergantung erat dengan dokumen berupa gambar cetak. Perubahan yang dilakukan di dalam daur-hidup proyek tidak secara otomatis terefleksikan ke semua dokumen konstruksi; hampir semua penyesuaian dilakukan secara manual. Hal inilah yang memunculkan peluang lebih besar untuk timbulnya kekeliruan.

    Selain itu, dengan perkembangan teknologi komputer yang pesat dan pengembangan BIM, maka kolaborasi antar disiplin ilmu dalam proyek konstruksi dapat berjalan dengan lebih optimal.

    Pendekatan dan teknologi BIM tidak serta merta diciptakan. Perkembangan di bidang ini awalnya dimulai pada era sebelum adanya CAD, dimana gambar kerja masih dikerjakan manual menggunakan bantuan meja dan mesin gambar. Setelah dikembangkannya Sketch Pad oleh Ivan Sutherland pada tahun 1960an, perkembangan Computer Aided Design (CAD), Computer Aided Manufacturing (CAM), dan Computer Aided Engineering (CAE) mulai pesat, yang kemudian diikuti pengembangan awal BIM pada tahun 1990an hingga tahun 2000an.

    Meskipun gagasan mengenai BIM sudah muncul sejak tahun 1980an, baru pada tahun 2000an istilah BIM populer dan disepakati dalam dunia industri konstruksi. Hal ini salah satunya ditandai dengan adanya White Paper yang diterbitkan Autodesk pada tahun 2002 yang memperkenalkan BIM sebagai sebuah solusi dengan tiga ciri utama, yaitu: pertama, model BIM dibuat dan dikelola dalam bentuk database digital untuk kolaborasi, kedua, pendekatan pengelolaan model BIM memungkinkan perubahan pada satu bagian model terefleksikan otomatis pada bagian lainnya, dan ketiga, pendekatan BIM memungkinkan penggunaan kembali data dan informasi eksisting untuk project baru.

    Secara ringkas, BIM sebetulnya bukan sebatas perangkat lunak saja, akan tetapi BIM merupakan suatu paradigma, pendekatan kerangka kerja, dan metode dalam memodelkan dan mengelola data dan informasi suatu bangunan. Perkembangan teknologi komputer dan internet dalam hal ini merupakan driving factor yang memungkinkan pemanfaatan perangkat lunak pemodelan dalam pendekatan kerja BIM. Analoginya seperti Kenshin Himura dengan pedang Sakabatonya dan jurus Hiten Mitsuruginya.

    Terakhir, terdapat dua pendekatan umum dalam pemanfaatan teknologi BIM, yaitu Closed BIM dan Open BIM. Pendekatan Closed BIM maksudnya adalah penggunaan software BIM dari pengembang tertentu, sehingga lebih terbatas akan tetapi umumnya kompatibilitasnya sangat baik. Sedangkan pendekatan Open BIM mendorong standarisasi format pertukaran file project BIM sehingga para pihak dapat menggunakan berbagai software BIM dan tidak terpaku pada satu jenis software saja.

  • Dimensi dan Level of Development (LOD) dalam BIM2:50

    Berikutnya, kita akan membahas mengenai Dimensi BIM dan Level of Development. Terdapat setidaknya lima dimensi BIM yang umumnya dibahas, yaitu 3D, 4D, 5D, 6D, dan 7D. Dimensi BIM 3D lebih menekankan pada visualisasi model bangunan saja atau memodelkan kondisi eksisting bangunan. Dimensi BIM 4D fokus pada penjadwalan dan simulasi tahapan pelaksanaan konstruksi. Dimensi BIM 5D fokus pada ekstraksi kuantitas atau quantity take off bangunan gedung. Dimensi BIM 6D lebih menekankan pada aspek keberlanjutan misalnya analisis dan monitoring penggunaan energi pada bangunan. Sedangkan dimensi BIM 7D lebih fokus pada model BIM untuk mendukung facility management.

    LOD harus diidentifikasi dalam setiap project yang menggunakan BIM untuk tiap model elemen pada tiap fase nya, termasuk menentukan siapa model elemen author atau MEA yang bertanggung jawab untuk memodelkannya. LOD yang ditetapkan tersebut harus spesifik sesuai karakteristik proyek yang dijalankan. Selain itu, LOD yang ditetapkan untuk model elemen bagi masing-masing Model elemen author dimungkinkan atau boleh berbeda levelnya.

    Berikut ini adalah deskripsi LOD dari LOD 100 sampai dengan LOD 500 dalam dokumen AIA contract dokumen E202 2008. Terdapat lima aspek deskripsi yang diperlukan yaitu: pertama, model content requirements yang menjelaskan sedetail apa model elemen harus dibuat, kedua, authorized uses yang menjelaskan tujuan penggunaan model elemen tersebut, ketiga, cost estimating menjelaskan apakah model boleh dipakai untuk estimasi biaya, keempat, schedule, dan kelima, penggunaan lain.

    Ringkasnya, LOD 100 digunakan pada tahap konseptual dimana model masih berupa gubahan massa kasar, sedangkan pada LOD 200 bentuk bangunan mulai dimodelkan dengan perkiraan bentuk geometris yang lebih kompleks, LOD 300 model BIM sudah cukup rinci dan bisa menjadi acuan awal pekerjaan, LOD 400 model BIM sudah dapat digunakan sebagai acuan fabrikasi di lapangan, serta LOD 500 sudah merupakan rekaman akhir bangunan riilnya atau as built model.

  • Manfaat BIM dan Peta Jalan Penerapan BIM di Indonesia1:23

    Berikutnya, kita akan melihat tujuan implementasi dan manfaat implementasi BIM serta Peta jalan penerapan BIM di Indonesia. Menurut Kementerian PUPR, terdapat setidaknya empat tujuan implementasi BIM, yaitu: peningkatan produktivitas dan efisiensi proses konstruksi, kolaborasi stakeholder konstruksi, peningkatan mutu, pengendalian biaya dan manajemen waktu, serta regulator aktif memberikan persetujuan, monitor dan pengawasan proses konstruksi.

    Sedangkan manfaat implementasi BIM antara lain meliputi: pertama, peningkatan efisiensi dan akurasi, kedua, proses desain dan konstruksi lebih ramping dan transparan, ketiga, akurasi dalam perhitungan, keempat, menghindari kesalahan mulai perencanaan hingga pelaksanaan, dan kelima, waktu pelaksanaan menjadi lebih cepat.

    Dari sisi kebijakan, Indonesia juga telah menyiapkan peta jalan penerapan BIM di Indonesia. Peta jalan penerapan BIM dari tahun 2017 sampai 2024 ini meliputi ADOPSI, Digitalisasi, Kolaborasi, dan Integrasi. Pada tahap awal pelaku industri konstruksi baru didorong untuk mengadopsi pendekatan dan teknologi BIM, baru setelah mereka mengenalnya, didorong untuk mulai melakukan digitalisasi model dan berkolaborasi. terakhir, integrasi dengan sistem perijinan juga dilakukan.

  • Pembagian Peran dalam Alur Kerja BIM2:11

    Sebelum masuk lebih lanjut pada materi teknis tentang BIM, ada baiknya kita mengetahui lingkup peran kita di dalam kerangka kerja BIM. Pada tanggal 16 Januari tahun 2023, Pemerintah telah menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk bidang kerja BIM. Di dalam peraturan tersebut, telah dijabarkan unit-unit kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang yang bekerja di bidang BIM. Selain itu dalam aturan tersebut ditetapkan juga jenjang jabatan kerja BIM di Indonesia.

    Sesuai jenjang pendidikan, lulusan D3 akan berperan sebagai BIM Modeler, lulusan D4 akan berperan sebagai BIM Koordinator, dan lulusan S1 akan berperan sebagai BIM Manager.

    Berikutnya, sebagai preseden, menurut AEC (UK) BIM Technology Protocol: Practical implementation of BIM for the UK Architectural, Engineering and Construction or AEC industry, terdapat tiga kelompok peran utama di dalam pendekatan kerangka kerja BIM, yaitu: pertama, BIM Management roles, kedua, BIM Coordination roles, dan ketiga, BIM Modeling atau Authoring roles.

    BIM Manager memiliki peran yang berada dalam lingkup strategis, yaitu melingkupi: pemenuhan tujuan perusahaan melaui BIM, riset BIM, proses dan alur kerja BIM, standar BIM yang diterapkan, implementasinya, serta merancang pelatihan BIM untuk timnya. Selain itu seorang BIM manager juga memiliki peran pada satu level pada lingkup manajemen atau satu level di bawahnya, yaitu dalam hal penetapan BIM Execution Plan.

    Sementara itu, seorang BIM Koordinator memiliki lingkup peran pada tataran manajemen, antara lain: penyiapan dan manajemen implementasi Execution Plan, Model Audit, Model Coordination, serta Content Creation. BIM koordinator juga memiliki peran pada level strategis yaitu dalam hal pelatihan BIM, sedangkan pada lingkup Produksi, BIM koordinator dapat juga berperan membantu BIM modeler dalam hal pembuatan model BIM.

  • Proses Bisnis Kolaborasi dalam Pendekatan Kerangka Kerja BIM2:27

    Berikutnya kita akan mempelajari mengenai proses bisnis kolaborasi dalam pendekatan kerangka kerja BIM. Secara sederhana, belajar dari preseden yang diterapkan di negara tetangga, Singapura misalnya, proses bisnis kolaborasi dalam kerangka kerja BIM meliputi tiga layer utama. Layer paling atas adalah layer berupa Standar atau kebijakan terkait adopsi BIM dalam industri konstruksi secara nasional. Pada layer atau lapisan ini, terdapat dua komponen yang penting yaitu harus ada Standar BIM pada tingkat Nasional (BIM National Standard) dan Peta Jalan penerapan BIM Nasional (National BIM Roadmap).

    Pada aras atau tingkatan di bawahnya mulai membahas mengenai aspek-aspek yang diatur, antara lain yaitu: pertama, BIM Execution Plan (BEP) atau rencana implementasi BIM, kedua, BIM Deliverables atau elemen model apa saja yang diminta untuk dipenuhi, serta ketiga Prosedur Pemodelan BIM dan Prosedur Kolaborasinya.

    Sedangkan pada aras atau tingkatan paling bawah menjelaskan seluruh hal terkait stakeholder yang terlibat dalam kerangka kerja BIM pada proyek tersebut, mulai dari Pemerintah sebagai regulator, pemilik proyek, Arsitek, Ahli Struktur atau Sipil, Ahli mekanikal elektrikal dan plambing, serta BIM team.

    Untuk lebih jelasnya kita coba lihat apa tipikal isi dari BIM Execution Plan menurut Panduan Adopsi BIM untuk Organisasi yang diterbitkan oleh tim BIM Kementerian PUPR. Menurut panduan tersebut, BIM Execution Plan adalah dokumen pegangan yang disetujui pemilik proyek untuk memandu seluruh stakeholder dalam pelaksanaan proyek termasuk pemenuhan seluruh BIM deliverables yang dipersyaratkan.

    Umumnya, muatan dalam BEP antara lain meliputi:

    • Informasi proyek

    • Anggota pelaksana proyek

    • Tujuan proyek dan penggunaan BIM dalam tahapan proyek

    • BIM Deliverables yang diminta dalam setiap tahapan proyek

    • Daftar siapa saja yang menjadi pembuat model (Model Author) dan pengguna model (User) untuk setiap Deliverable.

    • Elemen-elemen model, tingkat kelengkapan informasi (Level of Development/LOD), dan atribut untuk setiap deliverable BIM.

    • Proses dan tahapan pembuatan model BIM dan bagaimana pemeliharaan serta teknis kolaborasinya.

    • Protokol dan prosedur distribusi informasi serta format submisi.

    • Sarana dan prasarana serta perangkat lunak BIM yang digunakan.


  • Contoh BIM Gudelines dan National BIM Standard1:24

    Berikut ini beberapa contoh BIM National Standard maupun Panduan BIM yang dimiliki oleh beberapa negara termasuk Indonesia. Di Indonesia, panduan BIM telah diterbitkan oleh BIM PUPR dengan judul Panduan Adopsi BIM dalam Organisasi. Sebagaimana telah dijelaskan dalam materi sebelumnya, panduan ini berisi acuan dalam penyiapan BIM Execution Plan, BIM deliverable serta bagaimana kolaborasi dalam pekerjaan BIM dilakukan pihak terkait.

    Contoh panduan BIM berikutnya adalah BIM Guide dari negara tetangga, Singapura. Singapore BIM Guide versi 2 dikeluarkan oleh Singapore's Building and Construction Authority. Dokumen panduan ini mengatur mengenai BIM Execution Plan atau BEP, BIM Deliverables, serta BIM Modeling and Collaboration Procedure. Selain itu panduan ini juga mengatur mengenai peran para pihak yang terlibat dalam kerangka kerja BIM.

    Contoh terakhir adalah National BIM Standard versi 4 milik Amerika Serikat. BIM Standard yang sering disebut sebagai NBIMS v4 ini adalah acuan penerapan BIM pada proyek-proyek yang dikerjakan di negara Amerika Serikat. Terdapat setidaknya empat modul di dalam panduan ini, yaitu: Project BIM Requirements (PBR), Project BIM Execution Planning (BEP), BIM Use Definitions (BUD), dan Construction to Operation Building Information Exchange (atau COBie v3).

  • Layer Teknologi BIM dan BIM Authoring Tools2:53

    Untuk mengetahui dan memahami posisi/peran masing-masing layer/lapisan teknologi BIM di dalam konteks penerapan BIM dalam dunia konstruksi, kita perlu memahami lebih dahulu BIM use cases (contoh penggunaan BIM) dalam industri konstruksi. Menurut Borrmann et al., 2018, terdapat 4 model use cases (kelompok penggunaan) BIM dalam suatu proyek konstruksi, yaitu: a) Concept Design Model; b) Detailed Design Model; c) Construction Model; dan d) Operation Model.

    Ditinjau dari sisi perangkat lunak, terdapat berbagai pilihan perangkat lunak yang terkait dengan kerangka kerja BIM. Sebagian merupakan perangkat lunak yang memang dirancang sebagai perangkat lunak BIM, dan sebagian adalah perangkat lunak pendukung atau tidak secara default memiliki fungsionalitas BIM. BIM authoring tool dalam hal ini khususnya mencakup perangkat lunak BIM pada ranah pemodelan BIM, seperti misalnya Revit, Archicad, Bricscad, Tekla Struktur dan sebagainya.

    Dalam kasus ini saya ambilkan contoh lapisan teknologi BIM yang umum digunakan di Indonesia, meskipun banyak juga yang menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras berbeda dengan yang saya sebutkan di sini. Di tahap pengembangan gambarrencana dan gambar kerja umumnya digunakan perangkat lunak Autocad, kemudian pada tahap pemodelan BIM mulai bervariasi dari Revit, Archicad, Tekla, AllPlan maupun Cubicost.

  • Instalasi Autodesk Revit dengan Lisensi Educational2:02

    Setelah anda terdaftar dan login ke laman Autodesk Educational, anda dapat melihat produk apa saja yang dapat anda gunakan melalui akun anda, lalu klik product and services. Cari kotak yang menunjukkan produk Revit, kemudian pada menu drop down di atas tombol install, klik dan pilih versi Revit yang ingin anda install kemudian klik tombol Install. Installer Revit akan diunduh dan dijalankan secara otomatis. Pastikan anda terhubung ke jaringan internet untuk dapat mengunduh dan menginstallnya.

    Selain instalasi Revit, anda juga perlu melakukan instalasi Revit Content Pack atau Revit Content Library. Revit Content Pack atau Library ini berisi seluruh template serta objek atau family model standar yang dapat langsung digunakan oleh user pada saat user membuat suatu project. Dengan menggunakan pustaka atau library yang telah disediakan oleh Autodesk, user lebih dimudahkan sehingga proses pemodelan BIM bangunan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa harus membuat custom family.

  • Pengenalan Revit Struktur3:57

    Autodesk Revit Struktur merupakan bagian dari platform Revit untuk BIM yang memungkinkan pengguna membuat desain, gambar, dan skedul atau quantity take off untuk proyek bangunan gedung. Fungsi-fungsi dalam Revit Struktur dibagi ke dalam beberapa kelompok penting: Structure (beam, wall, column, floor, truss, brace, beam system), Connection, Foundation (isolated, wall, slab), Reinforcement (rebar, area, dsb), serta Steel (connection, fabrication elements, modifiers, parametric cuts).

    Modeling Struktur bangunan di Revit umumnya melibatkan proses: penggunaan Structural Template pada saat memulai project, mengaitkan atau link gambar CAD sebagai referensi atau xref, memuat (atau loading) structural component family atau library, menerapkan rebar atau tulangan baja pada model elemen struktural beton bertulang, dan sebagainya.

    Terdapat beberapa istilah yang perlu kita ketahui di dalam Revit. Istilah-istilah ini perlu kita ketahui agar saat memodelkan bangunan akan memudahkan kita berkomunikasi dengan pihak lain yang terkait dalam project konstruksi.

    Pertama, Datum. Datum adalah elemen yang digunakan sebagai acuan awal atau referensi suatu model BIM di dalam Revit. Datum dalam Revit terdiri dari: grid, levels, dan reference plane atau work plane. Selain itu juga terdapat elemen datum lain berupa project base point dan survey point.

    Kedua, Project. Project merupakan suatu database yang menyimpan seluruh data dan informasi terkait model BIM di dalam Revit (yaitu seluruh geometri model, parameter, dan data lainnya tentang model).

    Ketiga, Level. Level merupakan bidang horisontal yang umumnya ditambahkan sesuai kebutuhan sebagai referensi penempatan elemen-elemen BIM sesuai dengan elevasi level atau lantai bangunan, atau bidang lain seperti bidang atap, basemen, dan sebagainya.

    Keempat, elemen atau model element. Elemen adalah bagian terkecil dari unsur pembentuk model BIM di dalam Revit. Ketika membuat sebuah model, pengguna menambahkan elemen-elemen parametrik ke dalam desain/model. Klasifikasi elemen di dalam Revit dibagi menjadi: Categories, Families, dan type.

    Kategori merupakan kumpulan elemen utama bangunan yang digunakan untuk menyusun suatu model BIM di Revit, salah satu contohnya adalah kategori Kolom. Kategori kolom ini di dalamnya terdapat Family atau keluarga kolom yang berbeda bentuk yaitu round column atau kolom silinder dan rectangular column atau kolom kotak atau persegi. Di dalam masing-masing Family tersebut juga bisa terdapat banyak tipe kolom silinder dan kolom persegi yang berbeda-beda ukurannya.

  • Beberapa Istilah dasar dalam Autodek Revit2:58

    Terdapat beberapa istilah yang perlu kita ketahui di dalam Revit. Istilah-istilah ini perlu kita ketahui agar saat memodelkan bangunan akan memudahkan kita berkomunikasi dengan pihak lain yang terkait dalam project konstruksi.

    Pertama, Datum. Datum adalah elemen yang digunakan sebagai acuan awal atau referensi suatu model BIM di dalam Revit. Datum dalam Revit terdiri dari: grid, levels, dan reference plane atau work plane. Selain itu juga terdapat elemen datum lain berupa project base point dan survey point.

    Kedua, Project. Project merupakan suatu database yang menyimpan seluruh data dan informasi terkait model BIM di dalam Revit (yaitu seluruh geometri model, parameter, dan data lainnya tentang model).

    Ketiga, Level. Level merupakan bidang horisontal yang umumnya ditambahkan sesuai kebutuhan sebagai referensi penempatan elemen-elemen BIM sesuai dengan elevasi level atau lantai bangunan, atau bidang lain seperti bidang atap, basemen, dan sebagainya.

    Keempat, elemen atau model element. Elemen adalah bagian terkecil dari unsur pembentuk model BIM di dalam Revit. Ketika membuat sebuah model, pengguna menambahkan elemen-elemen parametrik ke dalam desain/model. Klasifikasi elemen di dalam Revit dibagi menjadi: Categories, Families, dan type.

    Kategori merupakan kumpulan elemen utama bangunan yang digunakan untuk menyusun suatu model BIM di Revit, salah satu contohnya adalah kategori Kolom. Kategori kolom ini di dalamnya terdapat Family atau keluarga kolom yang berbeda bentuk yaitu round column atau kolom silinder dan rectangular column atau kolom kotak atau persegi. Di dalam masing-masing Family tersebut juga bisa terdapat banyak tipe kolom silinder dan kolom persegi yang berbeda-beda ukurannya.

  • Tipe Elemen dalam Autodesk Revit1:00

    Elemen adalah bagian terkecil dari unsur pembentuk model BIM di dalam Revit. Ketika membuat sebuah model, pengguna menambahkan elemen-elemen parametrik ke dalam desain/model. Klasifikasi elemen di dalam Revit dibagi menjadi: Categories, Families, dan type.

    Kategori merupakan kumpulan elemen utama bangunan yang digunakan untuk menyusun suatu model BIM di Revit, salah satu contohnya adalah kategori Kolom. Kategori kolom ini di dalamnya terdapat Family atau keluarga kolom yang berbeda bentuk yaitu round column atau kolom silinder dan rectangular column atau kolom kotak atau persegi. Di dalam masing-masing Family tersebut juga bisa terdapat banyak tipe kolom silinder dan kolom persegi yang berbeda-beda ukurannya.

  • Mengenal Antarmuka atau User Interface Autodesk Revit6:53

    Pada bagian kiri atas terdapat Quick Access Toolbar dimana beberapa fungsi yang paling sering kita akses ditempatkan di sini seperti open project, save project, dimensi, fungsi untuk membuat section view, dan fungsi print atau plot.

    Pada bagian kanan atas terdapat user interface untuk login ke aplikasi menggunakan akun Autodesk Educational. Kita dapat mengatur lisensi kita dan melihat sisa waktu masa pakai lisensi educational kita di sini.

    Di bawahnya, Tab dan Ribbon merupakan kumpulan fungsi-fungsi utama pada semua domain kerja mulai dari Struktur, Arsitektur, dan MEP. Pada area inilah letak fungsi-fungsi utama pemodelan yang akan banyak kita gunakan saat melakukan proses pemodelan dengan Autodesk Revit mulai dari impor gambar referensi, pemodelan hingga quantity take off.

    Pada saat kita memilih suatu model elemen tertentu di dalam area kerja, maka option bar berwarna hijau muda akan muncul di bawah Ribbon. User interface ini memungkinkan modeler melakukan penyesuaian opsi pada objek yang sedang terpilih di dalam model.

    Berikutnya di sisi kiri bagian atas di bawah ribbon terdapat tampilan yang juga penting yaitu Properties Pallete. Di menu ini kita dapat membuat tipe model elemen baru, memodifikasi tipe elemen eksisting, dan juga melakukan pengaturan-pengaturan parameter model secara terperinci seperti posisi model kaitannya dengan level lantai, offset elevasi, dan berbagai parameter lain sesuai jenis masing-masing elemen.

    Selanjutnya di bawah Properties Pallete terdapat menu penting lain yaitu Project Browser. Project Browser berfungsi sebagai semacam daftar isi project dimana melalui menu ini kita dapat membuka semua view yang ada mulai denah, tampak, potongan serta tampilan 3D, hasil hitungan atau quantity take off, lembar gambar, dan sebagainya.

    Area yang paling luas di bagian tengah adalah area kerja atau area pemodelan. Pada area ini, Revit akan menampilkan satu view yang saat itu sedang aktif atau dipilih, atau beberapa view sekaligus apabila pilihan tile view diaktifkan. Disinilah kita sebagai modeler melakukan pekerjaan pemodelan khususnya melalui plan view atau denah, elevation view atau tampak, section view atau potongan, serta drafting view dan detail view untuk drafting gambar siap produksi.

    Pada sudut kanan atas area pemodelan ini Revit juga menyediakan View Cube untuk memudahkan modeler melakukan navigasi model secara tiga dimensional.

    Pada sudut kiri bawah area pemodelan, terdapat View Control Bar. Beberapa fungsi penting yang disematkan di View Control Bar antara lain pengaturan skala, pengaturan detail level, pengaturan visual style model, pengaturan sun path atau jalur matahari, pengaturan shadow atau bayangan, temporary hide, dan juga reveal hidden elemen untuk menampilkan elemen tersembunyi dengan highlight warna merah tanpa harus memilih unhide.

Requirements

  • Pengalaman dalam penggunaan perangkat lunak CAD baik 2D maupun 3D atau perangkat lunak sejenis.

Description

Course ini berisikan materi pengantar BIM Bangunan Gedung, yang memberikan gambaran awal tentang penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam sektor konstruksi bangunan gedung. Peserta course akan mendapatkan informasi mengenai pengertian BIM, filosofi penerapan BIM, serta berbagai hal mendasar yang perlu diketahui sebelum terjun langsung membuat dan mengelola model BIM bangunan gedung. Selain itu peserta juga akan mendapatkan informasi yang diperlukan mengenai peta jalan pengembangan BIM dan penerapannya di Indonesia sesuai kebijakan nasional yang berlaku.Saya berharap seluruh materi yang anda pelajari di dalam course ini dapat membantu anda mengenal lebih jauh tentang BIM, mengenal dan mengoperasikan perangkat lunak BIM authoring tools yang tersedia di pasaran.

Kabar gembira untuk anda, saya akan berupaya untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap materi di dalam course ini. Anda yang telah terdaftar di dalam kursus ini akan terus dapat mengakses seluruh materi yang ada sehingga selain dapat digunakan untuk materi pembelajaran, bahan yang terdapat di dalam kursus ini dapat juga menjadi bahan referensi bagi anda di masa mendatang.

Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya untuk anda, sang pembelajar yang ingin terus menambah ilmu, pengalaman dan skill anda di berbagai bidang. Semoga yang sedikit ini dapat menjadi amal jariyah bagi kami, Aamiin..


Terima kasih!

Who this course is for:

  • Mahasiswa, tenaga pengajar, dan pelajar pada level pemula yang baru mengenal BIM