
Tinjauan singkat keseluruhan kursus dari bagian 1 sampai bagian 6 seperti perkenalan GPKG, perkenalan sistem proyeksi UTM, mengolah data survey, mendesain multi-layout dan lain-lain
Geopackage/GPKG adalah format milik QGIS. Meski format ini relatif baru namun popularitasnya menanjak dengan cepat karena banyak hal yang ditawarkan oleh format ini jauh mengungguli format Shapefile/SHP. GPKG tidak hanya menampung data vektor tapi juga data raster, spreadsheet, data tile tile bahkan mampu menyimpan QGIS Project Document (QGS/QGZ) sehingga GPKG benar-benar mampu membuat suatu lingkungan terisolir bagi sebuah project. GPKG dapat melakukan hal ini karena GPKG didukung oleh basisdata SQLite jadi GPKG bukan hanya sekedar format tapi juga basisdata/database.
Kita akan membandingkan fromat Geopackage dan Shapefile head to head sehingga akan nampak perbedaan dan keunggulan serta kekurangan dari dua format ini
Dalam menghitung luas, panjang dan keliling suatu fitur/objek, sistem koordinat geografis (GCS) tidak cocok karena GCS hanya cocok untuk menentukan lokasi di seluruh dunia.
Sistem proyeksi peta Universal Transverse Mercator (UTM) adalah sistem koordinat berbasis proyeksi silinder melintang yang membagi dunia menjadi 60 zona, masing-masing selebar 6 derajat bujur. UTM digunakan untuk memetakan permukaan bumi dengan distorsi minimal dalam skala lokal hingga regional. Sistem ini memanfaatkan koordinat metrik (meter) sehingga mempermudah perhitungan jarak dan area. Kegunaannya meliputi pemetaan topografi, navigasi GPS, perencanaan wilayah, serta sistem informasi geografis (SIG/GIS). Keunggulannya adalah presisi tinggi dalam pengukuran, terutama untuk area yang lebih kecil dibandingkan proyeksi lainnya.
Download, ekstrak dan kopikan file latihan ke folder anda agar dapat mengikuti setiap bagian dari kursus
Kita akan membuka beberapa data SHP, membuat data GPKG yang baru dan mengeksport data SHP-SHP tersebut ke dalam GPKG. Data SHP masih dalam sistem koordinat geografis, ketika di ekspor ke GPKG, SHP-SHP ini akan diproyeksikan ke sistem proyeksi UTM Zone 47 N
Sistem koordinat geografis/GCS mempunyai satuan derajat dan sistem proyeksi UTM memiliki satuan metrik/meter. Kita akan membandingkan tampilan koordinat pada GCS dan UTM
Sebelum di olah di QGIS, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi. Kemudian XLS ini di ekspor ke CSV. CSV kemudian di plotting ke kanvas QGIS dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field koordinat Longitude dan Latitude. Hasil plotting ini kemudian di ekspor ke GPKG
CSV kemudian di plotting ke kanvas QGIS dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field koordinat Longitude dan Latitude. longitude dan latitude dalam CSV sudah dalam satuan meter atau dalam sistem proyeksi UTM. Hasil plotting ini kemudian di ekspor ke GPKG
Setelah data di plotting dan diekspor ke GPKG, maka kita akan melakukan pembersihan data atau data cleaning. Setiap data selalu mempunyai kesalahan atau error, dalam data spasial sering lokasi dari data yang menjadi error seperti melesetnya posisi titik dari tempat seharusnya. Maka titik-titik ini akan kita geser dengan menggunakan data atibut yang ada yaitu data kecamatan dan kelurahan/desa. Teknik ini dinamakan Geocoding. Kita telah mempunyai SHP data poligon administrasi kelurahan dan poligon administrasi kecamtan yang telah di ekspor ke GPKG. Data poligon administrasi ini menjadi patokan dalam melakukan geocoding menggeser titik-titik yang meleset tersebut.
Judul atau nama field bisa menjadi bencana bagi kita saat ini atau dimasa yang akan datang jika kita terlalu banyak menggunakan singkatan seperti jalan menjadi jln, nama menjadi nm atau pendapatan menjadi pdpt. Hal ini terjadi di format SHP dimana nama field yang HANYA menampung 10 karakter/huruf termasuk spasi. Kita telah mengekspor data plotting titik-titik survey dari CSV ke GPKG, nama fieldnya lengkap, tidak ada yang terpotong. Pada pertemuan ini kita akan mengekspor data plotting titik-titik survey dari CSV ke SHP dan melihat perbandingan judul field antara SHP dan GPKG
Walau tidak sering terjadi, kesalahan tipe data pada saat kita melakukan ekspor dari CSV ke GPKG dapat terjadi. Maka dari itu kita akan melakukan pembersihan atau konversi tipe data ini misalnya dari Tipe teks atau string ke tipe Float, double atau numerik
Dalam suatu dokumen Project QGIS, kita dapat membuat beberapa peta tematik dari satu layer atau beberapa layer peta tematik ini kemudian bisa dibuatkan Layout-layout yang berbeda meskipun di dalam satu dokumen Project QGIS
Pada bagian ini kita akan membuat sebuah dokumen Project QGIS/QGZ baru. QGZ Baru ini akan membuat pemodelan spasial yaitu pemodelan khoropleth, pemodelan cluster dan pemodelan heatmap
Pada bagian ini kita akan membuat sebuah dokumen Project QGIS/QGZ baru hasil Save As project Khoropleth Umur diatas. QGZ Baru ini akan membuat pemodelan spasial yaitu pemodelan khoropleth, pemodelan cluster dan pemodelan heatmap
Pada bagian ini kita akan membuat sebuah dokumen Project QGIS/QGZ baru hasil Save As project Khoropleth Umur diatas. QGZ Baru ini akan membuat pemodelan spasial yaitu pemodelan khoropleth, pemodelan cluster dan pemodelan heatmap.
Kita akan mendesain layout untuk peta tematik jenis kelamin dimana peta ini dihasilkan dari tematik field jenis kelamin pada data sebaran survey
Kita akan mendesain layout untuk peta tematik jenis usaha dimana peta ini dihasilkan dari tematik field jenis usaha pada data sebaran survey
Kita akan mendesain layout untuk peta tematik aset usaha dimana peta ini dihasilkan dari tematik field aset usaha pada data sebaran survey
Kita akan mendesain layout untuk peta tematik lama usaha dimana peta ini dihasilkan dari tematik field lama usaha pada data sebaran survey
Untuk menghemat waktu, desain layout dari layout peta tematik diatas dapat di simpan menjadi template. Template ini akan di load ke halaman layout baru sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu desain layout
Kita mendesain layout untuk khoropleth dengan menggunakan template dari peta tematik. Sehingga waktu pembuatan layout menjadi jauh lebih cepat
Kita mendesain layout untuk khoropleth dengan menggunakan template dari peta tematik. Sehingga waktu pembuatan layout menjadi jauh lebih cepat
Kita mendesain layout untuk khoropleth dengan menggunakan template dari peta tematik. Sehingga waktu pembuatan layout menjadi jauh lebih cepat
Kita mendesain layout untuk khoropleth dengan menggunakan template dari peta tematik. Sehingga waktu pembuatan layout menjadi jauh lebih cepat. Maka pelajaran kali ini kita dapat langsung membuat 3 (tiga) desain layout sekaligus untuk graduate, cluster dan heatmap
Kita mendesain layout untuk khoropleth dengan menggunakan template dari peta tematik. Sehingga waktu pembuatan layout menjadi jauh lebih cepat. Maka pelajaran kali ini kita dapat langsung membuat 3 (tiga) desain layout sekaligus untuk graduate, cluster dan heatmap
Layout yang telah selesai di desain dapat di ekspor menjadi softcopy yaitu JPG dan PDF
Video tutorial ini dibuat dengan QGIS 3.34 LTR, namun semua versi QGIS 3.xx dapat mengikuti kursus ini.
1. Perkenalan Geopackage (.gpkg),
GPKG adalah format milik QGIS. Meski format ini relatif baru namun popularitasnya menanjak dengan cepat karena banyak hal yang ditawarkan oleh format ini jauh mengungguli format Shapefile/SHP. GPKG tidak hanya menampung data vektor tapi juga data raster, spreadsheet, data tile tile bahkan mampu menyimpan QGIS Project Document (QGS/QGZ) sehingga GPKG benar-benar mampu membuat suatu lingkungan terisolir bagi sebuah project. GPKG dapat melakukan hal ini karena GPKG didukung oleh basisdata SQLite jadi GPKG bukan hanya sekedar format tapi juga basisdata/database
2. Geopackage VS Shapefile.
SHP secara de facto, selama 40 tahun telah menjadi format data vektor standar di industri GIS. Ketika SHP pertama sekali diluncurkan, format ini didukung oleh teknologi paling canggih pada saat itu misalnya dukungan basisdata DBF. Saat ini DBF tidak lagi digunakan karena sudah banyak kelemahan disana sini. Format penyimpanan data vektor kemudian di kembangkan lagi dengan masih menggunakan teknologi basisdata sebagai tulang punggung penyimpanan data namun dengan penyesuaian yang jauh lebih baik. Salah satu format penyimpanan data yang dikembangkan oleh QGIS adalah Geopackage/GPKG. GPKG didukung oleh basisdata SQLite yang canggih, ringan dan mudah digunakan. Kita akan head to head untuk membandingkan keunggulan dan kelemahan format SHP dan GPKG.
3. Ekspor SHP ke GPKG
GPKG mampu membuat feature baru namun pada kesempatan ini kita akan mengekspor data SHP yang sudah ada ke GPKG, selain menghemat waktu, kita juga dapat berlatih. Ada banyak format yang mampu dibaca oleh QGIS dan semuanya dapat di ekspor kedalam GPKG. selain SHP, format data yang populer lainnya adalah KML dan geoJSON.
4. Mengolah data survey lapangan dalam bentuk XLS, mengedit dan membersihkan data
Sebelum di olah di QGIS, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi.
5. Ekspor XLS ke CSV
Setelah dibersihkan, data XLS di ekspor ke CSV.
6. Plotting data sebaran titik survey CSV ke QGIS, data XY dalam Projected System (PCS) yaitu Universal Transverse Mercator/UTM, berformat Meter.
Data CSV kemudian ditambahkan dan plotting ke QGIS. Plotting atau menampilkan sebaran titik survey diatas kanvas QGIS dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field kombinasi X/Longitude/Bujur dan field Y/Latitude/Lintang sebagai titik koordinat bumi lokasi responden survey. Koordinat system yang digunakan dalam kursus kali ini adalah Projected System (PCS) yaitu Universal Transverse Mercator/UTM, berformat Meter.
7. Ekspor data plotting ke GPKG
Sebaran titik survey yang telah di tambahkan di kanvas QGIS tersimpan sementara di memori (temporary layer), untuk membuatnya permanen maka kita akan ekspor data sebaran titik ini ke GPKG
8. Membuat model spasial
kita akan membuat model spasial dari sebaran titik survey yang telah tersimpan di GPKG. Model spasial ini dapat berbentuk thematik, khoropleth, clustering dan heatmap. Model spasial akan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana data ini tersebar berdasarkan data atribut yang diperoleh seperti model spasial usia, model spasial omset perbulan, model spasial omset pertahun dan lainnya.
9. Mendesain multi-Layout dalam satu QGIS project document (QGS/QGZ).
Keunggulan membuat layout di QGIS adalah multi-Layout. Kita dapat membuat banyak layout/multi-layout hanya dari sebuah QGS. Kita mampu membuat layout untuk masing-masing model spasial di atas hanya dari satu QGS/QGZ yang sama.
10. Ekspor layout ke JPG dan PDF