
"Serving the Nature, Serving The People"
- Kebun Rizki-
Hai semua apa kabar, welcome to Kebun Rizki. Saya Rizki Situngkir, Founder dari Kebun Rizki.
Cerita Kebun Rizki berawal ketika saya memutuskan berhenti bekerja dan focus untuk membesarkan anak yang masih balita. Saat itu saya melihat bahwa anak saya susah sekali makan sayur, harus pakai trik dan strategy yang banyak.
Suatu Ketika teman saya mengajak saya untuk ikut Kursus sehari Hidroponik dengan semangat belajar menanam sayur untuk konsumsi anak saya. Diluar dugaan, saya berhasil menanam dan panen sendiri tanaman yang saya tanam walaupun saya tidak memiliki pengetahuan ataupun pengalaman berkebun sebelumnya. Disitu saya menyadari bahwa untuk melakukan sesuatu supaya berhasil yang diperlukan adalah kemauan dan komitment yang tentunya dimulai dan ditutup dengan doa.
Seiring dengan berjalannya waktu saya memperhatikan bahwa menanam secara organic terlihat lebih memiliki dampak terhadap lingkungan hidup dibandingkan dengan menanam secara hidroponik. Selain memiliki tanaman yang lebih kokoh dan sehat, tanah juga menjadi lebih gembur dan sehat. Namun tantangan melakukan berkebun secara organic jauh lebih besar, mulai dari sukarnya pengadaan pupuk organic dan pestisida nabati yang semua berasal dari alam, pertumbuhan yang cenderung lambat karena alami, hingga tanaman yang rawan oleh hama karena pestisida nabati hanya berfungsi untuk mengusir bukan membunuh hama. Saya banyak belajar melalui pakar pertanian seperti Bapak Pakpahan, browsing internet, youtube dan sejenisnya untuk memperkaya pengetahuan berkebun secara organic. Proses trial & error sudah biasa dijalankan. Tantangan berkebun secara organic ini jauh lebih besar daripada berkebun secara hidroponik atau non organic yang bisa lebih instant untuk mendapatkan hasil, tapi saya melihat manfaatnya berkebun ini sangat berharga baik bagi tubuh dan terutama bagi alam seperti tanah menjadi gembur impact langsung dari pemakaian pupuk organic dan pestisida nabati, ekosistem juga terjaga melalui kelestarian beragam mahluk hidup dari berkebun organi. Oleh karena itu saya mulai focus menggeluti berkebun secara organic dan saya semakin menyadari Kembali bahwa komitmen, konsistensi dan mau belajar adalah kunci keberhasilan melakukan sesuatu melebihi pengetahuan dan pengalaman.
Awal Tahun 2020 ayah saya atau Bapak saya menyebutnya didiagnosa penyakit kanker lambung. Hal ini tentu merupakan pukulan bagi saya dan keluarga dan berusaha untuk menssuport bapak sebisa mungkin. Febuari 2020 Bapak menjalani operasi angkat kanker kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi. Saya melakukan research bahwa treatement yang terbaik bagi penderita kanker adalah makanan yang sehat atau organic tanpa mengandung bahan-bahan kimia. Saya juga membaca jurnal dari American Institute For Cancer Research bahwa Kale termasuk FOOD THAT FIGHT CANCER, kandungan dalam Kale sangat bagus selain berprotein tinggi dan nutrisi lengkap, Kale juga mengandung Glucosinolates ,Polyphenols, Quercetin, Lutein yang bertindak sebagai antioksidan yang membantu menghentikan radikal bebas dari kerusakan DNA, dan membantu menghambat pembentukan karsinogen. Saya pun rutin mensupply Kale Organik buat bapak konsumsi sepanjang masa kemoterapi dan setelahnya. Puji Tuhan akhir 2020 bapak bersih dari sel kanker hasil dari PETSCAN.
Hal ini membuat saya semakin semangat untuk berkebun KALE secara organic. Kebun Rizki devoted untuk membantu orang-orang memiliki akses yang mudah untuk makanan sehat, terutama orang-orang yang membutuhkan Kale orgnaik seperti penderita Cancer dan Gerd, juga membantu kebutuhan serat dan gizi anak-anak yang tidak suka makan sayur melalui makanan dari Kale. Dan tidak kalah pentingnya Kebun Rizki juga memiliki hati untuk menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem melalui berkebun secara organic.
Oleh karena itu sudah menjadi Visi Kebun Rizki “GO ORGANIC FOR BETTER EARTH” Yaitu Go Organic to get healthy Body and Healthy Environment.
Passion menjaga lingkungan hidup melalui berkebun secara organik hendak saya bagikan melalui Ecourse.
Ecourse ini merupakan sharing ilmu dan pengalaman berkebun secara organik yang diterapkan oleh Kebun Rizki.
Ecourse ini dibuat praktis dan mudah diikuti bagi siapa saja, bahkan bagi orang yang belum pernah berkebun.
Dengan mengikuti ecourse ini diharapkan peserta ecourse memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai bercocok tanam secara organik.
Selamat mengikuti!
Kita masuk pada MODUL 1 yaitu Persiapan Media Tanam.
Tahap Pertama dalam berkebun secara organic adalah menyiapkan media tanam yaitu berupa tanah yang sudah digemburkan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. menggemburkan lahan dengan alat cangkul atau hand tracktor
2. membuat bedengan dengan ukuran: tinggi 30 cm, lebar 120cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, antar bedeng ada saluran selebar 40 cm (diaesuaikan dengan keadaan lahan). Lahan ini dicampur dengan kotoran hehan dan arang sekam.
3. Setelah 7 - 10 hari lahan yg sudah terolah lalu ditutup dengan mulsa plastik dan pembuatan lubang tanam dengan diameter 10 cm dengan jarak tanam 25 cm.
Selanjutnya dibiarkan sekitar 7 hari sambil disiram dengan air bersih setiap hari. Dua hari sebelum penanaman setiap lubang tanam dikocor dengan pupuk cair yang mengandung unsur hara makro, mikro, dan zat tumbuh.
Pada saat persiapan lahan, ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan, seperti: pembibitan, pembuatan pupuk cair,
Berkebun secara organik (organic farming) adalah suatu sistem bercocok tanam berkelanjutan yang menggunakan bahan-bahan dari alam menghindari pemakaian bahan kimia dalam prosesnya sehingga menghasilkan produk organik berupa hasil tanaman yang diproduksi melalui praktek-praktek yang secara ekologi, sosial ekonomi berkelanjutan, dan mutunya baik nilai gizi dan keamanan terhadap racun terjamin.
Sebelum memulai course, perlu diketahui apa itu Prinsip berkebun secara organik, yaitu:
1. Prinsip Kesehatan
Bisa menopang dan meningkatkan kesuburan tanah, tanaman, kesehatan hewan, manusia, dan bumi sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
2. Prinsip Ekologi
Memperhatikan siklus hidup ekologi untuk suatu ekosistem.
3. Prinsip Keadilan
Membangun hubungan yang menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama
4. Prinsip Peduli
Dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan generasi saat ini dan yang akan datang.
Jadi, selain aman untuk dikonsumsi, berkebun secara organik juga ramah lingkungan. Oleh karena itu, berkebun secara organik tidak berarti hanya meninggalkan praktek pemberian bahan kimia atau non organik, tetapi juga harus memperhatikan cara-cara budidaya lain. Misalnya pengendalian erosi, penyiangan pemupukan, pengendalian hama dengan bahan-bahan organik.
Kita masuk pada MODUL 2 yaitu Penyemaian Benih Tanaman.
Penyemaian benih adalah kegiatan memproses benih tanaman menjadi bibit yang bertujuan untuk mempersiapkan bibit siap tanam. Benih perlu disemai karena benihnya relatif berukuran kecil dan tingkat ketahanan terhadap kondisi lingkungan pada awal pertumbuhan sangat rendah, sehingga rentan terhadap gangguan kondisi sekitarnya. Proses penyemaian memerlukan tempat dan perlakuan khusus yang berbeda dengan kondisi lahan
Selain kualitas bibit, media tanam juga merupakan faktor yang sangat penting pada proses pertumbuhan tanaman yang berfungsi untuk tempat tegaknya tanaman dan juga menyediakan zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman.
Tehnik menyemai benih ada berbagai macam misalnya menyemai dengan menggunakan rockwool dalam tray, menyemai dengan menggunakan media tanam di dalam tray, atau menyemai benih langsung ke lahan.
Sebelum melakukan pembibitan sebaiknya dipersiapkan rumah pembibitan.
Langkah-langkah menyemai dengan menggunakan media tanam ke dalam tray:
1. persiapan media tanam, terdiri dari: bahan tanah, pupuk kandang, arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ketiga bahan ini diaduk sampai rata lalu diayak agar tidak tercampur dengan bahan yang kasar dan keras.
2. memasukkan media tanam pembibitan ke tray.
3. membuat lubang-lubang kecil pada lubang tray lalu memasukkan satu per satu benih kale lalu ditutup dengan tipis pakai arang sekam.
4. menempatkan tray yang sudah berisi benih pada tempat yang tidak terkena langsung dengan matahari. Pada hari keempat biasanya benih kale sudah tumbuh. Selama dalam tray disemprot dengan air bersih agar media pembibitan tetap lembab.
5. setelah bibit tumbuh kemudian memindahkan tempat pembibitan pada tempat yang kena sinar matahari. Perawatan dengan menyemprot air bersih pada tray pembibitan.
Sambil menunggu persemaian bibit, sudah dipersiapkan media tanam bibit dalam polibag dengan ukuran 10 X 10 cm. Media tanam dalam polibag sama dengan media tanam persemaian
Setelah bibit berumur 7 hari dilakukan pemindahan bibit dari traya ke polibag. Selama bibit di polibag dilakukan perawatan dengan menyiram polibag dan dikocor dengan POC setelah 14 hari bibit dalam polibag. Kurang lebih 30 hari di polibag, mulai dilakukan sortir bibit yang sudah memiliki lebih dari dua daun sejati.
Meski terkesan mudah, tapi tidak semua orang bisa sukses menyemai benih, lho. Nah, berikut adalah beberapa tip antigagal saat menyemai.
• Hindari terlalu tebal menimbun benih.
• Hindari menyiramkan terlalu banyak air ke wadah penyemaian. Wadah semai yang terlalu becek bisa mengakibatkan pembusukan pada benih.
• Taruh benih di tempat yang memiliki naungan atau terlindungi, baik dari air hujan yang berlebihan maupun terik cahaya matahari.
• Tebar abu atau kapur dolomite di permukaan media semai yang berisi benih untuk menghindari serangan semut dan jamur.
Teknik menyemai benih dengan media tanam yang disiapkan dalam tray.
Kita masuk pada MODUL 3 yaitu Penanaman Bibit yang sudah layak tanam ke dalam lahan tanam atau bedeng.
Langkah-langkah Penanaman:
1. bedeng sudah siap untuk ditanami; bersih, lubang tanam lembab, takiron dan paranet sudah terpasang.
2. memindahkan bibit yang sudah siap tanam dari rumah pembibitan ke lapangan.
3. menanam bibit setelah dilepas dari polibag pada sore hari.
4. setiap bedeng yang sudah ditanamin, sebaiknya langsung ditutup dengan paranet.
5. mempersiapkan peralatan pendukung untuk penyiraman.
Tehnik memindahkan bibit dalam polibag yang sudah cukup umur ke dalam bedeng.
Kita masuk pada MODUL 4 - Perawatan dan Panen
Tahap selanjutnya setelah Bibit dimasukkan ke dalam Bedeng adalah Perawatan Tanaman untuk di panen jika sudah cukup usia dan layak panen.
Langkah-langkah Perawatan:
1. secara rutin dilakukan penyiraman pagi dan sore hari jika tidak turun hujan. Paranetnya tidak perlu dibuka.
2. 15 hari setelah tanam mengocor lubang tanam dengan POC dan semprot pestisida nabati (Pesnab).
3. secara rutin setiap 7 hari semprot pesnab
4. secara rutin setiap 15 hari kocor dengan POC.
5. pada hari ke 30 setelah tanam sudah boleh dilakukan pruning.
Langkah-langkah Panen:
1. mempersiapkan perangkat panen seperti gunting, keranjang, air bersih
2. setelah 7 hari semenjak pruning sudah boleh dilakukan pemanenan dengan memperhatikan daun yang akan dipanen. Minimal dua daun dewasa harus disisakan di pohon dan setengah tangkai daun yang dipanen ditinggalkan nempel di pohon. Setiap 7 hari sudah bokeh dilakukan pemanenan.
3. Hasil panen dicuci dengan air bersih setelah itu diangin-anginkan agar kering. Selama proses pembersihan, sebaiknya tidak terlalu lama terendam di air. Setelah kering dilakukan penyortiran agar didapatkan daun kale yang terbaik.
4. Menimbang hasil panen sesuai order untuk dipacking.
5. sehari setelah panen dilakukan penyemprotan dengan Pesnab di pagi hari dan dengan POC di sore hari.
Kita masuk pada MODUL 5 - Replanting
Tanaman Kale yang dipanen dengan sistem cutting dapat bertahan hingga 12 bulan tergantung dari kualitas perawatan dan tanamannya, setelah itu perlu dilakukan peremajaan atau penanaman kembali / Replanting.
Langkah-langkah Replanting:
1. membonkar semua tanaman dan disimpan pada suatu wadah yang selanjutnya menjadi bahan dasar kompos.
2. membongkar mulsa plastik lalu dibersihkan dan dikeringkan agar dapat dipakai pada penanaman berikutnya.
3. mengemburkan media tanam dalam bedeng lalu menambah kohe dan arang sekam sebanyak setengah dari awal pembuatan media tanam dalam bedeng. Bedeng yang sudah diaduk dengan kohe dan arang sekam dibiarkan 7 hari terbuka lalu disiram dengan POC lalu ditutup dengan mulsa plastik, 10 hari setelah ditutup dengan mulsa sudah siap untuk ditanam.
Kita masuk pada MODUL 6 - Pupuk Organik Cair & Pestisida Nabati
Dalam proses merawat dan menumbuhkan beragam macam tanaman, seseorang yang membudidayakan atau yang merawat tanaman perlu memberikan pupuk kepada tanaman yang dirawatnya. Penggunaan pupuk menjadi salah satu faktor penting, di luar dari memberikan air dan sinar matahari pada tanaman. Namun, kenapa tanaman harus diberi pupuk?
Untuk menanam tanaman sehat yang penuh nutrisi, seseorang yang menanam tanaman perlu memastikan bahwa mereka memiliki tanah yang sehat.
Tanpa pupuk, tanaman berjuang untuk mengisi kembali nutrisi di tanah, sehingga inilah menjadi alasan pupuk perlu digunakan. Ketika tanaman dipanen, unsur hara penting dikeluarkan dari tanah, karena mereka mengikuti tanaman. Analisis yang cermat dan pemupukan tanaman memungkinkan adanya rantai yang menyediakan makanan bergizi bagi makhluk hidup, yakni sebagai berikut. Nutrisi memberi makan tanah Tanah memberi makan tanaman dan tumbuhan Tanaman dan tumbuhan memberi makan hewan dan manusia
Seringkali, tanaman memiliki sedikit kemungkinan untuk menghindari kekurangan unsur hara tanpa bantuan pupuk.
Dalam hal ini, pupuk merupakan sebuah bahan yang terdiri beberapa unsur hara untuk menutrisi tanaman sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tiga pupuk mineral yang paling umum adalah yang berbasis nitrogen, fosfor, dan kalium. Lalu kamu bisa menggunakan jenis pupuk yang alami seperti fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, ataupun kompos, serta yang terbuat dari bahan kimia seperti NPK, ZA, dan urea. Karena tanaman tidak mampu menyerap nutrisi dari udara secara langsung, tanah adalah satu-satunya alat untuk memperoleh nutrisi penting ini. Jika tanah kekurangan nitrogen, diperlukan pupuk untuk meningkatkan kadar nutrisi. Konsentrasi besar sumber kalium terjadi jauh di bawah permukaan tanah (seringkali sekitar satu kilometer) dan jauh di luar jangkauan akar tanaman. Lihat Foto Ilustrasi memberikan pupuk pada tanaman. Kalium membawa nutrisi alami ini ke permukaan tanah dan dalam genggaman akar tanaman. Fosfor ada di batuan tertentu, tetapi agar tanaman dapat mengakses nutrisi ini, ia harus larut dalam air. Penggunaan pupuk fosfor yang benar membantu tanaman menyerapnya melalui tanah dan memastikan produksi yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Pemberian pupuk bisa meningkatkan dan mempercepat hasil produksi tanaman. Pemberian pupuk pada tanah dan akar tanaman dapat meningkatkan kadar unsur hara dan membuat tumbuhan pada media tanam tersebut dapat kembali tumbuh secara subur.
Selain meningkatkan unsur hara, pupuk juga bisa menyingkirkan hama di tanaman. Jika takaran pupuk yang digunakan tanaman sesuai, maka tanaman yang kamu rawat akan lebih kuat terhadap serangan hama tanaman yang dapat menyebabkan tanaman menjadi rusak. Selanjutnya, pupuk juga bertindak untuk memanipulasi tanah di sekitar tanaman. Pada akhirnya, tanaman yang dirawat akan berkembang secara maksimal. Lalu, peranan pupuk untuk tanaman adalah merangsang pertumbuhan akar, daun, dan batang. Penggunaan pupuk yang tepat dapat memengaruhi proses rangsangan akar, daun, dan batang, sehingga tanaman tumbuh lebih rimbun.
Apa perbedaan antara pupuk mineral dan pupuk organik? Di alam ada 17 unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur. Jenis pupuk yang kamu butuhkan, tergantung pada tanaman apa yang kamy tanam dan defisit unsur hara di setiap tanah tertentu. Tanaman yang berbeda menghilangkan jumlah nutrisi yang berbeda dari tanah. Banyak petani maupun orang yang berkebung menggunakan pupuk majemuk NPK yang memberikan kombinasi beberapa unsur hara sekaligus. Pupuk organik seperti kotoran hewan dan kompos telah digunakan selama berabad-abad dan merupakan sumber nutrisi dan bahan organik yang berharga, yang memperkuat struktur tanah. Namun sejak abad ke -20, pupuk mineral dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat dari populasi dunia yang terus berkembang. Jumlah nutrisi dalam pupuk organik bervariasi dan lebih sedikit pekatnya dibandingkan dengan pupuk mineral. Pupuk mineral mengurangi jumlah yang dibutuhkan dan jumlah kendaraan untuk mengangkut produk pupuk.
Pupuk Organik juga akan memperkaya tanah dengan mikroorganisme yang bermanfaat serta akan membantu memperbaiki struktur tanah. Hal ini akan membuat tanah lebih mampu menyimpan unsur hara. Selain itu, pupuk organik bekerja dengan tanah untuk membangun nutrisi dan memberi makan tanaman. Pupuk organik juga melepaskan nitrogen, kalium, dan mikronutrien yang dibutuhkan oleh tanaman. Namun, kelemahan pupuk organik ini adalah pupuk ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membusuk. Pupuk organik harus membusuk sebelum dapat mulai bekerja dan prosesnya membutuhkan dua hingga enam minggu. Meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama, pupuk organik akan lebih menyehatkan tanah selama 3 bulan hingga 10 tahun mendatang.
Pada materi ini yang kita akan bahas pembuatan pupuk organik, baik yang berupa pupuk kandang, kompos maupun cair.
Langkah-langkah pembuatan pupuk kandang:
1. mempersiapkan tempatnya: di tanah atau karung
2. mengumpulkan kotoran hewan
3. memasukkan kototoran hewan pada tanah yang sudah berlubang dan terlindung dari hujan dan matahari atau dimasukkan ke karung yang ditempatkan pada tempat terlindung.
4. menutup pupuk kandang yang dalam lubang tanah dan meyiram secara rutin dengan air.
5. kurang lebih 30 hari sudah dapat dipergunakan, baik untuk pupuk dasar maupun campuran media tanam.
Langkah-langkah pembuatan pupuk Kompos:
1. mempersiapkan bahan kompos: daun basah, daun kering, kotoran hewan, terpal, karung, tong, air, golok, aktivator (MOL atau EM4)
2. mencacah bahan-bahan yang masih kasar
3. mencampur bahan dari tumbuhan dan kotoran hewan dengan perpandingan 2 :1 ditambah dengan aktivator kurang lebih 100ml yang sudah aktif per karung 50 kilo gram. Ketiga bahan ini dicampur sampai rata sambil disirami air.
4. bahan-bahan sudah tercampur rata dimasukkan ke tong atau dimasukkan ke terpal lalu dibungkus rapi pengomposan ini berlangsung dengan cara anaerob.
5. kurang lebih 30 hari sudah dapat dipergunakan, baik untuk pupuk dasar maupun campuran media tanam.
Pembuatan pupuk cair dengan cara melakukan fermentasi pada bahan-bahan organik baik yang berasal dari hewan maupun dari tanaman. Pupuk organik cair mengandung unsur hara makro, mikro, mineral, dan zat tumbuh.
Langkah-langkah pembuatan pupuk organic cair:
1. mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti: tong bertutup, golok, telenan, ember bertutup, torong, air, bekas buah atau sayuran, nasi basi, dan moll.
2. mencacah bahan yang dari buah atau sayuran lalu dimasukkan ke wadah sebanyak 3/4 (isi 100 liter) lalu diisi air ke wadah sebanyak 3/4 dan masukkan moll poc sekitar satu liter atau EM4 aktif 1 liter kemudian diaduk sampai rata lalu ditutup, kasih lobang kecil pada tutup wadah dan masukkan selang kecil lalu dimasukkan selangnya ke botol berisi air.
3. setiap 3 hari, lakukan pengadukan bahan poc.
4. setelah 21 sampai 30 hari, poc sudah dapat digunakan dan setiap mau menggunakan lakukan pengadukan dan disaring. Dosis penggunaan adalah 1 banding 5, artinya 1 liter poc dicampur dengan 5 liter air bersih ( non PAM), lalu dikocor ke tanah dengan dosis 100 ml sampai 200 ml per tanaman.
Pengocoran boleh dilakukan setiap 7 hari. Pupuk cair ini dapat disimpan sekitar 60 hari dengan syarat rutin diaduk dalam wadahnya. Bahan lainnya yang dapat diolah menjadi poc adalah nasi. Nasi sekitar satu piring dimasukkan dalam satu wadah tertutup lalu disimpan dalam tempat gelap selama 5 hari, lalu diambil dimasukkan ke wadah yang sudah berisi larutan gula putih (sebanyak 4 sendok makan) diremas-remas sampai hancur kemudian dimasukkan ke wadah yang berisi air bersih sebanyak satu liter lalu diaduk dan disimpan di tempat gelap, tiap pagi agar dibuka tutup wadah poc dan diaduk. Setelah 10 hari, poc siap dugunakan, diaduk dulu lalu disaring.
Penggunaan, 1 liter poc dicampur dengan 10 liter air bersih dan diaduk untuk kocor 100 -200 ml per tanaman. Untuk disemprotkan dengan perbandingan 1:20, artinya 1 liter poc dicampur dengan 20 liter air bersih lalu disemprot daun tanaman secara merata.
Praktek membuat Pupuk Organik Cair menggunakan bahan bonggol pisang, rebung dan gula merah.
Testimonial dari Ibu Eta yang suaminya adalah Penyintas Kanker dan melakukan treatment chemoterapi disupport dengan asupan sayur KALE organik.
Testimoni dari Bapak Deddy yang menderita GERD akut dan melakukan treatment dengan konsumsi KALE organik secara rutin.
Testimoni dari penggiat hidup sehat bagaimana Tips menyimpan dan mengolah sayur Kale
Testimoni dari visitor Kebun Rizki yang juga penggiat kebun organik.
Liputan TV Tani yang menggambarkan kegiatan Kebun Rizki mulai dari story of Kebun Rizki hingga produk yang dimiliki.
Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup menjadi landasan setiap individu untuk mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber kehidupan. Pemanasan global dan kerusakan tanah yang berdampak pada kelangsungan hidup manusia, suatu bukti diperlukannya pengelolaan alam yang lebih hati-hati.
Budaya instan sudah saatnya diakhiri agar dapat memacu kerja keras dan tanggung jawab terhadap cinta kelestarian alam dan kesehatan umat manusia.
Cara-cara produksi, khususnya di pertanian, harus mengacu pada keberlangsungan pada kegiatan yang memperhatikan sustainabel setiap proses kegiatan. Seperti persiapan lahan, pengadaan media tanam, perawatan, panen, dan pasca panen.
Akhir-akhir ini sudah sering muncul tudingan bahwa proses produksi di pertanian dikendalikan oleh produsen bahan-bahan kimia, seperti: pupuk kimia, pestisida, dan herbisida. Penggunaan bahan-bahan kimia ini tidak ramah lingkungan dan produksi kurang mendukung menjaga kesehatan hidup.
Untuk itu, kegiatan budidaya tanaman sebaiknya dalam bentuk sistem organik. Cara organik akan memperbaiki biologi, kimia dan fisika tanah sehingga tingkat kesuburan dan kelestarian lingkungan dapat terjaga dengan baik dan benar. Para ahli berpendapat, budiaya cara organik adalah suatu sistem budi daya terpadu yang memanfaatkan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian dan keberlajutan lingkungan hidup untuk menghasilkan sumber pangan yang berkualitas.
Ecourse "6 Kunci Sukes Berkebun Organik ALA KEBUN RIZKI" akan membagikan ilmu dan pengalaman tahap-tahap dalam berkebun secara organic, mulai dari menyemai benih hingga ke pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pestisida nabati.
Ecourse ini ditujukan bagi siapa saja bahkan bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman berkebun namun ingin mengetahui cara-cara berkebun secara organik serta mempraktekannya.
Ecourse terdiri dari 6 Modul yaitu:
1. Persiapan Media Tanam
2. Pembibitan
3. Penanaman
4. Panen & Replanting
5. Pupuk Organik Cair (POC)
6. Pestisida Nabati (Pesnab)
Masing-masing Modul disertai landasan teori dan praktik langsung di lapangan sehingga memudahkan kamu untuk mengerti proses bercocok tanam secara organic terutama tanaman KALE.