
Gambaran singkat seluruh bagian dalam kursus ini
Memperkenalkan format geodatabase, format masa depan di ESRI yang lebih baik dari SHP. namun SHP juga masih bisa dipakai untuk project dengan skala kecil
Membuka aplikasi ArcGIS PRO 3, membuat project baru di ArcGIS PRO 3. Kopi data latihan ke folder latihan
Menambahkan beberapa data SHP ke kanvas ArcGIS PRO 3 dan mengkonversinya ke format Geodatabase/GDB baik individu atau bersamaan (bulk).
Sebelum diolah di ArcGIS PRO 3, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi. Kemudian XLS ini di ekspor ke CSV.
CSV yang sudah diekspor dari XLS kemudian di plotting ke ArcGIS PRO 3 dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field koordinat Longitude dan Latitude. Hasil plotting ini kemudian di ekspor ke GDB
Setelah data di plotting dan diekspor ke GDB, maka kita akan melakukan pembersihan data atau data cleaning. Setiap data selalu mempunyai kesalahan atau error, dalam data spasial sering lokasi dari data yang menjadi error seperti melesetnya posisi titik dari tempat seharusnya. Maka titik titik ini akan kita geser dengan menggunakan data atibut yang ada yaitu data kecamatan dan kelurahan/desa. Teknik ini dinamakan Geocoding. Kita telah mempunyai SHP data poligon administrasi kelurahan dan poligon administrasi kecamtan yang telah di ekspor ke GDB. Data poligon administrasi ini menjadi patokan dalam melakukan geocoding menggeser titik-titik yang meleset tersebut.
Walau tidak sering terjadi, kesalahan tipe data pada saat kita melakukan ekspor dari csv ke GDB dapat terjadi. maka dari itu kita akan melakukan pembersihan atau konversi tipe data ini misalnya dari Tipe teks atau string ke tipe Float, double atau numerik.
KALAU data konversi anda dari CSV ke GDB tidak ada kendala tipe data dalam kolom/field Omsetperbulan Rp DAN OmsetPertahun Rp seharusnya dalam tipe data numerik yaitu LONG/DOUBLE/FLOAT maka lewati saja pelajaran ini.
NAMUN JIKA kedua kolom ini berada dalam tipe data STRING/TEXT maka ikuti pelajaran ini
Dalam suatu dokumen Project ArcGIS PRO 3, kita dapat membuat beberapa peta tematik dari satu layer atau beberapa layer peta dengan berbagai field tanpa perlu memisahkan ke project yang berbeda
Dalam suatu dokumen Project ArcGIS PRO 3, kita dapat membuat beberapa peta khoropleth dari satu layer atau beberapa layer peta dengan berbagai field tanpa perlu memisahkan ke project yang berbeda
Analisis cluster merupakan salah satu analisis spasial yang dapat memberikan informasi spasial yang lebih baik dalam mengambil keputusan atau melihat fenomena dari data yang ada seperti tingkat polusi, tingkat kriminal dan lain-lain
Analisis heatmap merupakan salah satu analisis spasial yang dapat memberikan informasi spasial yang lebih baik dalam mengambil keputusan atau melihat fenomena dari data yang ada seperti tingkat polusi, tingkat kriminal dan lain-lain
Membuat layout peta tematik Aset Usaha di ArcGIS PRO 3. layout peta Aset Usaha akan menjadi template bagi peta-peta tematik yang lain
Membuat layout peta tematik Jenis Usaha di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta Aset Usaha.
Membuat layout peta tematik Jenis Kelamin di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta Aset Usaha.
Membuat layout peta tematik Lama Usaha di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta Aset Usaha.
Desain layout dengan HANYA menggunakan satu single map sebagai rujukan/sumber/source akan menimbulkan masalah jika kita mematikan dan menghidupkan layer (check/uncheck layer), maka layout lain yang memakai map yang sama akan terpengaruh. Maka dari itu kita membuat beberapa map yang berbeda untuk masing-masing layout. Untuk menghemat waktu, kita dapat kopi/paste saja dari single map dan rename sesuai keperluaj.
Layout yang telah selesai di desain akan kita ekspor ke format JPG dan PDF
Membuat layout peta khoropleth usia di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta tematik Aset Usaha.
Membuat layout peta khoropleth omset perbulan di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta tematik Aset Usaha.
Membuat layout peta khoropleth omset pertahun di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta tematik Aset Usaha.
Layout yang telah selesai di desain akan kita ekspor ke format JPG dan PDF
Membuat layout peta seluruh cluster di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta khoropleth Usia
Membuat layout peta seluruh heatmap di ArcGIS PRO 3. Layout ini akan memakai template dari peta khoropleth Usia
1. Perkenalan Geodatabase (.gdb),
Geodatabase adalah format penyimpanan data spasial yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Dikembangkan oleh Esri, geodatabase berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan, mengelola, dan menganalisis data geografis secara efisien dalam bentuk yang terorganisir. Geodatabase memungkinkan pengguna untuk mengelola data spasial dan atributnya secara terintegrasi dalam satu basis data.
2. Geodatabase VS Shapefile.
Geodatabase dan Shapefile adalah dua format data yang sering digunakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menyimpan data spasial. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal kemampuan, efisiensi, dan fungsionalitas. Perbandingan antara keduanya meliputi struktur penyimpanan, kapasitas penyimpanan, dukungan data dan fungsi, skalabilitas dan kolaborasi, kinerja dan kompabilitas
Pilih Geodatabase jika:
- Anda bekerja dengan dataset besar dan kompleks.
- Membutuhkan pengelolaan data terintegrasi (multi-layer, relasi, aturan topologi).
- Menggunakan SIG pada skala organisasi besar.
Pilih Shapefile jika:
-Anda memerlukan format sederhana untuk berbagi data dengan banyak platform.
- Dataset Anda kecil, dengan kebutuhan analisis yang sederhana.
Meskipun shapefile masih banyak digunakan karena kesederhanaannya, geodatabase menawarkan kemampuan yang jauh lebih unggul untuk kebutuhan modern dalam SIG.
3. Ekspor SHP ke GDB
GDB mampu membuat feature baru namun pada kesempatan ini kita akan mengekspor data SHP yang sudah ada ke GDB, selain menghemat waktu, kita juga dapat berlatih. selain SHP, format data yang populer lainnya adalah KML dan geoJSON.
4. Mengolah data survey lapangan dalam bentuk XLS, mengedit dan membersihkan data
Sebelum di olah di ArcGIS PRO 3, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi.
5. Ekspor XLS ke CSV
Setelah dibersihkan, data XLS di ekspor ke CSV.
6. Plotting data sebaran titik survey CSV ke ArcGIS PRO 3, data XY dalam Geographic Coordinate System (GCS) berformat Decimal Degree (DD)
Data CSV kemudian ditambahkan dan plotting ke ArcGIS PRO 3. Plotting atau menampilkan sebaran titik survey diatas kanvas ArcGIS PRO 3 dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field kombinasi X/Longitude/Bujur dan field Y/Latitude/Lintang sebagai titik koordinat bumi lokasi responden survey. Koordinat system yang digunakan dalam kursus kali ini adalah Geographic Coordinate System (GCS) dengan satuan derajat (Degree) dan berformat Decimal Degree/DD
7. Ekspor data plotting ke GDB
Sebaran titik survey yang telah di tambahkan di kanvas ArcGIS PRO 3 dapat langsung di plot ke atas kanvas ArcGIS PRO 3 dan langsung tersimpan ke dalam GDB
8. Membuat model spasial
kita akan membuat model spasial dari sebaran titik survey yang telah tersimpan di GDB. Model spasial ini dapat berbentuk thematik khoropleth, cluster dan heatmap. Model spasial akan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana data ini tersebar berdasarkan data atribut yang diperoleh seperti model spasial usia, model spasial omset perbulan, model spasial omset pertahun dan lainnya.
9. Mendesain Layout dalam ArcGIS PRO 3.
Kita akan membuat layout di ArcGIS PRO 3. Kita membuat Multi-layout untuk masing-masing model spasial di atas dalam satu Dokumen Project ArcGIS PRO .