Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Data Science Foundation
Rating: 4.6 out of 5(553 ratings)
2,311 students

Data Science Foundation

Dasar-Dasar Data Science untuk Pemula
Last updated 1/2024
Indonesian
Indonesian [Auto],

What you'll learn

  • Pengenalan Data Science
  • Pengenalan dan penerapan konsep Visualisasi Data
  • Pengenalan dasar koding Python, query SQL, dan perintah UNIX server
  • Pengenalan dasar Statistika dalam Data Science
  • Keterampilan nonteknis sebagai Data Scientist
  • Hukum dan peraturan seputar data

Course content

7 sections • 92 lectures • 5h 28m total length
  • Apa itu Data Science?3:28

    Apa itu Data Science?
    Tentunya kamu sering mendengar istilah Data Science. Beberapa tahun terakhir, Data Science memang sering dibicarakan oleh banyak orang, tetapi, belum tentu mereka mengenal secara dalam.

    Yuk, kita pelajari lebih dalam!
    Data science merupakan ilmu mengolah data yang menggabungkan tiga skills, yaitu skill programing, skill statistik, dan skill bisnis.

    Demand untuk Data Scientist ini luar biasa besar, terlebih dengan lahirnya internet mobile. Pada tahun 2005 dunia diperkirakan telah memproduksi 130 ExaByte data atau setara dengan 130 juta hard disk eksternal sebesar satu TeraByte. Lima belas tahun kemudian atau di tahun 2020 diperkirakan bahwa data yang terproduksi adalah sebesar 41,000 ExaByte atau setara dengan 41M hard disk eksternal satu TeraByte.

    Seorang Data Scientist akan memiliki sense mengolah data dengan baik, sehingga ketika kamu diberikan persoalan bisnis oleh atasan, kamu bisa mengatasi persoalan tersebut secara lebih terstruktur.

    Berbagai persoalan bisnis bisa diselesaikan dengan menggunakan ilmu Data Science. Berikut lima contoh persoalan bisnis yang bisa diselesaikan oleh seorang Data Scientist.


    Industri Perbankan
    Contoh:

    • Credit scoring

    • Verifikasi identitas

    • Identifikasi fraud

    Industri Retail/Grocery

    Contoh:

    • Rekomendasi produk

    • Segmentasi pelanggan

    • Campaign analysis

    Industri Asuransi

    Contoh:

    • Scoring untuk nasabah baru

    • Identifikasi fraud

    Industri Telekomunikasi

    Contoh:

    • Churn prediction

    • Fraud detection

    • Data monetization

    Sektor Pemerintahan

    Contoh:

    • Pembuatan laporan statistik

    • Pengambilan keputusan strategis dari pemerintah dalam sektor transportasi public, smart city, maupun pariwisata

  • Kelas ini ditujukan untuk siapa?1:26

    Apa yang akan kamu dapatkan dari kelas ini?
    Di kelas ini kamu akan belajar dasar-dasar mengenai Data Science yang terdiri dari Visualisasi, Coding, Statistik, Bisnis, dan Legal.


    Kelas ini cocok untuk seorang pemula yang belum pernah terjun langsung ke dunia Data Science. Selain itu, kelas ini juga cocok untuk seorang Senior Manager yang ingin mengetahui lebih dalam tentang apa saja yang dikerjakan oleh timnya.

    Apa saja yang dibutuhkan untuk mengikuti kelas ini?

    • - Kemampuan matematika atau logika dasar

    • - PC/Laptop

    • - Koneksi internet

  • Perkenalan Mentor0:31

    Bernardus Ari Kuncoro, ST, MTI

    Ari memiliki pengalaman profesional sebagai Data Scientist selama lebih dari empat tahun, di mana dia pernah mengolah data dari industri Telekomunikasi, retail, e-commerce, pariwisata, transportasi, dan FMCG. Dia mengawali karirnya setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung dari jurusan Teknik Elektro (sub jurusan Telekomunikasi) pada tahun 2009 sebagai Intelligent Networks Engineer untuk beberapa operator telekomunikasi, dan sempat tiga tahun bekerja di Filipina dengan peran yang sama. Sekembalinya di Indonesia, dia melanjutkan pendidikannya di Binus University jurusan Magister Teknik Informatika, tempat di mana dia mengenal topik-topik yang diajarkan dalam Data Science dan melakukan penelitian, lalu bekerja di beberapa perusahaan ternama, salah satunya adalah Telkomsel dan tergabung dalam tim Telkomsel MSIGHT. Dia juga sering membagikan ilmu dalam beberapa event seminar berskala nasional dan internasional, mengigat dia terpanggil untuk meningkatkan data literacy utamanya untuk generasi muda Indonesia.

  • Tiga pilar Data Science5:47

    Tiga pilar utama yang harus dikuasai oleh seorang Data Scientist adalah coding, statistik, dan bisnis.

    Kemampuan coding merupakan yang terpenting dan harus dimiliki oleh seorang Data Scientist. Bahasa yang wajib dikuasai adalah SQL, Python, dan R. Dalam kelas ini, kita akan fokus menggunakan bahasa pemrograman Python.

    Untuk kemampuan statistik, yang dibutuhkan adalah kemampuan applied statistics/ statistika terapan. Sehingga, tidak perlu menguasai statistika murni dahulu untuk menjadi seorang Data Scientist.

    Kemampuan bisnis dalam dunia Data Science dibagi menjadi tiga:

    • Project management
      Kemampuan untuk memanage project-project, memahami role yang akan dikerjakan dalam suatu project.

    • People skill
      Kemampuan berinteraksi dengan orang-orang baik di luar dan dalam tim.

    • Presentation skill
      Meliputi pembuatan konten, mendesign konten jadi tampilan yang baik dan menarik, terakhir delivery konten. Setelah menganalisa data, kita juga harus mampu menyampaikan hasil temuan kita dengan efektif dan mudah dipahami. Di sinilah skill presentasi dibutuhkan.

  • Pop Quiz #1
  • Kemampuan Non Teknis yang diperlukan3:10

    Selain tiga pilar yang telah disebutkan pada video sebelum ini, ada dua skill tambahan yang diperlukan jika kamu ingin menjadi seorang Data Scientist: skill visualisasi dan skill legal.

    Skill visualisasi adalah skill mengubah data menjadi suatu visual yang lebih mudah dimengerti. Visualisasi berguna untuk menceritakan kembali apa yang sudah kita pahami dari data yang kita miliki.

    Kemampuan melek hukum juga harus dimiliki, karena sebagai seorang Data Scientist, kita akan banyak bekerja dengan banyak data pribadi. Di Indonesia, peraturan tentang perlindungan data belum sepenuhnya disahkan secara hukum, tetapi ada peraturan dari Menteri Kominfo yang mengatur tentang perlindungan data.


    Yang terakhir, Data Scientist harus memiliki cara pandang yang berbeda dari orang orang di sekitarnya. Ia harus kreatif dan memiliki rasa penasaran yang tinggi atau mau terus belajar sehingga bisa menyelesaikan masalah secara mandiri atau yang biasa disebut tipikal creative problem solver.

  • Di manakah kamu sebaiknya belajar?5:30

    Ada dua pilihan tempat jika kamu ingin belajar Data Science: universitas atau belajar mandiri secara online. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangannya:

    Belajar di Universitas
    + Memiliki jejaring atau koneksi yang lebih luas
    + Teori dan pehamanan tentang algoritma yang kuat
    - Waktu yang dibutuhkan lebih lama (1-2 tahun)
    - Practicality tentang coding kurang, karena biasanya dosen menitikberatkan di pemahaman teori


    Belajar Mandiri Secara Online

    + Waktu lebih fleksibel dan cepat, bisa disesuaikan dengan kesibukan kita
    + Practicality lebih kuat, lebih banyak melakukan praktik coding
    - Kurang memiliki jejaring yang luas
    - Lebih lemah dalam pemahaman teori

    Sumber belajar Data Science

    1. Buku
    2. Podcast
    3. YouTube
    4. LinkedIn

  • Rencana pembelajaran3:39

    Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Data Scientist junior adalah kurang lebih enam bulan. Jika kamu ingin bersungguh-sungguh menjadi Data Scientist, berikut adalah rencana pembelajaran yang bisa kamu ikuti:

    Bulan pertama ➜ Menyelesaikan kelas online Data Science Foundation
    Tiga bulan selanjutnya ➜ Melakukan praktik coding secara pribadi, bisa membuat dan mengaktifkan akun GitHub, atau menulis artikel tentang hasil analisa datamu di blog pribadi
    Akhir bulan ketiga ➜ Mencari dan melamar internship di bidang data science
    Tiga bulan terakhir ➜ Mencoba internship dan mencari mentor yang bisa membimbing kamu atau bisa mengikuti kontes di https://kaggle.com

  • Pop Quiz #2
  • Tips dan Trik untuk mendapatkan pekerjaan sebagai data scientist5:23

    Tips & Trick mendapatkan pekerjaan sebagai Data Scientist

    #1 Gabung ke komunitas

    Dengan mengikuti komunitas, kamu bisa mendapatkan jejaring yang lebih luas, bertemu dengan teman-teman yang seminat, bertanya langsung dengan pakar-pakar yang sudah ahli di bidang Data Science, juga membukakan lapangan pekerjaan untuk kamu. Berikut adalah beberapa komunitas Data Science yang bisa kamu ikuti

    Data Science Indonesia: https://datascience.or.id

    Pythonindo: https://python.or.id


    #2 Menyusun portofolio

    Setelah kamu selesai latihan atau membuat project terhadap sebuah data, kamu bisa mengupload hasil kodingan dan temuan-temuanmu ke GitHub. GitHub adalah sosial media untuk para programmer, dimana programmer bisa mengupload hasil codingan dan hasilnya layaknya sebuah portofolio.

    GitHub: https://github.com


    #3 Menulis di blog

    Kamu bisa mengupload hasil tulisan tulisanmu seputar Data Science, baik itu tentang analisa data, atau sekedar sharing ilmu-ilmu yang telah kamu dapatkan. Dengan membagikannya ke blog, kamu membuka akses untuk semua orang membaca tulisanmu.


    #4 Internship

    Inilah tips yang paling penting karena dengan melakukan internship, kamu dapat mengaplikasikan skill yang telah kamu miliki secara langsung. Kamu juga akan banyak mendapatkan kesempatan untuk bekerja secara praktik. Terlebih, kamu akan memiliki atasan yang bisa menjadi tempat konsultasi.


    #5 Latihan wawancara

    Lakukan latihan wawancara dengan teman atau saudara yang memiliki latar belakang HR (Human Resources) dengan begitu, kamu akan menjadi lebih siap dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan wawancara nantinya.

  • History of Big Data8:00

    Istilah Big Data pertama kali dipopulerkan oleh Roger Magoulas, seorang direktur market research dari O’Reily pada tahun 2005. Akan tetapi, sebenarnya penerapan big data ini sudah ada sejak lama dengan tujuan untuk analisis dan pengendalian aktivitas bisnis.

    Ketika Maogulas pertama kali memperkenalkan istilah big data, secara bersamaan penggunaan jejaring sosial media sangat pesat, seiring juga dengan meningkatnya kecepatan internet. Disamping itu, sektor pemerintahan dan bisnis juga memulai project big data ini. Seperti di India, dimana mereka membuat database biometrics terbesar di dunia pada tahun 2009. Eric Smith, seorang ex-chairman dari google tahun 2001-2015 memaparkan di konferensi techconomy pada tahun 2010 bahwa pada tahun 2016 nantinya, setiap dua hari akan tercipta data sebesar 5 ExaByte. Selain Eric Smith, ada juga seorang praktisi dan pengajar data science yaitu Kirill Eremenko dari Australia. Dia memperkirakan meledaknya big data secara lebih detail, sejak dunia tercipta hingga tahun 2005 dia memperkirakan ada 130 ExaByte data tercipta. Sepuluh tahun kemudian atau di tahun 2015, meningkat pesat big data itu sebesar 60 kali lipat, sehingga menjadi 7900 ExaByte data, dan di tahun 2020 atau 5 tahun kemudian setelah tahun 2015, tercipta sebesar 41,900 ExaByte data atau setara dengan 42 milyar hard disk eksternal 1 TeraByte.

    Ciri-ciri dari big data adalah 4V

    Volume
    Volume atau ukuran, dahulu untuk menyimpan data kita menggunakan disket yang berkapasitas 1,4MB. Sekarang, sudah tercipta memory card dengan ukuran lebih namun memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu 64GB.

    Variety
    Variety artinya data yang dihasilkan memiliki bentuk yang beragam. Dulu, sebelum ada computer data disimpan dalam bentuk kertas. Sekarang, data sudah disimpan dalam bentuk digital bisa dalam bentuk angka, teks, gambar, sampai video. Data digital bisa dibedakan menjadi dua, structured dan unstructured data. Structured data berarti data yang kita miliki sudah dalam bentuk kolom atau tabel. Sedangkan untuk unstructured data berupa text, gambar, atau video.

    Velocity
    Velocity atau kecepatan di sini artinya adalah kecepatan dalam terproduksinya data. Semakin pesat perkembangan internet maka semakin cepat pula terciptanya data.

    Veracity
    Seiring dengan bertambahnya data yang semakin besar, tingkat kekacauan akan data pun meningkat, dalam arti data yang ada sangat berantakan, hal ini membuat tingkat kepercayaan terhadap data menurun. Oleh karena itu, data yang sudah terproduksi perlu di verifikasi lagi sebelum digunakan. Kita juga harus memperhatikan darimana sumber data tersebut dihasilkan untuk memastikan bahwa data yang kita miliki valid.

    Ada satu lagi ciri dari big data yaitu Value, artinya data yang kita miliki menjadi sangat berharga, baik itu untuk keperluan pengambilan keputusan ataupun analisis. Karena semakin besar data, semakin banyak hal yang bisa kita lakukan.

  • CRISP DM5:41

    CRISP-DM atau Cross Industry Process for Data Mining merupakan sebuah metodologi pendekatan terstruktur untuk project Data Mining yang robust dan efektif dalam menyelesaikan persoalan bisnis.

    CRISP-DM sangat umum digunakan karena praktis, fleksibel, dan aplikatif. Metode ini merupakan metode andalan yang bisa digunakan di berbagai industri.


    6 Fase metode CRISP-DM

    --- Busniness Understanding ---
    Dalam business understanding, ada empat hal yang harus kita miliki:
    1. Tujuan Bisnis
        Latar belakang, tujuan, dan kriteria sukses bisnis
    2. Penilaian situasi saat ini
        Resource, risiko, analisis cost dan benefit
    3. Tujuan data mining
        Goal dan kriteria sukses data mining
    4. Rencana project
        Berupa timeline perencanaan kerja

    --- Data Understanding ---
    Data understanding merupakan pemahaman data yang meliputi:
    1. Pengumpulan data
    2. EDA (Exploratory Data Analysis)
    3. Verifikasi kualitas data

    --- Data Preparation ---
    Proses ini memakan waktu yang lama, sekitar 80% waktu untuk menyelesaikan project dihabiskan pada tahap data preparation ini. Data preparation meliputi:
    1. Menyeleksi data
    2. Membersihkan data
    3. Mentransformasikan data (untuk membentuk Analytics Based Table)
    4. Meng-integrasikan data
    5. Memformat data
    6. Menyusun dataset

    --- Modelling ---
    1. Menyeleksi teknik modelling
    2. Membuat design untuk testing model
    3. Membuat model
    4. Menilai model

    --- Evaluation ---
    1. Mengevaluasi hasil
    2. Mengecek kembali (review)
    3. Membuat daftar kemungkinan langkah-langkah selanjutnya

    --- Deployment ---
    1. Menseleksi Teknik modelling
    2. Merencanakan proses monitoring dan maintenance
    3. Menghasilkan laporan akhir
    4. Me-review project

  • Pop Quiz #3
  • Kehidupan seorang data scientist2:04

    Ada dua jenis data scientist, freelance dan full time. Seorang data scientist freelance bekerja sesuai dengan project yang dia terima. Sedangkan data scientist full time memiliki keseharian yang lebih teratur, gambarannya adalah sebagai berikut:

    Jam 8:00 sampai 9:00 sampai ke kantor, dilanjut dengan meeting dengan team data engineering atau team IT. Setelah meeting, mengerjakan codingan tentang query language atau SQL. Jam 12:00 waktunya makan siang. Setelah makan siang, sekitar jam 13:00 waktunya meeting dengan team legal, untuk memastikan bahwa data yang dianalissi memenuhi peraturan yang berlaku. Setelah meeting, kembali melakukan analisis atau riset. Kemudian jam 5 selesai bekerja lalu pulang.

  • Pilih track yang cocok untuk kalian!2:50

    5 kemampuan yang harus dimiliki seorang data scientist:

    1. Visualisasi

    2. Kodingan

    3. Statistik

    4. Bisnis

    5. Legal

    Jembatan keledai: Vivi-Koko-Stephen-Bis-Lele

    Jika kamu seorang pemula yang baru pertama kali belajar data scientist dan belum memiliki dasar sama sekali, maka track ini sangat direkomendasikan untukmu. Namun, jika kamu adalah sudah memiliki background computer science, kamu bisa memulai dari tahap Koding dulu karena kamu sudah memiliki dasar yang kuat untuk koding. Lalu, jika kamu adalah lulusan statistika atau matematika, kamu bisa memulai dari tahap Statistik terlebih dahulu. Sedangkan, jika kamu adalah seorang lulusan bisnis, kamu bisa memahami tahapan Bisnis dulu. Terakhir, jika kamu adalah seorang lulusan hukum, kamu bisa memulai dari tahap Legal.

    Oiya, silakan download seluruh dataset yang akan kita gunakan untuk keperluan pembelajaran selanjutnya.

  • Quiz #1

Requirements

  • Memiliki pengetahuan ilmu matematika dan logika dasar
  • Memiliki laptop yang dapat diinstall dengan beberapa alat bantu seperti Tableau Public, Anaconda khususnya Python, dan SQL.

Description

Harvard Business Review sangat berjasa dalam memopulerkan profesi Data Scientist. Dalam artikel yang mereka rilis pada Oktober 2012, mereka menekankan bahwa Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Di mana pun, tidak terkecuali Indonesia, bertebaran lowongan pekerja profesional data dengan iming-iming gaji besar.

Seiring dengan membludaknya minat anak-anak muda berprofesi sebagai data scientist, tentunya persaingan semakin ketat dan menuntut setiap dari kandidat untuk memiliki kualitas dan karakter yang unik.

Kelas Data Science Foundation ini hadir di tengah keringnya kelas-kelas data science daring berbahasa Indonesia yang dekat dengan penerapannya di bidang industri. Dirancang dan dipandu oleh Bernardus Ari Kuncoro, S.T., M.T.I., Head of Analytics Center of Excellence di IYKRA. Seseorang yang telah lebih dari enam tahun malang melintang di dunia profesional data Indonesia, membuat kelas ini lebih menarik dan aplikatif. Tidak hanya berteori. Temukan kekuatan dasar dan inspirasi untuk menjadi profesional data yang kreatif dan ulung!

Setelah mengikuti kelas ini, Anda diharapkan dapat:

  • Menjadi Data Scientist Junior handal yang dapat memenuhi tugas-tugas dasar sebagai seorang Data Scientist,

  • Meningkatkan keingintahuan sebesar-besarnya untuk belajar data science, dan

  • Membangun pola pikir (mindset) sebagai problem solver yang kreatif.


Who this course is for:

  • Pemula yang belum pernah terjun langsung di bidang data science
  • Senior management level yang ingin mengetahui proses data science