
Peralihan peran dari seorang Individual Contributor menjadi First-Time Leader membuat kita harus bersiap menghadapi berbagai tantangan seperti harus mampu membuat keputusan setiap hari, mengatasi persoalan yang belum pernah dihadapi hingga harus berhadapan dengan tim baru yang belum kita kenal sebelumnya.
Pelatihan ini akan membantu Anda, First-Time Leader, mempelajari berbagai keterampilan baru agar sukses bersama tim.
Saat kita pernah ada di posisi Individual Contributor, kita banyak menggunakan technical skills, dan sekarang saat peran kita berubah menjadi seorang First-Time Leader saatnya kita memiliki people skills untuk mengelola anggota tim kita.
First-Time Leader menjadi lebih efektif dalam bekerja, bila berhasil memiliki pola pikir “Saya bertanggung jawab untuk memberikan hasil melalui orang lain”.
Berbicara tentang angota tim, maka kita akan berbicara tentang beberapa orang yang ada di bawah kita.
Mereka memiliki karakter masing-masing yang unik. Mereka memiliki pola pikirnya masing-masing. Mereka punya skill masing-masing yang mungkin berbeda satu sama lain. Hubungan kedekatan antara satu sama lain pun berbeda.
Apa yang dimaksud dengan tingkat keterlibatan? Video ini akan membantu Anda membangun keterlibatan dengan anggota tim
Leader pasti punya keinginan agar timnya bisa berhasil dan menyelesaikan setiap tugas dengan baik. Dengan tingkat kesalahan yang rendah atau bahkan zero.
Tetapi sayangnya tidak semudah itu. Karena alasan-alasan tertentu, ada anggota tim yang sulit mencapai goalsnya. Video berikut akan membantu Anda memudahkan anggota tim mencapai tujuan yang hendak dicapai.
Saat tim menjalankan tugas untuk mencapai target, ada masa-masa leader memberikan apresiasi dan teguran.
Di dalam perjalanan mereka berproses, leader perlu mengawal perjalanan mereka. Tetapi bukan berarti melakukan micro-managing. Jika ada situasi dimana mereka melakukan hal yang benar, misalnya: mereka berhasil meyakinkan pelanggan prioritas. Maka leader perlu memberikan apresiasi.
Sedangkan jika tim melakukan hal-hal yang salah, leader perlu mengingatkan dengan memberikan teguran.
Ketika tim sedang melalui ‘proses mencapai target’, bisa saja tim menemui tantangan baik dari dalam maupun dari luar karena adanya perubahan.
Perubahan yang terjadi baik dari dalam maupun dari luar, tetap akan membuat leader tidak nyaman. Tapi leader tidak bisa menghindari hal tersebut.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal model dari perubahan.
Di tengah perubahan dan tantangan yang semakin berat, leader harus membagi waktu antara tugas dan anggota tim, agar tetap memiliki stamina.
Di situasi-situasi tersebut, leader perlu mengetahui cara untuk mengelola waktu dan jadwal kegiatannya agar menjadi efektif.
Menjadi seorang pemimpin dalam situasi seperti ini menjadi hal yang sangat menantang, membingungkan dan membuat stress. Tapi di satu sisi dapat pula menimbulkan semangat dan menciptakan peluang.
Perubahan peran dari seorang Individual Contributor menjadi First-Time Leader memerlukan pergeseran pola pikir. Saat kita pernah ada di posisi Individual Contributor, kita banyak menggunakan technical skills, dan sekarang saat peran kita sebagai First-Time Leader saatnya kita memiliki people skills untuk mengelola anggota tim kita.
Kita dipromosikan menjadi seorang First-Time Leader, karena dinilai sudah layak secara karakter dan kompetensi. Sekarang Anda memiliki anggota tim dan mindset Individual Contributor yang terkadang masih terbawa perlu kita hilangkan. Contohnya: saat ada anggota tim yang tidak mengerjakan tugasnya, maka kita ambil alih. Akhirnya tugas utama kita sebagai First-Time Leader terbengkalai, karena sibuk mengerjakan tugas anggota tim kita.
Banyak orang saat menjadi First-Time Leader masih memiliki pola pikir, pemimpin harus memiliki lebih banyak pekerjaan dari anggota timnya, sehingga yang dilakukan adalah hanya sekedar bagi tugas, dan hasil yang bisa diprediksi adalah lembur dan lembur.
Agar First-Time leader menjadi lebih efektif dalam bekerja, maka perlu menggeser pola pikir menjadi “Saya bertanggung jawab untuk memberikan hasil melalui orang lain”. Artinya sebagai pemimpin kita mengarahkan anggota tim dan tidak mengerjakan pekerjaan anggota tim secara langsung. Ditambah kita perlu mempelajari strategi pasar, membagi tugas pada anggota tim sesuai perannya, monitoring, dan hasil yang akan didapat adalah peningkatan kinerja tim bersama.
Pelatihan ini akan membantu Anda, First-Time Leader, mempelajari berbagai keterampilan baru agar sukses bersama tim.