Udemy
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
Turn what you know into an opportunity and reach millions around the world.
Learn More
Your cart is empty.
Keep shopping
Apakah Developer Tetap Membutuhkan UML?
Rating: 3.4 out of 5(2 ratings)
20 students

Apakah Developer Tetap Membutuhkan UML?

Apakah Developer Tetap Membutuhkan UML?
Last updated 6/2020
Indonesian

What you'll learn

  • Di zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian frontend maupun backend pada metodologi agile, dengan menyediakan diagram tentang bagaimana fungsi serta tampilan kasar produk yang mau kita buat. UML juga bisa dijadikan sebagai dokumentasi supaya developer selanjutnya mudah dalam mengembangkan produk yang telah dikerjakan oleh developer sebelumnya.

Course content

3 sections5 lectures59m total length
  • Perkenalan UML7:35
  • Persiapan3:27

Requirements

  • Sebelum mempelajari Course ini, pastikan kalian pernah mempelajari konsep ERD & OOP.

Description

Di zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian frontend maupun backend pada metodologi agile, dengan menyediakan diagram tentang bagaimana fungsi serta tampilan kasar produk yang mau kita buat. UML juga bisa dijadikan sebagai dokumentasi supaya developer selanjutnya mudah dalam mengembangkan produk yang telah dikerjakan oleh developer sebelumnya.


Di zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian frontend maupun backend pada metodologi agile, dengan menyediakan diagram tentang bagaimana fungsi serta tampilan kasar produk yang mau kita buat. UML juga bisa dijadikan sebagai dokumentasi supaya developer selanjutnya mudah dalam mengembangkan produk yang telah dikerjakan oleh developer sebelumnya.

Who this course is for:

  • Intermediate