Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Metode Design Thinking Untuk Pengembangan Bisnis
Highest Rated
Rating: 4.8 out of 5(589 ratings)
895 students
Last updated 3/2023
Indonesian

What you'll learn

  • 1. Apa itu Design Thinking
  • 2. Dimana posisi design thinking dalam Bisnis
  • 3. Bagaimana design thinking membantu target
  • 4. Apa perbedaan Design Thinking dengan Analytical Thinking
  • 5. Kapan menggunakan Design Thinking
  • 6. Design Thinking Proses : Empathy, Mengindentifikasi, Mengumpulkan Ide-ide, Membuat prototype, Produk Tes dan Proses Iterasi
  • 7. Permasalahan dalam perusahaan : Organisasi yang tidak adaptif, Komunikasi dan menyelesaikan masalah serta Pengujian dan lama waktu untuk sampai ke pasar
  • 8. Implementasi dalam perusahaan :
  • 8.1. Guerilla Design Thinking
  • 8.2. Masalah Organisasi
  • 8.3. Design Thinking Strategis

Course content

5 sections19 lectures2h 23m total length
  • 1.1. Pembukaan11:27

    Perkenalan Trainer dan Manfaat mengikuti training ini

  • 1.2 Perkenalan1:57
  • 1.3. Apa itu Design Thinking6:16

    Penjelasan mengenai apa design thinking, sejarah asal mula dan perkembangannya

Requirements

  • tidak syarat apapun untuk mengikuti pelatihan ini

Description

Metode design thinking sedang trending di dunia bisnis dewasa ini. Sangat popular dan banyak digunakan dalam berbagai industri, baik untuk perusahaan besar maupun UMKM, untuk perusahaan establishment maupun masih startup. Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebabnya adalah kondisi saat ini customer/pelanggan menuntut para pengusaha untuk memberikan solusi atas permasalahan dengan produk/jasa yang tidak biasa-biasa saja, harus extraordinary dan penuh inovasi. Ditambah lagi dengan semakin banyak perusahaan yang meramaikan dalam industry, para pengusaha berlomba-lomba memberikan kepuasan extra untuk pelanggannya untuk memenangkan pertarungan dengan perusahaan lain dalam industry atau produk substitusi pada industri yang berbeda, sehingga mendapatkan perhatian dan loyalitas dari para pelanggannya. Design thinking memberlakukan pendekatan human centric. Artinya dalam memberikan solusi berfokus pada keinginan dan kebutuhan pelanggannya bahkan keinginan dan kebutuhan yang tidak mereka sadari. Hal ini dimungkinkan oleh metode design thinking. Dalam metode ini terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan, diantaranya Empathize (empati), Define (merumuskan masalah), Ideate (merancang solusi yang tepat dari suatu masalah), Prototype (percobaan dari solusi yang didapatkan), dan Testing (pengujian dari solusi yang didapatkan). Tahapan-tahapan tersebut bersifat tidak terjadi hanya dalam 1 kali siklus, akan terjadi perulangan/ iterasi karena mendapat feedback dari pelanggan di fase testing. Dalam melakukan perulangan, tidak harus berurutan sesuai fase nya tapi bebas menyelesaikan tahapan mana saja terlebih dahulu (tidak bersifat linear)

Who this course is for:

  • CEO
  • Direktur
  • Manager
  • Supervisor
  • Staf dari divisi Marketing and Sales, Operation, HRD dan Finance
  • Para UMKM dan startup