
Perkenalan Trainer dan Manfaat mengikuti training ini
Penjelasan mengenai sejarah hadirnya six sigma
Penjelasan mengenai apa Six Sigma
Penjelasan mengenai perbedaan Six Sigma dan TQM
Menjelaskan Istilah definisi dalam Six Sigma
Menjelaskan Aktifitas Six Sigma dalam perspektif Bisnis
Menjelaskan Alasan Menggunakan Six Sigma dalam perspektif Bisnis
Menjelaskan Bagaimana menggunakan Six Sigma dalam perspektif Bisnis
Menjelaskan Metode dalam Six Sigma
Menjelaskan Tahap Define dalam DMAIC pada Six Sigma
Menjelaskan Tahap Measure dalam DMAIC pada Six Sigma
Menjelaskan Tahap Analyze dalam DMAIC pada Six Sigma
Menjelaskan Tahap Improvement dalam DMAIC pada Six Sigma
Menjelaskan Tahap Control dalam DMAIC di Six Sigma
Perkenalan Trainer dan Manfaat mengikuti training ini
Penjelasan mengenai manfaat hadirnya Lean
Penjelasan mengenai apa Lean
Menjelaskan Istilah definisi dalam Lean Thinking
Menjelaskan Waste
Menjelaskan Sumber dari Waste
Menjelaskan Sumber dari Waste
Menjelaskan Prinsip Lean
Menjelaskan Prinsip Lean Identify Value
Menjelaskan Prinsip Lean Map The Value Stream
Menjelaskan Prinsip Lean Create Flow
Menjelaskan Prinsip Lean Establish Pull
Menjelaskan Prinsip Lean Seek Perfection
Menjelaskan Eliminating Waste dengan ECRS
Perkenalan Trainer dan Manfaat mengikuti training ini
Penjelasan mengenai Integrasi Lean dan six sigma
Menjelaskan definisi Muda Mura Muri
Menjelaskan Value Stream Mapping
Menjelaskan Bagaimana Analisis Value Stream Mapping
Menjelaskan Bagaimana Value Stream Mapping saat ini
Menjelaskan Bagaimana Analisis Value Stream Mapping saat ini
Menjelaskan Bagaimana Mengkreasikan Value Stream Mapping masa depan
Menjelaskan Bagaimana menggunakan VSM Analisis Tools
Menjelaskan Flow Produksi saat ini
Menjelaskan Manfaat penerapan Flow
Menjelaskan Push Pull Produksi
Menjelaskan Kanban Sistem
Six Sigma adalah salah suatu alat manajemen populer yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), yang hanya berfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan.
Six Sigma memiliki tujuan lebih luas lagi yaitu untuk menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mereduksi biaya lebih efisien.
Six sigma juga disebut sistem komprehensif, yang artinya didalamnya sudah terdapat strategi bisnis, penerapan disiplin ilmu, dan sebagai alat untuk mencapai dan mendukung kesuksesan bisnis.
Six Sigma disebut strategi bisnis adalah karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan Histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.
Tahap berikutnya adalah sebuah sinergi yang bernama Lean Six Sigma adalah konsep manajemen operasional yang merupakan sinergi dari Lean dan Six Sigma. Dengan Lean Six Sigma, perusahaan dapat memperoleh “kecepatan” yang dimiliki Lean dan “kualitas” yang dimiliki Six Sigma. Metodologi ini mengarahkan perusahaan kepada eliminasi dari tujuh pemborosan (seven wastes) yang terjadi pada proses manufaktur ataupun jasa, dan perolehan kualitas pada output yang meminimalisir terciptanya produk yang cacat (rata-rata 3.4 cacat per satu juta kesempatan / defects per million opportunities (DPMO)). Tujuannya adalah meningkatkan profit perusahaan, memberikan kemampuan bertahan (sustainability), dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Lean Six Sigma menggunakan konsep fase DMAIC dalam menjalani proses, seperti halnya dalam Six Sigma murni.