
Semua orang seperti Superman atau terlahir untuk menjadi Superman, setidaknya dalam kehidupan mereka sendiri. Kami adalah orang yang dibentuk oleh siapa kami saat kecil. Versi kecil kita akan selalu ada di dalam diri kita. Setiap anak berhak untuk hidup dan memberikan kontribusi positif di dunia ini. Kita adalah orang-orang super, ahli dalam keahlian masing- masing. Kita semua tahu gambaran besarnya, tetapi sulit untuk mengetahui di bagian mana kita berada. Saatnya kita untuk bersatu membentuk suatu tim yang hebat. Tidak ada saya, ego, pribadi di dalam team. Itulah sebabnya mengapa di banyak organisasi yang memiliki orang pinter-pinter, belum tentu mereka bisa membawa sukses teamnya. Semakin banyak orang pintar, justru konflik, ego, membuat tim semakin terpuruk. Apalagi, jika bertemu dengan anggota atau team leader yang hanya pintar IQnya tapi rendah kadar EQnya. Yang ada bisa-bisa justru dominasi dan arogansi yang merusak! Pikirkan perusahaan Anda seperti tim bisbol dan Anda adalah manajer umum: Anda memiliki sekelompok orang dengan latar belakang, kebutuhan, dan pengalaman yang berbeda, dan tugas Anda adalah memimpin mereka menuju kemenangan. Anda harus memastikan bahwa Anda memang membentuk budaya ini dan tidak membiarkannya terbentuk secara tidak sengaja. Anda harus membuat dan mengembangkan tujuan yang dapat mereka dukung. Anda menciptakan visi, tentu, yang menentukan langkahnya. Tim anda terdiri dari orang- orang sehingga mereka perlu melihat anda sebagai manusia juga. Jadi, ketika konflik pasti Muncul, atasi. Atasi itu. Kelola itu. Tapi lakukan dengan hati. Bersikaplah dermawan dengan pujian sehingga ketika anda. Harus mengeluarkan kritik, itu dilunakkan dan diterima secara konstruktif.
Trainer
Dr. Mokh Adib Sultan, ST., MT