
Perkenalan Trainer dan Manfaat mengikuti training ini
Apa dan bagaimana wawancara untuk rekruitmen pada umumnya dilakukan
Apa dan bagaimana wawancara berbasis kompetensi untuk rekruitmen dilakukan.
Pengertian kompetensi
Manfaat memahami kompetensi bagi dunia kerja
Menjabarkan berbagai jenis kompetensi
Menentukan jenis kompetensi yang tepat untuk jabatan tertentu (sesuai target rekruitmen)
Menyusun pedoman (tahapan-tahapan ) wawancara ; menyusun standar kompetensi sebagai acuan
Tata cara membuka wawancara agar kandidat merasa nyaman
1. Penerapan konsep STAR , pentingnya mengidentfikasi codable information.
2. Menghindari inefektivitas dan inefisiensi dalam wawancara
3. Menyiapkan form dan melakukan pencatatan
1. Pentingnya mengkaitkan pertanyaan dengan aspek kompetensi yang menjadi tujuan
2. Menentukan level kompetensi.
do & don’t dalam wawancara
Menyampaikan informasi penting kepada kandidat
Dalam pelatihan ini peserta akan terlibat untuk bermain peran (role) play, terutama sebagai pewawancara (interviewer).
Melakukan wawancara dalam rangka merekrut calon karyawan , mungkin sudah merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para manager / supervisor . Ketrampilan wawancara harus dimiliki tidak hanya oleh para pengelola bidang HRD, namun juga pimpinan / manager lainnya . Mengapa ? Karena mereka perlu mengenal secara langsung calon karyawan yang akan dipimpinnya. Apakah para manager sudah melakukan praketk wawancara dengan tepat ? Sehingga diperoleh karyawan dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntunan uraian jabatan / job description ?
Jangan sampai waktu yang digunakan untuk melakukan wawancara calon karyawan menjadi tidak efektif karena wawancara tidak menggunakan metode yang tepat. Apa maksudnya ? Wawancara yang dilakukan tidak memiliki konsep dan struktur yang mengaraha kepada penggalian kompetensi calon karyawan tersebut. Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara lebih banyak menyangkut hal yang bersifat pribadi , tanpa menggali informasi atas kompetensi yang dimiliki calon karyawan.
Dalam wawancara berbasis kompetensi , proses wawancara akan berpusat kepada penggalian informasi atas kompetensi calon karyawan (terutama “soft competency / behavior”) , berdasarkan pengalaman yang dilaluinya. Metode yang dilakukan disebut dengan “STAR” , yaitu merupakan aktronim dari :
S : Situation
T : Task
A : Action
R : Result
Dalam metode ini , seluruh yang pertanyaan telah disiapkan oleh pewawancara, mengacu kepada keempat aspek tersebut. Artinya, calon karyawan diminta untuk menceritakan pengalamannya secara spesifik dalam suatu aktivitas / kegiatan tertentu, sehingga peawancara dapat menggali lebih dalam perilaku apa yang pernah dilakukan oleh calon karyawan di masa lalu.
Dalam konsep wawancara berbasis komptensi ini, berlaku prinsip : “ Past behavior predict future behavior” (Perilaku yang dilakukan di masa lalu, merupakan prediksi atas perilaku di masa yang kan datang).