
Secara singkat saya akan memperkenalkan diri dan e-course SIMPEL ini.
Sesuai dengan mindset yang harus mau melakukan proses berulang, framework & alur dari manajemen strategi itu sendiri adalah sebuah "siklus" yang harus dilakukan berulang kali.
5 Forces Analysis digunakan untuk melihat "peluang", dan "ancaman" yang ada di lingkungan eksternal (secara "mikro" / industri) terhadap bisnis kita.
Berbeda dengan analisis 5 forces, analisis PESTEL ruang lingkupnya ada di "makro". Ini merupakan hal-hal yang kita sulit kontrol.
Kedua hal yang cukup teknis, namun sangat berguna dalam penentuan strategi yang tepat.
RBV ditujukan untuk mengetahui apa saja hal-hal yang berkaitan dengan internal bisnis kita yang menjadi sumber daya untuk menghasilkan uang.
Analisis VRIO itu digunakan untuk menguji produk yang ada dalam bisnis kita melalui 4 tes. Value, Rarity, Inimitability, dan Organized.
Seperti halnya EFE, IFE juga merupakan bagian teknis untuk proses penentuan strategi. Yang nantinya di materi kedepannya, akan dikombinasikan untuk akurasi yang jauh lebih tepat.
Pada materi ini, kita akan mempelajari apa saja jenis & tipe strategi yang nantinya akan menjadi output utama.
Ada 3 tahap dalam formulasi strategi, yaitu :
1. Input (EFE, IFE, CPM)
2. Matching (SWOT, BCG, IE matrix, Grand Strategy Matrix)
3. Decision (QSPM)
Tahap 1 sudah dibahas pada bagian EFE, IFE, dan CPM. Sedangkan pada tahap ke-2, SWOT pun juga sudah dibahas. Jadi pada lesson ke-5 ini, kita akan memulainya dari BCG.
QSPM merupakan teknis terakhir pada bagian analisis strategi. Tujuannya adalah mengetahui pilihan strategi mana yang paling baik untuk perusahaan.
Materi ini menjelaskan tips & trick implementasi strategi di bisnis kalian.
Bagian ini terfokus pada bagaimana cara yang bagus untuk evaluasi strategi.
Yang memiliki ide bisnis dalam dunia bisnis bukan hanya kita saja. Lebih dari jutaan orang di dunia ini bisa memiliki "ide yang SAMA" dengan kita. Supaya ide yang kita miliki bisa tereksekusi dengan baik, kita harus memiliki "strategi". Bisnis juga bisa diibaratkan sebagai "catur", yang dimana ketika kita bergerak, lawan juga pasti akan gerak sambil menjalankan strategi tersembunyinya.
Ilmu strategi bisa membuat omset bisnis kita meningkat karena customer pasti akan memfokuskan ke bisnis-bisnis tertentu. Misalnya seperti kasus TESLA dan BYD. TESLA padahal terlebih dahulu menjalankan bisnisnya. Namun, saat ini, BYD bisa lebih unggul dari segi penjualan. Itu karena BYD memiliki suatu strategi yang terfokus agar bisa mengalahkan TESLA. Ada juga kasus dimana internet provider Indonesia juga mengalami kesulitan sejak Elon Musk beralih ke bisnis internet provider (dengan Starlink) di Indonesia. Ini juga merupakan bagian dari strategi Elon Musk.
Ilmu strategi itu terfokus pada nama "Porter". Beliau memfokuskan bagaimana suatu bisnis itu bisa terus berkembang, dan berkompetisi pada industrinya masing-masing. Yang bahkan saat ini sudah bisa bersaing meski industrinya berbeda. Mengingat bisnis itu sama seperti dengan catur, Porter selalu memfokuskan setiap gerakan dalam bisnis kita. Bagaimana kita mengatur bisnis kita agar arahnya sesuai dengan kebutuhan / keinginan kita. Dari situ, barulah bisnis bisa naik omsetnya & bisa tetap bersaing.
Biasanya, orang hanya terfokus pada strategi spesifik dalam suatu bidang, seperti "strategi marketing" misalnya. Aslinya, itu hanya "bagian dari" ilmu manajemen strategi. Jadi dengan kata lain, strategi marketing itu hanyalah salah satu eksekusi dari strategi yang ditentukan dari manajemen strategi.
E-course ini saya sajikan sesederhana mungkin agar banyak pebisnis yang baru merintis, atau bahkan mau mulai berbisnis dapat "mempraktekkan" ilmunya dengan baik.