
Metode Penelitian Narrative Enquiry dalam Arsitektur
Kursus ini dirancang untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman mahasiswa, peneliti, serta praktisi arsitektur terhadap metode narrative enquiry—sebuah pendekatan penelitian kualitatif yang menempatkan cerita, pengalaman, dan narasi sebagai sumber utama pengetahuan.
Dalam konteks arsitektur, narrative enquiry membuka ruang bagi peneliti untuk menggali hubungan antara ruang, manusia, budaya, dan memori kolektif. Kursus ini akan membahas bagaimana kisah-kisah personal maupun komunitas dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan arsitektural, baik dalam desain, sejarah arsitektur, maupun studi lingkungan binaan.
Topik Utama
Konsep dasar narrative enquiry dan filsafat dasarnya.
Peran narasi dalam memahami ruang dan pengalaman arsitektural.
Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan artefak budaya.
Analisis naratif: struktur, tema, dan makna dalam arsitektur.
Studi kasus penelitian naratif dalam arsitektur dan perkotaan.
Implikasi etika dan refleksivitas peneliti.
Penerapan narrative enquiry dalam desain arsitektur, sejarah, serta riset sosial-budaya.
Tujuan Kursus
Memahami prinsip dan landasan filosofis narrative enquiry.
Menguasai keterampilan teknis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data naratif.
Mengembangkan kepekaan kritis terhadap pengalaman ruang dan memori sosial dalam arsitektur.
Mampu menyusun penelitian berbasis narasi yang relevan dengan isu-isu arsitektur kontemporer.
Mendorong integrasi antara cerita, desain, dan keberlanjutan ruang.
Peserta yang Disasar
Mahasiswa arsitektur dan desain.
Peneliti bidang arsitektur, perencanaan kota, dan studi lingkungan binaan.
Praktisi arsitektur yang ingin menggabungkan pendekatan naratif dalam proses desain.
Akademisi yang berminat mengembangkan metodologi kualitatif interdisipliner.