
Seringkali kita dihadapkan dengan keadaan yang mengharuskan kita untuk terlibat dalam difficult conversation, bisa saat kita ingin mengevaluasi tim kita, memberi masukan pada orang lain, memberikan kabar buruk, dan lainnya. Dalam course ini kita akan belajar bagaimana managing difficult conversation dengan tetap bisa menjaga kenyamanan, pemahaman anggota tim atau lawan bicara, dan keberlangsungan hubungan yang baik dengan lawan bicaranya.
Kami Daily Meaning, people development consultant yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Kami menyediakan program-program pembelajaran melalui workshop, webinar, executive coaching, group coaching, seminar, dan bentuk lainnya pada klien-klien korporat dan umum. Berdasarkan pengalaman, kami percaya bahwa program pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembelajar. Kami percaya bahwa cara penyampaian pembelajaran juga sangat esensial dalam menentukan pemahaman pembelajar terhadap materi yang dipelajari. Oleh sebab itu, kami akan memberikan Anda framework pembelajaran yang kontekstual dan relevan yang dapat Anda terapkan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang menyenangkan dan menarik sehingga Anda dapat menikmati waktu belajar Anda dengan kami.
Pembawa materi akan menjelaskan apa yang Sahabat Pembelajar akan dapatkan dan bisa kerjakan selama mengikuti pembelajaran di dalam online course ini.
Dalam melakukan difficult conversation, konflik cenderung bisa terjadi. Apa yang harus dilakukan saat konflik terjadi?
Di bagian ini, kita akan belajar mengenai bagaimana mengatasi konflik dengan fokus pada solusi ketika dihadapkan dengan difficult conversation.
Contoh bentuk difficult conversation yang berada pada level 3 dengan tujuan sengaja menyakiti.
Penjelasan mengenai difficult conversation level 3 yang bersifat menyerang dan dapat menyakiti perasaan.
Contoh bentuk difficult conversation yang berada pada level 2 yang berfokus pada siapa yang benar dan siapa yang salah.
Penjelasan mengenai difficult conversation yang berada pada level 2 yang hanya berfokus untuk menyampaikan apa yang benar dan salah.
Contoh difficult conversation pada level 1 yang berfokus pada solusi.
Penjelasan mengenai difficult conversation pada level 1 yang berfokus pada solusi untuk menyelesaikan masalah bersama-sama.
Ketika dihadapkan dengan difficult conversation, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan umpan balik yang konstruktif, bukan yang mengkritik. Pada bagian ini, Sahabat Pembelajar akan belajar mengenai perbedaan antara umpan balik yang konstruktif dan mengkritik.
Contoh pemberian umpan balik dengan pendekatan yang mengkritik.
Penjelasan mengenai contoh umpan balik yang mengkritik.
Contoh pemberian umpan balik dengan pendekatan yang konstruktif.
Penjelasan mengenai contoh umpan balik yang konstruktif sehingga berfokus pada apa yang dapat diperbaiki ke depannya.
Dalam menyampaikan umpan balik yang konstruktif, kita dapat menerapkan talking filters supaya umpan balik yang kita berikan dapat semakin kuat dan berdampak. Pada bagian ini, Sahabat Pembelajar akan belajar penggunaan talking filters dalam melakukan diskusi dengan tim.
Contoh diskusi tanpa menggunakan talking filters.
Penjelasan mengenai diskusi yang tidak menggunakan talking filters dan tanpa intensi yang jelas.
Contoh diskusi yang menggunakan talking filters.
Penjelasan mengenai diskusi yang menggunakan talking filters dengan intensi yang jelas untuk memahami dan mencari jalan keluar bersama.
Memberikan umpan balik yang konstruktif juga dapat dilakukan dengan menggunakan BOOST Formula supaya tetap efektif dan optimal.
Contoh penerapan BOOST Formula dalam memberikan umpan balik.
Penjelasan mengenai penerapan dari BOOST Formula dalam contoh sebelumnya.
Menerapkan prinsip neuroscience dalam melakukan difficult conversation dengan menyentuh lapisan-lapisan otak supaya diskusi yang dilakukan tajam, dapat diterima, dan dapat menggerakan. Pada bagian ini, Sahabat Pembelajar akan belajar cara menerapkan lapisan-lapisan otak dalam melakukan diskusi dengan lawan bicara.
Penjelasan mengenai lapisan otak yang pertama yaitu otak reptil untuk menciptakan rasa keterdesakan yang pas pada lawan bicara.
Contoh penggunaan otak reptil yang kurang dalam menyampaikan sesuatu dengan lawan bicara.
Contoh penggunaan otak reptil yang berlebihan dalam menyampaikan sesuatu dengan lawan bicara.
Penjelasan mengenai penerapan otak reptil yang kurang dan berlebihan.
Contoh penggunaan otak reptil yang pas dalam menyampaikan sesuatu kepada lawan bicara.
Penjelasan mengenai penggunaan otak reptil yang pas dalam menyampaikan sesuatu kepada lawan bicara.
Penjelasan mengenai penggunaan lapisan otak yang kedua yaitu otak mamalia untuk memberikan rasa nyaman dalam menyampaikan sesuatu kepada lawan bicara.
Contoh penggunaan otak mamalia yang kurang sehingga terasa kaku.
Contoh penggunaan otak mamalia yang berlebihan sehingga terkesan sok akrab.
Penjelasan terkait contoh penggunaan otak mamalia yang kurang dan berlebihan.
Contoh penggunaan otak mamalia dalam kadar yang pas sehingga menciptakan rasa nyaman dalam menyampaikan sesuatu kepada lawan bicara.
Penjelasan terkait contoh penerapan otak mamalia yang pas.
Penjelasan mengenai lapisan otak yang ketiga yaitu otak primata untuk menyampaikan pesan yang informatif kepada lawan bicara.
Contoh penggunaan otak primata yang kurang sehingga informasi yang disampaikan terasa tidak jelas.
Contoh penggunaan otak primata yang berlebihan sehingga informasi yang disampaikan terasa tidak fokus.
Penjelasan terkait contoh penggunaan otak primata yang kurang dan berlebihan.
Contoh penggunaan otak primata yang pas sehingga informasi yang diberikan terasa informatif.
Penjelasan terkait penggunaaan otak primata yang pas.
Managing Difficult Conversation: Strategi Komunikasi Asertif merupakan online course mengenai pendekatan praktis yang dapat digunakan dalam menghadapi percakapan-percakapan sulit & menantang dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pekerjaan sebagai team leader.
Sebagai pemimpin, menghadapi difficult conversation dengan tim adalah bagian dari proses memimpin dan memotivasi tim, terutama ketika ada tantangan atau situasi yang tidak sesuai harapan kita. Di sisi lain, difficult conversation tidak mudah dilakukan karena bisa memengaruhi hubungan dengan tim jika dilakukan dengan kurang optimal. Oleh karena itu, penting bagi pemimpin untuk belajar menghadapi difficult conversation secara optimal, agar tim tetap bisa produktif dan positif.
Bersama Daily Meaning, Sahabat Pembelajar akan berlatih menerapkan langkah-langkah praktis untuk melakukan difficult conversation yang baik dengan tim. Sahabat Pembelajar akan belajar cara melakukan difficult conversation yang berfokus pada pencarian solusi bersama. Sahabat Pembelajar akan belajar mengenai cara memberikan umpan balik konstruktif, yang juga dilengkapi dengan cara menggunakan talking filters dan formula yang tepat dalam menyusun umpan balik. Selain itu, Sahabat Pembelajar juga akan belajar untuk menggunakan pendekatan neuroscience dalam dalam melakukan komunikasi yang efektif kepada tim.
Dengan mempelajari materi-materi yang ada di dalam online course ini, Daily Meaning berharap Sahabat Pembelajar dapat meningkatkan kemampuan leading people melalui kemampuan menangani percakapan yang sulit dengan tim. Harapannya, Sahabat Pembelajar dapat memperkuat dampak sebagai pemimpin, menjaga keadaan tim yang produktif, dan dapat memperkuat partnership dan trust dari tim.