
Selamat datang di kursus "Strategi Penerapan learning Skills untuk Pertumbuhan Pribadi". Pada kursus ini, kamu akan mempelajari bagaimana kisah-kisah orang sukses dalam proses unlearn-relearn, siklus re-thinking & unlearning,
cara membangun sikap keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru beserta contoh penerapannya, cara meninggalkan zona nyaman untuk mencapai kesuksesan, tantangan dalam proses unlearn - relearn, dan cara membangun kebiasaan baru agar tidak takut untuk memasuki learning zone dan tidak terbelenggu di comfort zone.
Learning skills/kemampuan belajar merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki di abad 21 ini. Kompetensi abad 21 menjadi fokus utama bagi peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di Indonesia. Kompetensi ini menjadi acuan untuk membentuk manusia yang memiliki kemampuan agar bisa bersaing di dunia kerja maupun bisnis khususnya dalam memecahkan permasalahan. Harapannya dengan mengikuti kursus ini, teman-teman dapat menerapkan sikap curiosity/keingintahuan yang tinggi terhadap hal-hal baru untuk pertumbuhan diri di masa depan
Serena Williams merupakan petenis putri terbaik dunia. Tentu dalam setiap perjuangan, adakalanya berada di titik terendah. Lalu bagaimana cara Serena Williams dalam menerapkan unlearn-relearn dalam kisah kelamnya? Yuk simak videonya!
Dalam dunia yang penuh ketidakpastiaan, terus berkembang dan berubah, kemampuan untuk "unlearn-relearn dan rethinking" adalah kunci untuk beradaptasi, pertumbuhan diri, dan sukses baik dalam karir maupun dalam kehidupan pribadi. Lalu, bagaimana proses unlearn-relearn dan rethinking? Yuk simak videonya!
Dalam perjalanan menggapai impian dan tujuan hidup pasti setiap orang menghadapi masa-masa jatuh, namun bagaimana kisah Blockbuster dan Steve Jobs dalam menghadapi masa kelamnya hingga menjadikannya sebagai orang sukses di dunia?
Dalam konsep unlearn-relearn, membutuhkan proses seni berpikir seperti seorang ilmuwan karena metode ilmiah yang digunakan oleh ilmuwan dapat membantu individu dalam mengatasi tantangan "unlearning" dan meraih keberhasilan dalam "relearning". Lalu bagaimana cara berpikir seorang ilmuwan yang dapat diterapkan untuk pertumbuhan diri kamu? Temukan jawabannya pada video pembelajaran disini ya!
Apakah kamu seseorang yang memiliki percaya diri yang berlebihan atau sebaliknya? perlu kamu ketahui, percaya diri yang sehat adalah tentang mengakui kelebihan dan kekurangan diri secara objektif, dan memiliki keyakinan yang realistis tentang kemampuan yang dimiliki. Terlalu banyak atau terlalu sedikit percaya diri dapat memiliki dampak negatif, maka dengan menjaga keseimbangan dan membangun percaya diri yang sehat, individu dapat meraih kesuksesan dengan lebih efektif. Lalu bagaimana strategi untuk menghindari percaya diri yang berlebihan?
Bangkit dari kegagalan memerlukan keberanian, ketekunan, dan kemauan untuk belajar dari kesalahan. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar jika seseorang mampu mengambil pelajaran dan terus maju dengan semangat yang tinggi. Lalu bagaimana menyikapi suatu kegagalan agar bisa bangkit kembali?
Untuk dapat unlearn-relearn tentunya perlu bersikap terbuka atas pemikiran-pemikiran lainnya. Terbuka untuk mempelajari sesuatu yang baru dari setiap pemikiran orang yang kamu temui. Kamu dapat berdiskusi dan membangun jaringan dengan orang yang memiliki pemikiran berbeda bahkan bertentangan dengan pemikiran kamu. Bagaimana jika dalam proses diskusi tersebut terjadi konflik, tidak menemukan titik terbaiknya di antara dua pemikiran? Tentunya kamu perlu mengelola konflik tersebut menjadi konflik yang membangun/konstruktif, bagaimana cara membangunnya? Yuk temukan jawabannya pada video disini ya!
Memahami management thinking merupakan bagian penting dalam proses rethinking karena melibatkan evaluasi dan transformasi cara seseorang dalam mengambil keputusan dan mencapai tujuan. Lalu bagaimana management thinking yang diterapkan oleh Stephane Bancel & Anish Shah untuk pertumbuhan diri dan organisasinya? Yuk simak videonya!
Dengan memahami dan menerapkan management thinking juga dapat menghadapi tantangan dan mengubahnya menjadi peluang untuk pertumbuhan. Bagaimana management yang diterapkan Roz Brewer untuk pertumbuhan diri dan organisasinya?
Dalam dunia keuangan yang kompleks dan dinamis, unlearn-relearn memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa individu atau organisasi dapat beradaptasi dengan perubahan dan mengambil keputusan keuangan yang cerdas. Bagaimana unlearn-relearn dalam mengambil sebuah keputusan? Yuk simak videonya!
Dengan memahami cara meminimalisir risiko, individu atau organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan lebih mampu mengatasi tantangan yang mungkin akan muncul. Hal tersebut dapat membantu mencegah kemungkinan kerugian. Namun, bagaimana cara menimalisir resiko dalam pengambilan keputusan? Yuk simak video berikut!
Apakah kamu saat ini sedang berada di zona nyaman? atau sedang mencoba belajar lebih dari zona nyaman kamu? Meninggalkan zona nyaman bukan berarti harus melakukan hal-hal yang ekstrim/berlebihan, namun tentang "bagaimana mengambil langkah-langkah yang progresif di luar batas kenyamanan kamu untuk menciptakan peluang baru". Mau tau gimana proses dan manfaat meninggalkan zona nyaman? Yuk temukan jawabannya pada video disini ya!
Poin penting ketika kamu ingin memperluas zona nyaman adalah melakukannya. Mungkin ada yang bertanya-bertanya, mulai darimana dan dengan cara apa agar bisa meninggalkan zona nyaman hingga zona perkembangan? Yuk temukan jawabannya pada video berikut ini!
Dalam proses meninggalkan zona nyaman, tentu kamu ingin konsisten dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang membuat kamu terus berprogress, pun peran lingkungan juga penting untuk mendukung pertumbuhan diri kamu. Namun bagaimana cara membangun sistem kebiasaan yang baik?
Dalam melakukan sistem kebiasaan yang baru, bahkan diluar zona nyaman kamu, tentu kamu banyak menghadapi tantangan hingga kamu bisa konsisten dalam menerapkan sebuah sistem kebiasaan. Namun gimana cara memelihara kebiasaan yang udah kamu bangun? Yuk temukan jawabannya pada video ini!
Dengan menguasai keterampilan self-leadership, maka seseorang memiliki alat yang kuat untuk mengatasi rintangan dan mengambil tindakan di luar zona nyaman. Hal tersebut dapat membantu individu dalam menjelajahi, tumbuh, dan mencapai potensi pribadi dengan cara yang berani dan terarah. Namun bagaimana penerapan self-leadership untuk pertumbuhan diri? Kamu juga dapat mendownload bahan bacaan di bawah ini yang berisi tentang insight dari buku The Art of The Good Life oleh Rolf Dobelli)
Untuk mencapai sesuatu yang kamu inginkan baik untuk kehidupan karir maupun perkembangan pribadi, kamu perlu mempelajari hal-hal baru dengan memperluas zona nyaman, dengan memulai dari hal sederhana namun penting yaitu mencoba menemukan kembali/reinventing yang menjadi fokusan dalam hidup, dengan membagi skala prioritas “apa yang sangat penting dan kamu dapat memprioritaskannya”. Namun bagaimana caranya kamu menemukan kembali fokusan dalam hidup kamu? Yuk temukan jawabannya di video berikut! Kamu juga mendapatkan worksheet untuk membantu kamu membagi skala prioritas, yuk download worksheetnya dibawah ini!
Untuk menemukan jawaban "Who I'm?" kamu akan mempelajari konsep self-awareness, self-reflection, dan self-regulation. Dengan self-awareness, kamu dapat memahami kekuatan dan kekurangan diri sendiri baik dari segi perasaan, emosi, dan perilaku. Lalu, dengan melakukan self-reflection itu dapat membantu kita untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik, belajar dari pengalaman yang telah dialami, dan meningkatkan hubungan dengan orang lain. Bagaimana untuk memahami diri kamu secara mendalam? Temukan jawabannya pada video berikut!
Laporan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menemukan bahwa kondisi kerja tertentu, termasuk jadwal kerja yang tidak fleksibel seperti shift larut malam dan kurangnya cuti sakit dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental pekerja. Laporan tersebut menyebut pada tahun 2021, sekitar 1 dari setiap 37 pekerja mengalami tekanan psikologis yang serius, atau perasaan negatif yang cukup parah sehingga mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan serta membutuhkan perawatan. Lantas, bagaimana cara untuk memperbaiki self-regulasi agar mencapai kesejahteraan dan ketenangan? Yuk temukan jawabannya pada video berikut ini!
Ketika kamu menginginkan sesuatu dan bisa mendapatkannya, tentu kamu memikirkan "bagaimana cara mencapainya?" ada yang berpikir menggunakan cara yang konvensional, artinya cara seperti biasa, yang banyak dilakukan kebanyakan orang dan ada juga yang berpikir dengan cara yang berbeda dan kreatif. Diantara kita, tentu tidak asing dengan nama-nama tokoh orang sukses di dunia seperti Bill Gates, Steve Jobs, dan Stephen Spielberg. Namun bagaimana mereka bisa berhasil dalam bidangnya masing-masing? temukan jawabannya pada video berikut!
Kisah unik Tim Ferriss dalam menggapai kesuksesannya adalah inspirasi bagi banyak orang. Dari kisahnya, kita bisa ambil insight bahwa ketika berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru, maka kamu dapat merasakan pertumbuhannya baik dalam kehidupan karir maupun kehidupan pribadi. Apa saja insight dari Buku Tools of Titans? Yuk simak video berikut!
Di era ini, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah adaptasi, karena dengan adaptasi, seorang individu dapat dengan cepat menghadapi tantangan dan perubahan. Hal yang sudah tidak asing lagi adalah program-program peningkatan skills yang sesuai dengan abad 21 ini. Jika individu bergabung dengan sebuah komunitas maupun organisasi, misalnya di tempat kerja, tempat tinggal, lingkungan sosial, tempat usaha baru, siapakah yang wajib menyesuaikan diri?
Jawabannya sudah pasti, bukan komunitas yang akan menyesuaikan diri terhadap individu. Tetapi, individulah yang harus dapat menyesuaikan diri terhadap komunitas tersebut. Lalu apa saja tantangannya dan bagaimana cata membangun kebiasaan baru untuk pertumbuhan diri? Yuk temukan jawabannya pada video ini!
Menjadi pribadi suka belajar dan beradaptasi dengan perubahan adalah hal yang penting untuk proses pertumbuhan kamu dalam mencapai berbagai mimpi, maka mulailah dari sekarang untuk memperluas zona nyaman menuju zona perkembangan. Terima kasih karena kamu telah mengikuti kursus ini hingga akhir, kamu telah banyak mempelajari bagaimana cara memperluas zona nyaman dan cara membangun kebiasaan yang baru. Sebelum kursus ini selesai, ada aktivitas praktik mandiri yang perlu kamu kerjakan terlebih dahulu ya, agar kursus ini lebih bisa berdampak untuk diri kamu. Untuk instruksi praktik mandiri, bisa kamu unduh dokumen di bawah ini. Selamat mengerjakan!
Profil Pengajar:
Arki Sudito
CEO Growth Center Kompas Gramedia
Pengalaman Arki Sudito sebagai praktisi HR dan manajemen strategi sudah tidak diragukan lagi. Sebelum menggeluti karirnya di Kompas Gramedia, beliau juga memiliki pengalaman di beberapa perusahaan ternama seperti Unilever dan Accenture. Dengan purpose membantu orang menemukan keberanian mereka untuk tumbuh dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri untuk menjadikan dunia ini lebih baik dan inklusif, Arki Sudito terus mengembangkan Growth Center menjadi sebuah platform untuk mengoptimalisasi pertumbuhan dan keunikan individu.
Doan Simanullang
Media Academy Manager KG Media
Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini berpengalaman 13 tahun sebagai praktisi Learning & Development di berbagai organisasi seperti retail, finance dan media. Dia ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang ia miliki kepada orang lain agar orang lain juga bisa bertumbuh dan menggunakan kekuatan dirinya untuk mencapai tujuan mereka. Dia percaya setiap orang memiliki kekuatan (strength) yang istimewa, dan senang melihat jika ada orang yang menjadi optimal dengan menggunakan kekuatan dirinya. Dia ingin membantu orang menemukan kekuatan diri mereka agar mereka dapat memiliki hidup yang bermakna bagi diri sendiri dan sekitarnya.
Deskirpsi Kelas
Berdasarkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyatakan bahwa 80 persen mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya dan 20% mahasiswa bekerja sesuai dengan jurusannya, artinya perubahan yang terjadi saat ini dapat berdampak bagi individu dalam menentukan arah masa depannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dunia. Selain itu, menurut hasil survey PwC Global CEO tahun 2021, menunjukkan bahwa 77% CEO di seluruh dunia mengidentifikasi kekurangan keterampilan merupakan salah satu ancaman terbesar bagi pertumbuhan bisnis. Artinya saat ini, perusahaan maupun organisasi, sangat memerlukan talent yang siap mengembangkan keterampilannya untuk mengatasi berbagai tantangan, karena dapat berdampak positif bagi pertumbuhan organisasinya, maka setiap talent harus memiliki sikap antusias terhadap belajar agar tidak ketinggalan zaman.
Saat ini individu dapat dengan mudah belajar dan mengasah keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dunia dalam waktu dan tempat yang tidak dibatasi, tujuannya pun beragam yaitu belajar untuk mengembangkan karir dan bisnis maupun untuk pertumbuhan pribadi. Untuk menyesuaikan kondisi dunia yang dinamis, maka setiap individu perlu beradaptasi dengan perubahan salah satunya kemampuan dalam belajar/learning skills. Learning skills merupakan aspek kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu di abad 21 ini karena persaingan yang semakin ketat, maka setiap individu harus bergerak cepat untuk belajar pengetahuan dan wawasan baru. Untuk mengasah learning skills tentu bukan hanya berasal dari motivasi internal dan ucapan saja, namun juga harus diimbangi dengan tindakan nyata misalnya membaca buku, artikel terkini, news dan mengikuti pelatihan/kursus pengembangan diri untuk meningkatkan kapabilitas diri.
Melalui kursus ini, kamu akan dilatih agar memiliki sikap antusias dalam belajar mulai dari mempelajari mengenai konsep belajar dan cara membangun keingintahuan yang tinggi, bagaimana proses unlearn, relearn, dan re-thinking (membangun sikap keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru), cara meninggalkan zona nyaman untuk pertumbuhan diri, serta cara memelihara kebiasaan baru. Selain itu, salah satu kelebihan mengikuti kursus ini adalah kamu dapat melakukan assessment potensi diri secara gratis menggunakan alat tes Growth Inventory (GI) dan Learning Agility Assessment (LEAN) serta mendapatkan worksheet/lembar kerja untuk membantu kamu mengidentifikasi diri menuju zona perkembangan.
Berikut penjelasan singkat mengenai alat tes GI dan LEAN:
Growth Inventory (GI) : alat ukur untuk mengukur 7 aspek dalam diri seseorang dalam menghadapi tantangan di masa depan. 7 aspek tersebut adalah mindset (pola pikir), GRIT (kegigihan), humility, curiosity, creativity style, meaning making, dan purpose in life
Learning Agility Assessment (LEAN) : alat tes yang mengukur seberapa adaptif individu dalam mempelajari dan mengaplikasikan informasi baru dalam suatu situasi
Deskripsi Peluang Okupasi yang Dilatih
Pada saat ini, setiap posisi pekerjaan memerlukan kemampuan belajar/learning skills agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang sangat dinamis. Selain itu, persaingan dunia profesional dan bisnis yang semakin kompetitif, maka semakin kompetitif pula individu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dibutuhkan dunia. Setiap individu tentu memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda, namun bagaimana kemampuan/keterampilan dapat bertumbuh dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman. Pada kursus ini akan berfokus pada pengembangan keterampilan dan sikap yang memungkinkan individu untuk menjadi pembelajar yang efektif dan berkelanjutan. Kursus ini akan membantu peserta mengatasi hambatan-hambatan psikologis dan emosional yang mungkin menjadi penghambat untuk belajar. Beberapa peluang okupasi yang akan dilatih dalam kursus ini adalah:
Pengembangan learning skills/keterampilan belajar yang efektif. Peserta akan belajar cara merencanakan waktu dan mengatur prioritas untuk belajar.
Peningkatan kemampuan mengatasi hambatan dalam belajar. Kursus ini akan membantu peserta mengatasi hambatan-hambatan mental seperti rasa takut, keraguan diri, dan kecemasan yang dapat menghambat proses belajar. Peserta akan belajar konsep self-awareness, self-reflection, dan self-regulation.
Pengembangan growth mindset. Kursus ini akan mendorong peserta untuk refleksi terhadap mindset yang dimiliki khususnya kemampuan untuk belajar dari kegagalan. Hal tersebut akan membantu individu tetap termotivasi dan optimis saat menghadapi kesulitan.
Peningkatan critical thinking. Peserta akan dilatih untuk berpikir secara kritis dan menganalisis informasi dengan cermat
Pengenalan gaya pembelajaran pribadi. Kursus ini akan membantu peserta mengenali gaya pembelajaran pribadi, sehingga dapat mengoptimalkan cara mereka belajar sesuai dengan preferensi dan kebutuhan.
Pembangunan kebiasaan belajar berkelanjutan. Peserta akan diajarkan bagaimana membangun dan mempertahankan kebiasaan belajar yang berkelanjutan dan efektif.
Peluang okupasi tersebut dapat membuka peluang untuk individu mengembangkan dunia karir maupun kehidupan pribadinya, karena learning skills/kemampuan belajar merupakan kompetensi yang harus dimiliki talent dalam berbagai posisi pekerjaan. Dalam kursus ini juga akan membantu peserta untuk menjadi individu yang aktif, antusias, dan efektif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut akan membuka peluang dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, karir, pengembangan pribadi, dan pencapaian tujuan jangka panjang.
Metode Pembelajaran
Self-Paced Learning atau metode pembelajaran mandiri yang dapat diakses selama 24 jam secara fleksibel dimana saja dan kapan saja.
Aktivitas Pembelajaran
Megakses Growth Inventory
Menyaksikan 26 Video Materi
Membaca +8 Bahan Bacaan
Membaca Ringkasan Materi
Mengerjakan 20+ Soal Kuis
Mengerjakan Uji Keterampilan
Mengisi Survei Pengalaman Belajar
Estimasi Durasi Kelas
Total Durasi belajar 9 jam, dari:
Mengakses Growth Inventory: 15 Menit
Video: 2 Jam, 25 Menit
Kuis: 2 Jam
Bahan Bacaan: 1 Jam
Ringkasan Materi: 1 Jam
Uji Keterampilan: 2 Jam
Isi Survei: 10 Menit
Materi yang Akan Dipelajari
Proses unlearn-relearn
Rethinking
Cara membangun sikap keterbukaan dan rasa ingin yang tahu yang tinggi
Cara meninggalkan zona nyaman
Memelihara kebiasaan yang baru
Contoh penerapan relearn-unlearn dan rethinking dari pengalaman orang-orang sukses dalam mencapai mimpinya
Perlengkapan yang Perlu Disiapkan
Laptop yang terhubung ke internet
Koneksi internet yang stabil