
Gambaran singkat tentang seluruh bagian/section kursus. Ada 6 bagian dalam kursus ini
Perkenalan format data Geodatabase yang merupakan penyimpanan data spasial dalam bentuk database. Format ini adalah milik ESRI yang juga pemilik dari format Shapefile/SHP
Kita akan membuka beberapa data SHP, membuat data GDB yang baru dan mengeksport data SHP-SHP tersebut ke dalam GDB
Sebelum di olah di ArcMAP, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi. Kemudian XLS ini di ekspor ke CSV. CSV kemudian di plotting ke ArcMAP dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field koordinat Longitude dan Latitude. Hasil plotting ini kemudian di ekspor ke GDB
Setelah data di plotting dan diekspor ke GDB, maka kita akan melakukan pembersihan data atau data cleaning. Setiap data selalu mempunyai kesalahan atau error, dalam data spasial sering lokasi dari data yang menjadi error seperti melesetnya posisi titik dari tempat seharusnya. Maka titik titik ini akan kita geser dengan menggunakan data atibut yang ada yaitu data kecamatan dan kelurahan/desa. Teknik ini dinamakan Geocoding. Kita telah mempunyai SHP data poligon administrasi kelurahan dan poligon administrasi kecamtan yang telah di ekspor ke GDB. Data poligon administrasi ini menjadi patokan dalam melakukan geocoding menggeser titik-titik yang meleset tersebut.
Judul atau nama field bisa menjadi bencana bagi kita saat ini atau dimasa yang akan datang jika kita terlalu banyak menggunakan singkatan seperti jalan menjadi jln, nama menjadi nm atau pendapatan menjadi pdpt. Hal ini terjadi di format SHP dimana nama field yang HANYA menampung 10 karakter/huruf termasuk spasi. Kita telah mengekspor data plotting titik-titik survey dari CSV ke GDB, nama fieldnya lengkap, tidak ada yang terpotong. Pada pertemuan ini kita akan mengekspor data plotting titik-titik survey dari CSV ke SHP dan melihat perbandingan judul field antara SHP dan GDB
Walau tidak sering terjadi, kesalahan tipe data pada saat kita melakukan ekspor dari csv ke GDB dapat terjadi. maka dari itu kita akan melakukan pembersihan atau konversi tipe data ini misalnya dari Tipe teks atau string ke tipe Float, double atau numerik.
KALAU data konversi anda dari CSV ke GDB tidak ada kendala tipe data dalam kolom/field Omsetperbulan Rp DAN OmsetPertahun Rp seharusnya dalam tipe data numerik yaitu LONG/DOUBLE/FLOAT maka lewati saja pelajaran ini.
NAMUN JIKA kedua kolom ini berada dalam tipe data STRING/TEXT maka ikuti pelajaran ini
Dalam suatu dokumen Project MXD, kita dapat membuat beberapa peta tematik dari satu layer atau beberapa layer peta
Dalam suatu dokumen Project MXD, kita dapat membuat beberapa peta khoropleth dari satu layer atau beberapa layer peta
ArcGIS Desktop (ArcMAP) tidak mendukung penggunaan multi-layout dalam satu dokumen projek MXD. Karena itu maka layer-layer yang sudah di model spasial kan menjadi tematik harus dipisah menjadi MXD-MXD yang berbeda dan masing-masing MXD ini akan mempunyai layout sendiri
ArcGIS Desktop (ArcMAP) tidak mendukung penggunaan multi-layout dalam satu dokumen projek MXD. Karena itu maka layer-layer yang sudah di model spasial kan menjadi khoropleth harus dipisah menjadi MXD-MXD yang berbeda dan masing-masing MXD ini akan mempunyai layout sendiri
Membuat layout di ArcMAP dengan menggunakan model spasial tematik. Tematik yang dipakai adalah tematik aset usaha
Dengan menggunakan template layout dari peta tematik aset usaha, maka desain layout untuk sisa peta tematik lainnya dengan mudah dan cepat dapat buat.
Dengan menggunakan template layout dari peta tematik aset usaha, maka kita dapat mendesain layout untuk seluruh peta khoropleth dengan mudah dan cepat.
Dengan menggunakan template layout dari peta tematik aset usaha, maka kita dapat mendesain layout untuk seluruh peta khoropleth dengan mudah dan cepat.
Setelah semua layout berhasil dibuat, baik tematik dan khoropleth, maka sekarang kita ekspor menjadi format JPEG dan PDF
1. Perkenalan Geodatabase (.gdb),
Geodatabase adalah format penyimpanan data spasial yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Dikembangkan oleh Esri, geodatabase berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan, mengelola, dan menganalisis data geografis secara efisien dalam bentuk yang terorganisir. Geodatabase memungkinkan pengguna untuk mengelola data spasial dan atributnya secara terintegrasi dalam satu basis data.
2. Geodatabase VS Shapefile.
Geodatabase dan Shapefile adalah dua format data yang sering digunakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menyimpan data spasial. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal kemampuan, efisiensi, dan fungsionalitas. Perbandingan antara keduanya meliputi struktur penyimpanan, kapasitas penyimpanan, dukungan data dan fungsi, skalabilitas dan kolaborasi, kinerja dan kompabilitas
Pilih Geodatabase jika:
- Anda bekerja dengan dataset besar dan kompleks.
- Membutuhkan pengelolaan data terintegrasi (multi-layer, relasi, aturan topologi).
- Menggunakan SIG pada skala organisasi besar.
Pilih Shapefile jika:
-Anda memerlukan format sederhana untuk berbagi data dengan banyak platform.
- Dataset Anda kecil, dengan kebutuhan analisis yang sederhana.
Meskipun shapefile masih banyak digunakan karena kesederhanaannya, geodatabase menawarkan kemampuan yang jauh lebih unggul untuk kebutuhan modern dalam SIG.
3. Ekspor SHP ke GDB
GDB mampu membuat feature baru namun pada kesempatan ini kita akan mengekspor data SHP yang sudah ada ke GDB, selain menghemat waktu, kita juga dapat berlatih. selain SHP, format data yang populer lainnya adalah KML dan geoJSON.
4. Mengolah data survey lapangan dalam bentuk XLS, mengedit dan membersihkan data
Sebelum di olah di ArcMAP, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi.
5. Ekspor XLS ke CSV
Setelah dibersihkan, data XLS di ekspor ke CSV.
6. Plotting data sebaran titik survey CSV ke ArcMAP, data XY dalam Geographic Coordinate System (GCS) berformat decimal degree (DD)
Data CSV kemudian ditambahkan dan plotting ke ArcMAP. Plotting atau menampilkan sebaran titik survey diatas kanvas ArcMAP dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field kombinasi X/Longitude/Bujur dan field Y/Latitude/Lintang sebagai titik koordinat bumi lokasi responden survey. Koordinat system yang digunakan dalam kursus kali ini adalah Geographic Coordinate System (GCS) dengan satuan derajat (Degree) dan berformat Decimal Degree/DD
7. Ekspor data plotting ke GDB
Sebaran titik survey yang telah di tambahkan di kanvas ArcMAP tersimpan sementara di memori (temporary layer), untuk membuatnya permanen maka kita akan ekspor data sebaran titik ini ke GDB
8. Membuat model spasial
kita akan membuat model spasial dari sebaran titik survey yang telah tersimpan di GDB. Model spasial ini dapat berbentuk thematik dan khoropleth. Model spasial akan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana data ini tersebar berdasarkan data atribut yang diperoleh seperti model spasial usia, model spasial omset perbulan, model spasial omset pertahun dan lainnya.
9. Mendesain Layout dalam ArcMAP document (MXD).
Kita akan membuat layout di ArcMAP. Kita membuat layout untuk masing-masing model spasial di atas.