
Selamat datang di Leader as Coach® Essential Skills! Sebelum memulai, mari kita pahami lebih jauh latar belakang kenapa Leader as Coach® dan bagaimana course ini dapat membantu Anda.
Pada segmen ini, Anda akan belajar mengenai 6 gaya kepemimpinan menurut Daniel Goleman. Anda juga akan diajak untuk memahami gaya kepemimpinan apa yang sering Anda gunakan, dan mengapa.
Faktor apa saja yang mempengaruhi gaya kepemimpinan yang situasional? Apa saja yang harus diperhitungkan agar hasilnya bisa sustainable? Semua akan dibahas tuntas dalam segmen ini!
Sebelum mempelajari lebih jauh mengenai sinergi DMC (Directing-Mentoring-Coaching), mari kita samakan pemahaman mengenai “Kepemimpinan”!
Mari kita mulai dari Directing! Di segmen ini, Anda akan mempelajari mengenai tidak hanya definisi Directing, tapi juga apa saja yang termasuk Directing, dan kenapa Directing perlu dilakukan.
Tentunya Anda sudah sering melakukan Mentoring, namun bagaimana Mentoring yang efektif? Kenapa Mentoring saja tidak cukup? Semua akan dibahas di segmen ini!
Tidak hanya definisi mengenai Coaching, tapi juga sikap seperti apa yang harus diambil ketika menerapkan pendekatan ini, dan kenapa harus menjadi Leader as Coach®, semua akan dibahas pada segmen ini.
Sebelum kita melanjutkan ke kompetensi, mari kita bahas dulu 3 kesalahpahaman mengenai Coaching dan manfaat yang akan dirasakan jika kita melakukan pendekatan Coaching.
Hal paling mendasar yang perlu dimiliki sebelum kita melakukan pendekatan sinergi DMC adalah membangun kepercayaan.
Leader as Coach® tidak hanya mengenai Coaching, namun juga sinerginya dengan Directing dan Mentoring. Pada segmen ini, akan dibahas acuan proporsi dari sinergi DMC
Dari matriks DMC, kita mengetahui ada 2 hal yang penting dalam menentukan proporsi DMC. Di segmen ini, Anda akan memahami bagaimana cara mengukur tinggi-rendah kompetensi dan komitmen.
Untuk lebih memahami proporsi DMC yang tepat, mari kita eksplor lebih jauh lewat kasus-kasus di segmen ini!
Dalam melakukan sinergi DMC, kita tentu memerlukan kompetensi-kompetensi khusus. Mulai dari segmen ini, kita akan membahas mengenai 3 kompetensi dasar yang kita perlukan dalam melakukan sinergi DMC.
Agar sesi DMC berjalan efisien, kita perlu mengelola sesi dengan baik. Kita akan membahas mengenai kerangka GROW agar sesi berjalan dengan efektif.
Tidak hanya efisien, tapi kita juga memerlukan sesi berjalan dengan efektif. Untuk itu, kita memerlukan kemampuan untuk mendengarkan dengan aktif. Kenapa? Detailnya akan dibahas di segmen ini.
Setelah memahami kenapa kita perlu mendengarkan aktif untuk membuat sesi lebih efektif, mari kita pelajari bagaimana caranya bisa mendengarkan secara aktif.
Kompetensi ketiga yang kita butuhkan adalah kemampuan bertanya untuk membangun kesadaran. Mari kita pelajari bagaimana hubungannya dengan sesi DMC.
Kita sudah memahami kenapa kita perlu membangun kesadaran melalui pertanyaan. Saatnya kita mempelajari bagaimana caranya mengajukan pertanyaan yang efektif!
Masih bingung pertanyaan apa saja yang perlu diajukan dalam sesi DMC? Segmen ini kita akan membahas mengenai 17+1 pertanyaan ampuh yang dapat digunakan dalam setiap sesi DMC.
Kita sudah mempelajari semua materi. Selanjutnya, tergantung Anda untuk mempraktikkannya! Terima kasih telah mengikuti course kami, dan semoga bermanfaat!
Sejak tahun 2009, kami menyelenggarakan program Leader as Coach® sebagai signature program. Program ini telah melahirkan ratusan pemimpin yang memiliki kemampuan melakukan coaching di tempat kerja. Lalu mengapa Program Leader as Coach® diminati oleh pemimpin dari berbagai level di korporasi?
Beberapa tahun belakangan, ketenaran coaching meningkat. Menurut sejumlah penelitian, coaching menjadi pendekatan yang efektif karena prosesnya benar-benar mengedepankan optimalisasi fungsi diri seseorang dengan kekuatan yang ia miliki. Leader as Coach® memfasilitasi anggota tim lewat berbagai dialog pengembangan, tanpa hanya memberikan arahan dan mendukung anggota tim untuk menampilkan kekuatan dirinya.
Pendekatan dialog pengembangan Directing-Mentoring-Coaching menekankan pentingnya percakapan yang stimulatif, agar anggota tim dapat memperoleh insight atau ilham yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Mengapa demikian? Karena inisiatif perubahan yang muncul dari dalam diri Klien berpotensi memberi dampak yang lebih berkelanjutan dibandingkan jika kita hanya menyuapi anggota tim dengan pengetahuan dan pengalaman kita saja. Ini karena pendekatan ini dapat digunakan untuk mengembangkan anggota tim untuk menjadi lebih kompeten, selaras dengan tujuan organisasi, mandiri, dan lebih adaptif terhadap berbagai situasi.
Melalui program Leader as Coach®: Essential Skills ini, peserta akan kami ajak memahami bagaimana pemimpin dapat mengembangkan anggota tim untuk mencapai hasil yang berkelanjutan dan memperoleh teknik dasar dialog Directing-Mentoring-Coaching yang dapat diterapkan di tempat kerja.