Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Bluff Next: Mengolah Data Survey dengan GCS di QGIS 3.xx
Rating: 5.0 out of 5(1 rating)
2 students

Bluff Next: Mengolah Data Survey dengan GCS di QGIS 3.xx

Belajar mengolah data survey, plotting ke QGIS, membuat model spasial dan mendesain multi-Layout
Last updated 3/2025
Indonesian

What you'll learn

  • Perkenalan dengan format Geopackage (.gpkg) di QGIS 3.34.x
  • Perbandingan format Shapefile dan Geopackage
  • Ekspor data SHP ke GPKG dalam Geographic Coordinate System (GCS), GCS mempunyai satuan Decimal
  • Mengolah data Survey di XLS dan ekspor menjadi CSV
  • Plotting sebaran titik survey dalam Decimal Degree dari CSV dan ekspor ke GPKG
  • Membuat pemodelan spasial
  • Membuat Multi-Layout
  • Ekspro layout ke JPG dan PDF

Course content

6 sections17 lectures3h 10m total length
  • Gambaran Kursus6:12

    Tinjauan singkat keseluruhan kursus dari bagian 1 sampai bagian 6 seperti perkenalan GPKG, mengolah data survey, mendesain multi-layout dan lain-lain

  • Perkenalan geopackage- geopackage VS Shapefile17:00

    Geopackage/GPKG adalah format milik QGIS. Meski format ini relatif baru namun popularitasnya menanjak dengan cepat karena banyak hal yang ditawarkan oleh format ini jauh mengungguli format Shapefile/SHP. GPKG tidak hanya menampung data vektor tapi juga data raster, spreadsheet, data tile tile bahkan mampu menyimpan QGIS Project Document (QGS/QGZ) sehingga GPKG benar-benar mampu membuat suatu lingkungan terisolir bagi sebuah project. GPKG dapat melakukan hal ini karena GPKG didukung oleh basisdata SQLite jadi GPKG bukan hanya sekedar format tapi juga basisdata/database.

    Kita akan membandingkan fromat Geopackage dan Shapefile head to head sehingga akan nampak perbedaan dan keunggulan serta kekurangan dari dua format ini

Requirements

  • Butuh pengetahuan dasar pengoperasian QGIS
  • Butuh pengetahuan dasar operasi pengelolaan data di Mcrosoft Windows (File Explorer)

Description

Video tutorial ini dibuat dengan QGIS 3.34 LTR, namun semua versi QGIS 3.xx dapat mengikuti kursus ini.

1.  Perkenalan Geopackage (.gpkg),

GPKG adalah format milik QGIS. Meski format ini relatif baru namun popularitasnya menanjak dengan cepat karena banyak hal yang ditawarkan oleh format ini jauh mengungguli format Shapefile/SHP. GPKG tidak hanya menampung data vektor tapi juga data raster, spreadsheet, data tile tile bahkan mampu menyimpan QGIS Project Document (QGS/QGZ) sehingga GPKG benar-benar mampu membuat suatu lingkungan terisolir bagi sebuah project. GPKG dapat melakukan hal ini karena GPKG didukung oleh basisdata SQLite jadi GPKG bukan hanya sekedar format tapi juga basisdata/database


2. Geopackage VS Shapefile.

SHP secara de facto, selama 40 tahun telah menjadi format data vektor standar di industri GIS. Ketika SHP pertama sekali diluncurkan, format ini didukung oleh teknologi paling canggih pada saat itu misalnya dukungan basisdata DBF. Saat ini DBF tidak lagi digunakan karena sudah banyak kelemahan disana sini. Format penyimpanan data vektor kemudian di kembangkan lagi dengan masih menggunakan teknologi basisdata sebagai tulang punggung penyimpanan data namun dengan penyesuaian yang jauh lebih baik. Salah satu format penyimpanan data yang dikembangkan oleh QGIS adalah Geopackage/GPKG. GPKG didukung oleh basisdata SQLite yang canggih, ringan dan mudah digunakan. Kita akan head to head untuk membandingkan keunggulan dan kelemahan format SHP dan GPKG.


3. Ekspor SHP ke GPKG

GPKG mampu membuat feature baru namun pada kesempatan ini kita akan mengekspor data SHP yang sudah ada ke GPKG, selain menghemat waktu, kita juga dapat berlatih. Ada banyak format yang mampu dibaca oleh QGIS dan semuanya dapat di ekspor kedalam GPKG. selain SHP, format data yang populer lainnya adalah KML dan geoJSON.


4. Mengolah data survey lapangan dalam bentuk XLS, mengedit dan membersihkan data

Sebelum di olah di QGIS, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi.


5. Ekspor XLS ke CSV

Setelah dibersihkan, data XLS di ekspor ke CSV.


6. Plotting data sebaran titik survey CSV ke QGIS, data XY dalam Geographic Coordinate System (GCS) berformat decimal degree (DD)

Data CSV kemudian ditambahkan dan plotting ke QGIS. Plotting atau menampilkan sebaran titik survey diatas kanvas QGIS dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field kombinasi X/Longitude/Bujur dan field Y/Latitude/Lintang sebagai titik koordinat bumi lokasi responden survey. Koordinat system yang digunakan dalam kursus kali ini adalah Geographic Coordinate System (GCS) dengan satuan derajat (Degree) dan berformat Decimal Degree/DD


7. Ekspor data plotting ke GPKG

Sebaran titik survey yang telah di tambahkan di kanvas QGIS tersimpan sementara di memori (temporary layer), untuk membuatnya permanen maka kita akan ekspor data sebaran titik ini ke GPKG


8. Membuat model spasial

kita akan membuat model spasial dari sebaran titik survey yang telah tersimpan di GPKG. Model spasial ini dapat berbentuk thematik, khoropleth, clustering dan heatmap. Model spasial akan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana data ini tersebar berdasarkan data atribut yang diperoleh seperti model spasial usia, model spasial omset perbulan, model spasial omset pertahun dan lainnya.


9. Mendesain multi-Layout dalam satu QGIS project document (QGS/QGZ).

Keunggulan membuat layout di QGIS adalah multi-Layout. Kita dapat membuat banyak layout/multi-layout hanya dari sebuah QGS. Kita mampu membuat layout untuk masing-masing model spasial di atas hanya dari satu QGS/QGZ yang sama.


10. Ekspor layout ke JPG dan PDF

Who this course is for:

  • Pengguna awal yang sudah memahami dasar pengoperasian QGIS