
Salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam dunia bisnis adalah perubahan yang terjadi begitu cepat, dalam istilah bisnis keadaan ini disebut dengan VUCA World.
VUCA merupakan singkatan dari Volatile, Uncertanty, Complexity, dan Ambiguity, keempat situasi ini merupakan gambaran yang terjadi dalam dunia bisnis masa kini.
Pahami VUCA ini, maka Anda akan mampu beradaptasi dalam situasi bisnis yang berubah begitu cepat saat ini.
Banyak organisasi yang berjuang untuk tetap bertahan di era VUCA.
Kesiapan untuk menghadapi VUCA sendiri bukan hanya beban dari 1 orang sebagai pemimpin saja, akan tetapu juga seluruh tim dari Organisasi. Akan tetapi, Anda sebagai pemimpin wajib mengetahui langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan untuk bertahan dan beradaptasi di era VUCA.
Anda dapat beradaptasi di dunia VUCA dengan melakukan VUCA juga, yang terdiri dari Vision, Understand, Clarity dan Agility.
Lakukan terobosan dengan menggunakan VUCA, maka bisnis Anda pasti akan bertahan bahkan semakin berkembang.
Seorang pemimpin harus jeli dan peka serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi dengan kebutuhan anggota timnya.
Sebagai pemimpin, Anda harus memposisikan diri Anda sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang Anda hadapi dalam tim dan Organisasi.
Menurut Ki Hadjar Dewantara, terdapat 3 konsep mendasar dalam memandang arti dan peran utama sebagai pemimpin, yaitu :
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
2. Ing Madya Mangun Karsa
3. Tut Wuri Handayani
Seorang pemimpin harus jagoan dalam membuat perencanaan.
Rencana adalah proses menetapkan tujuan dan menentukan aktivitas yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Bagaimana menentukan rencana?
Goal setting atau penetapan tujuan sangat penting. Menurut Edwin A. Locke penyebab individu bertindak adalah dengan menetapkan sebuah tujuan. Edwin A Locke juga menambahkan penetapan tujuan sangat penting dalam proses pencapaian tujuan tersebut.
Manfaat lain dari penetapan tujuan adalah :
- Memberi panduan skala prioritas mengenai aktivitas strategis dalam mencapai tujuan.
- Melatih melakukan time management.
- Fokus dalam mengerjakan tugas-tugas yang strategis dengan hasil kinerja yang optimal.
Salah satu cara untuk menetapkan tujuan adalah dengan menggunakan SMART Goal Setting.
SMART Goal Setting ini memastikan bahwa semua sasaran yang akan kita capai untuk organisasi mencangkup semua elemen kunci untuk memaksimalkan keberhasilan penetapan sasaran.
Penetapan tujuan dengan menggunakan SMART bertujuan agar goal setting tersebut spesifik, dapat terukur, dapat dicapai, realistis dan terikat batas waktu pencapaiannya.
Sebagai pemimpin, Anda wajib memantau kegiatan kerja tim Anda dan kekuatan eksternal serta dampak apa yang tim Anda lakukan.
Tanpa pemantauan Anda tidak akan tahu pencapaian kinerja tim dan apakah rencana strategis Anda masih sesuai atau perlu dilakukan penyesuaian kembali.
Untuk memantau kinerja tim, Anda dapat melakukan monitoring & controlling. Monitoring dan controlling adalah 2 hal yang berbeda.
Meningkatkan konsistensi dan keberhasilan dalam proses eksekusi sebuah program atau inisiatif dalam Organisasi sangatlah penting.
Kunci dalam konsistensi dan keberhasilan tersebut adalah menerapkan disiplin yang bertanggungjawab.
Disiplin dapat dibangun dengan membuat scoreboard. Adanya scoreboard akan mampu menginformasikan secara jelas posisi pencapaian seluruh anggota tim Anda.
Business study adalah proses analisa dan evaluasi lingkungan internal dan eksternal dari suatu bisnis.
Dalam melakukan business study, Anda dapat memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai situasi dan kondisi dimana bisnis Anda berada, sehingga Anda mampu mempersiapkan langkah-langkah inisiatif untuk mengembangkan bisnis Anda.
Salah satu alat yang dapat digunakan dalam melakukan business studi adalah analisa SWOT.
Salah satu peran kunci Anda sebagai pemimpin adalah mengembangkan bisnis.
Syarat untuk dapat melakukan pengembangan bisnis adalah penggunaan framework yang tepat dan komprehensif.
Salah satu framework yang cukup komprehensif namun sederhana dan mudah untuk dipelajari adalah Business Model Canvass dari Oster Walder.
Anda akan dipandu dalam membuat Business Model Canvas dari Oster Walder.
Dengan contoh produk pembiayaan multi guna, Anda akan diajak untuk membuat Business Model Canvass.
BMC ini selain digunakan untuk menganalisa pengembangan bisnis, dapat juga digunakan untuk menyusun sebuah ide atau jasa baru untuk organisasi Anda.
BMC juga dapat digunakan untuk skala usaha yang lebih kecil, berguna untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak untuk Anda jalani atau terdapat peluang bisnis lebih besar yang menanti Anda.
Sebagai seorang pemimpin, menjalin hubungan baik dan saling percaya adalah merupakan hal yang sangat penting.
Ketika Anda mengelola hubungan Anda dengan tim Anda, Anda akan mendapat kepercayaan dari tim Anda dan secara sukarela dan penuh kesadaran, tim Anda akan memberikan hasil kinerja yang paling maksimal bagi Organisasi sehingga akan berdampak pada kesuksesan tim dan organisasi.
Sebagai titik awal dalam mengelola hubungan baik dalam tim Anda, hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan memahami lebih baik mengenai kepribadian Anda sendiri dan orang lain, sehingga Anda dapat lebih berempati dan menjadi lebih peka serta sensitive untuk memahami kepribadian orang lain.
Salah satu framework sederhana dalam mempelajari mengenai karakter atau tipe kepribadian adalah melalui DISC yang diperkenalkan oleh William Moulton Marston.
Menurut teori Marston (1928) disebutkan bahwa ekspresi perilaku emosi dapat dikategorikan ke dalam 4 jenis utama persepsi diri seseorang, yang akrab disebut dengan DISC.
DISC adalah kepanjangan dari Dominant, Influence, Steadiness dan Compliance.
Individu dalam tim Anda memiliki program pengembangan yang berbeda-beda, untuk itu Anda perlu melakukan diagnosa dan memetakan rencana program pengembangan tim Anda secara tepat dan efektif.
Dalam mendiagnosa kompetensi tim, perhatikan 4 komponen penting, yaitu Skill, Knowledge, Experience dan Result.
Anda telah memetakan rencana program pengembangan tim Anda secara tepat dan efektif.
Inilah saatnya Anda menyesuaikan gaya kepemimpinan Anda dengan level pengembangan tim Anda tersebut agar kepemimpinan Anda efektif dan efisien.
Mengelola hubungan dengan partner-partner strategis untuk membangun dan mengembangkan bisnis serta organisasi Anda.
Banyak organisasi yang berjuang untuk tetap bertahan di era VUCA.
Kesiapan untuk menghadapi VUCA sendiri bukan hanya beban dari 1 orang sebagai pemimpin saja, akan tetapu juga seluruh tim dari Organisasi. Akan tetapi, Anda sebagai pemimpin wajib mengetahui langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan untuk bertahan dan beradaptasi di era VUCA.
Anda dapat beradaptasi di dunia VUCA dengan melakukan VUCA juga, yang terdiri dari Vision, Understand, Clarity dan Agility.
Lakukan terobosan dengan menggunakan VUCA, maka bisnis Anda pasti akan bertahan bahkan semakin berkembang.
Seorang pemimpin harus jeli dan peka serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi dengan kebutuhan anggota timnya.
Sebagai pemimpin, Anda harus memposisikan diri Anda sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang Anda hadapi dalam tim dan Organisasi.
Menurut Ki Hadjar Dewantara, terdapat 3 konsep mendasar dalam memandang arti dan peran utama sebagai pemimpin, yaitu :
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
2. Ing Madya Mangun Karsa
3. Tut Wuri Handayani
Setelah memahami gambaran besar menjadi seorang pemimpin,
Terdapat 7 rahasia menjadi pemimpin yang efektif di dunia VUCA.
Ke-7 Rahasia tersebut adalah
1. Planning / Perencanaan, Seorang pemimpin harus jagoan dalam membuat perencanaan.
Rencana adalah proses menetapkan tujuan dan menentukan aktivitas yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Bagaimana menentukan rencana?
2. Monitoring & Controlling, Untuk memantau kinerja tim, Anda dapat melakukan monitoring & controlling. Monitoring dan controlling adalah 2 hal yang berbeda.
3. Discipline for Accountability, Disiplin dapat dibangun dengan membuat scoreboard. Adanya scoreboard akan mampu menginformasikan secara jelas posisi pencapaian seluruh anggota tim Anda.
4. Business Study, Dalam melakukan business study, Anda dapat memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai situasi dan kondisi dimana bisnis Anda berada, sehingga Anda mampu mempersiapkan langkah-langkah inisiatif untuk mengembangkan bisnis Anda.
5. Develop Business, Syarat untuk dapat melakukan pengembangan bisnis adalah penggunaan framework yang tepat dan komprehensif.
Salah satu framework yang cukup komprehensif namun sederhana dan mudah untuk dipelajari adalah Business Model Canvass dari Oster Walder.
6. Develop Others, Sebagai seorang pemimpin, menjalin hubungan baik dan saling percaya adalah merupakan hal yang sangat penting.
Ketika Anda mengelola hubungan Anda dengan tim Anda, Anda akan mendapat kepercayaan dari tim Anda dan secara sukarela dan penuh kesadaran, tim Anda akan memberikan hasil kinerja yang paling maksimal bagi Organisasi sehingga akan berdampak pada kesuksesan tim dan organisasi.
7. Strategic Partnership, Dalam melakukan pengembangan bisnis, Anda tidak dapat melakukannya seorang diri. Anda memerlukan partner-partner strategis untuk membangun serva mengembangkan bisnis Anda.