Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Belajar Prosedur Audit Operasional Bank Part 1

Belajar Prosedur Audit Operasional Bank Part 1

Belajar Prosedur Audit Operasional Dana, Tabungan, Giro, Deposito, Kliring, Transfer, Teller dan CS
Created byJonson Jonson
Last updated 6/2024
Indonesian

What you'll learn

  • 1 . Operasional Dana
  • 2. Prosedur Audit Operasional Tabungan
  • 2. A. Pembukaan Rekening Tabungan
  • 2. B. Penyetoran Dana Tabungan
  • 2. C. Penarikan Dana Tabungan
  • 2. D. Pemeliharaan Rekening Tabungan
  • 2. E. Penutupan Rekening Tabungan
  • 3. Prosedur Audit Operasional Giro
  • 3. A. Pembukaan Rekening Giro
  • 3. B. Penyetoran Dana Giro
  • 3. C. Penerbitan Cheque/ Bilyet Giro
  • 3. D. Penarikan Dana Giro
  • 3. E. Pemeliharaan Rekening Giro Dan Penutupan Rekening Giro

Course content

3 sections11 lectures1h 56m total length
  • Operasional Dana4:19

Requirements

  • Anda cukup memiliki hak akses Internet dan device seperti SmartPhone/PC/Laptop.

Description

Setiap aktivitas mengandung resiko, demikian pula aktivitas di dalam operasional bank. Di dalam industri perbankan terdapat delapan kelompok risiko utama, dimana diantaranya dan paling dominan adalah risiko operasional.

Resiko adalah suatu penghambat pencapaian suatu proses. Keberadaan resiko di dalam suatu aktivitas tak dapat dihindari karena ia melekat pada setiap aktivitas. Agar suatu proses dapat mencapai tujuannya, resiko harus ditekan/ dicegah agar tidak berubah menjadi insiden. Untuk itu diperlukan alat kontrol yang berfungsi untuk mengendalikan resiko.

Setiap aktivitas operasional bank dilengkapi petunjuk standard operasional. Tujuannya adalah untuk memandu petugas di dalam melaksanakan tugasnya, serta memitigasi resiko operasional. Langkah demi langkah di dalam petunjuk operasional merupakan suatu kontrol yang harus dilaksanakan agar resiko dapat ditekan. Namun yang dapat melaksanakan kontrol secara konsisten terhadap pekerjaan berulang adalah mesin. Sedangkan manusia, jika terjebak di dalam pekerjaan berulang cenderung mengabaikan kontrol.

Karena itulah diperlukan auditor guna mereview efektivitas kontrol serta memastikan kontrol dilaksanakan secara efektif oleh para petugas terkait. Sebagai dasar rujukan auditor di dalam melaksanakan tugas review adalah resiko yang melekat pada setiap tahap aktivitas. Untuk itu auditor harus mampu mengenali alur proses kerja dan potensi resiko yang ditimbulkan pada setiap aktivitasnya.

Untuk membantu mempercepat proses pelaksanaan review di kantor cabang, kita harus mencoba membantu auditor dengan menyusun suatu prosedur audit terapan berbasis resiko (Risk Based Audit/ RBA). Dengan prosedur audit ini diharapkan auditor tidak kehilangan arah dan mengetahui dengan pasti tujuan ia melaksanakan audit. Walaupun prosedur audit di lingkungan auditor sekarang ini belum berbasis resiko, namun prosedur audit ini dapat diimplementasikan, dijamin tidak ada kontroversi.

Penetapan resiko operasional didasarkan atas asumsi alur proses kerja yang dilaksanakan oleh bagian front office suatu bank. Jika alur proses di bank Anda berbeda dengan yang diasumsikan dengan hal ini, resiko operasional yang timbul pun mungkin dapat berbeda. Namun jangan khawatir, karena secara umum alur proses kerja di bagian front office di bidang perbankan reatif sama.

Who this course is for:

  • Terbuka untuk semua kalangan masyarakat